Showing posts with label Cara Beternak. Show all posts
Showing posts with label Cara Beternak. Show all posts

Monday, 19 February 2018

Proses Penjodohan / Cara Menjodohkan Dan Mengawinkan Kenari Secara Simpel

disini, dalam usia yang relatif masih sangat muda namun dengan prospect kegacorannya yang boleh diacungin jempol, dijodohkan dengan Star Blue, seekor kenari hasil barteran dari sesama kicau mania dengan jantan lain miliknya yang juga bahwasanya sudah siap dan mapan namun berdasarkan ia prospectnya tidak se mantap si Segara Banten.

Singkat dongeng dalam penjodohan ini, sangat mudah dan gampang dalam kondisi si betina memamg sudah dalam masa birahi total sementara cowoan (jantan) kondisi umur masih muda, sehingga kalau memakai cara normal akanlah sangat susah alasannya yaitu biasanya betina yang sudah sangat siap akan selalu mengejar-ngejar jantan. 

Ada trik yang mas Yanto lakukan diantaranya adalah: 
  1. Setelah melihat dan memamntau secara seksama betinya sudah sangat siap kawin, dengan ditandai sayapnya ngeleper ketika melihat lawan jenisnya yang gacor ataupun ketika diperdengarkan kenari gacor dalam bentuk MP3
  2. Masukkan si jantan kedalam kandang yang didalamnya sudah ada betinanya, sambil menunggu reaksi keduanya beberapa ketika 5-7 menit, 
  3. Ketika sudah siap, Mas Yanto menyetel/mebunyikan bunyi kenari gacor lewat HP (bukan berarti Segara banten tidak gacor tetapi alasannya yaitu masih kalah umur dengan betinanya maka perlu dibantu bunyi kenari lain), dan ternyata si jantan (Segara Banten) tidak ingin keduluan sama pejantan lain, alasannya yaitu bunyi kenari gacor dianggap pejantan lain maka secara sepontan Segara Banten pribadi memanfaatkan situasi yang ada dan jadinya terjadilah perkawinan pertama.
  4. Selang beberapa menit kemudian (sekitar 10 - 15 menit) cara yang sama sebagaimana pada no. 3 diulangi lagi, sampai 3 kali
  5. Esok harinya diulangi dengan cara yang sama sampai beberapa hari.
Sebagai mana tampak dalam video dibawah ini, inilah proses penjodohan kenari secara mudah dengan proteksi bunyi kenari gacor dalam MP3.




Demikian dan supaya bermanfaat:
Salam burungbudidaya

ARTIKEL KENARI LAINNYA :

Mengapa Dan Apa Yang Terjadi Dengan Burung Branjangan ?


Membahas sedikit ihwal burung Branjangan (BR).

Sempat beberapa hari kemudian ngobrol-ngobrol ringan sambil ngupi dan ngudut… heheheh bersama mitra sesama penghobi burung, kebetulan ada salah seorang diantara mereka yakni pemain burung yang boleh dibilang sudah senior, dan berdasarkan saran dia dikala saya akan tukar BR yang saya miliki dengan Love Bird yang sudah rajin milik kawan,kata dia “ga usak dituker” tidak usah ditukar dan mending dirawat saja apalagi kondisi sudah mapan sekalipun belum terlalu gacor.

Secara singkat pendapat dia (panggil: Om Wit), BR sekalipun belum terlalu rajin bunyi tetapi dikala sudah mau nangkring pada tangkringan bab atas yang biasanya juga terbuat dari kerikil apung, itu sudah mengatakan nilai lebih dan sudah mempunyai harga tersendiri apalagi bila sudah bunyi. Karena itulah keunikan burung Branjangan yang berdasarkan beliau, jangankan sudah rajin dan gacor, sudah mau nangkring diatas dan stand-by saja sudah mempunyai nilai lebih. 

  
Memang sih… berdasarkan sejarah yang sering kita dengar dari banyak sekali sumber bahwa BR yakni burung yang sempat menjadi animo topik dalam hal perburungan pada tahun 90an bahkan tahun sebelumya, alasannya yakni pada waktu itu orang yang mempunyai burung branjangan yang sudah gacor yakni merupakan kebanggan tersendiri, namun alasannya yakni perawatan BR memang tidaklah gampang dan harus membutuhkan kesabaran yang benar-benar bahkan terkadang sampai 6 bulan atau lebih gres mau berbunyi, sementara bila sudah jadi (jinak dan rajin bunyi) kicauannya juga tidak terlalu cantik sebagaimana burung lain menyerupai murai batu, kenari, kacer, jalak suren dan juga burung lainnya yang lebih memeiliki power dari segi suaranya, maka dengan alalasan tersebut diatas sangat jarang penghobi burung yang mampu merawat BR sampai menjadi burung yang rajin bahkan gacor.

Namun semua itu kembali lagi kepada kita selaku pelestari lingkungan terutama yang menyangkut ihwal fauna, alangkah baiknya dikala kita merawat burung, hendaknya disamping kita ambil manfaat dari segi materi, namun lebih mulia bila kita memikirkan seberapa banyak partisipasi kita atas kelestarian lingkungan kita ini…. heheheh.. maaf yaaa… J kaya pakar aja….

Demikian semoga bermanfaat.
Salam burungbudidaya

Saturday, 17 February 2018

Benarkah Burung Tekukur Dapat Menolak Bala Bencana, Ancaman Bahkan Dapat Menolak Santet ?

Cara Merawat Burung Tekukur / Deruk / Puter
  • Cara Beternak Burung Tekukur / Puter
  • Download Suara Burung MP3

  • Demikian sekedar dongeng sedikit wacana tekukur.

    Semoga bermanfaat
    Salam burungbudidaya

    Friday, 16 February 2018

    Opior Jawa Atau Cucak Gentong Dapat Disebut Robin Jawa, Burung Kecil Bersuara Kencang

    Sebenarnya Ibarat Apakah Abjad Burung Kenari ?

    Wednesday, 14 February 2018

    Pleci Ditawar Rp 45 Juta Tidak Dikasih, Bahkan Ada Yang Sampai Rp 102 Juta, Kolam Emas Hidup


    Sebagian penggalan paragraph yang sempat disampaikan ialah sebagai brikut:

    “Burung pleci merupakan burung yang berpostur badan kecil dengan ukuran tingi sekitar 5-6 cm dan panjang sekitar 7-8cm dengan cirri warna hijau kekuning-kuningan, harganyapun cukup bervariasi mulai dari yang harga ombyokan yaitu sekitar 15 – 35 ribu rupiah, namun kalau sudah jadi dan pernah diikutsertakan dalam sebuah perlombaan dan mendapat juara maka harganyapun dapat mencapai jutaan bahkan puluhan juta dan bahkan kalau sudah menjadi jawaranya jawara harganya dapat mencapai Rp 35 juta … WOW !”

    Semakin banyak burung Pleci / Kacamata ketika dikonteskan mendapat gelar juara sebagaimana Pleci hasil rawatan Bang Opik, yang ketika ini sedang dia tekuni ialah lebih focus pada perawatan pleci sekalipun tidak mau disebut sebagai pleci mania alasannya ketika dikonfirmasi memang tidak/belum bergabung di klub pleci mania. Menurut akreditasi beliau, Pleci hasil rawatannya tersebut sering diikutkan dalam aneka macam lomba burung yang diadakan khususnya di kelas Pleci, dan setiap kali diturunkan / diikutsertakan dalam lomba berdasarkan dia niscaya nyabet juara kalo tidak juara 1 ya juara 2.

    Pada suatu ketika Pleci hasil didikannya tersebut ditawar seharga Rp 45 juta, namun hingga artikel ini disusun belum ada info Pleci tersebut sudah dilepas/dijual atau belum.

    Dari sekitar 10 ekor Pleci yang dirawatnya ketika kebetulan kami mampir ke kediaman dia ketika sedang dimandikan pagi hari, kelihatannya memang pleci-pleci yang berkualitas, namun sayangnya kami belum sempat ambil gambarnya untuk ditampilkan sebagai display di artikel kami.     

    Sedikit dongeng menarik yang dia sampaikan kepada kami ketika kami menginformasikan bahwa ada mitra yang pernah menjual pleci seharga Rp 4 juta alasannya pleci tersebut sudah pernah diikutsertakan di aneka macam kontes dan sempat memperoleh beberapa akta di bebera lomba, sehingga lalu dilirik oleh peminat pleci dan dibayarin dengan harga tersebut dan bahkan ada juga pleci milik seorang Bapak Haji di daerah Condet yang juga laris dijual seharga Rp 12 juta, namun harga itu belum seberapa kalau dibandingkan Pleci milik mitra dia yang sempat terjual seharga Rp 102 juta… WOOOOOOW…. (So fantastic).

    Itulah harga pleci yang dapat diibaratkan kolam harga emas hidup. Dan ini hanya kisah segelintir kicaumania yang mungkin diantara kawan-kawan yang juga mungkin mempunyai pengalaman yang sama. Intinya jangan kecil hati dengan apa yang kita miliki walaupun terkadang sempat “dinyek wong lio gara-gara ngingu pleci” (bhs jawa: diejek orang lain gara-gara merawat pleci) tapi ternyata ketika sudah berhasil merawat menjadi burung yang berkualitas tidak kalah kelas dengan burung yang harga bahannya hingga jutaan rupiah.

    Demikian sekedar share dan biar bermanfaat

    Burung Pleci Tiba Tak Diundang

    Copyright © Sumber Informasi Burung All Right Reserved
    Designed by Arkhadiuzm Powered by Blogger