Showing posts with label Kabar Burung. Show all posts
Showing posts with label Kabar Burung. Show all posts

Monday, 17 September 2018

Pamor Burung Pleci Atau Cici Kacamata Masih Bertahan

Burung Pleci yakni sama dengan kata lain burung cici kacamata, banyak dikalangan pehobi kicau mania burung ini disebut dengan burung cici kacamata.

Di alamnya burung ini hidup bergerombol dengan sekawanannya, dan Burung mungil ini ( burung Pleci ) termasuk burung yang monomorpic, artinya burung berkelamin jantan dan betina mempunyai tampilan fisik yang sama.

Banyak ragam warna dari burung ini, ada yang bilang cici kacamata kuning, cici kacamata abu-abu, ada pula menyebutnya burung pleci ataupun pleci cina.

Suku burung-burung kacamata (Zosteropidae) meliputi sejumlah burung pengicau (Passeriformes) kecil yang cenderung tersebar di tempat tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya yakni Zosterops. Burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan bulat di sekitar mata berwarna putih (dari sini nama bahasa Inggris white-eye berasal) atau abu-abu.

Burung ini mempunyai bunyi yang cukup tidak mengecewakan artinya bunyi kicauannya tidak terlalu keras tapi cukup menghibur bagi si empunya, dan burung ini cukup aktif dan energik, khusus bagi anda yang ingin memelihara burung cici kacamata atau pleci ini tidak akan menyesal alasannya ocehannya cukup menyenangkan.

Sunday, 16 September 2018

Burung Anis Kembang Siap Naik Pentas

 tapi beliau yang mempunyai bunyi kristal dan speed yang rapat Burung Anis Kembang Siap Naik Pentas
Burung ini sangat pemalu, tapi beliau yang mempunyai bunyi kristal dan speed yang rapat. Sebagai penggemar KICAU MANIA/hobiburung,  pada umumnya ANIS KEMBANG yang dipelihara adalah  yang berjenis kelamin jantan. 

Lebih-lebih apabila dipelihara dengan tujuan untuk dilombakan. 

Dibanding yang betina, anis kembang jantan lebih mempunyai kicauan / bunyi yang lebih bervariasi di samping itu, juga mempunyai volume yang lebih keras dan tajam.

Perhitungan para penggemar dikala membeli punglor/anis kembang tentu berdasar suaranya. Keindahan bunyi anis/punglor kembang ditentu kan oleh volume bunyi dan irama lagunya. 

Anis/Punglor kembang yang elok suaranya terdengar los dan jernih, tidak serak atau parau. Volumenya juga keras dan tebal. 

Sementara irama lagunya bervariasi dan tidak terdengar jeda antara irama yang satu dengan irama yang lain. 

Berirama secara sedikit demi sedikit dengan percepatan yang halus.( istilah speed rapat dan kristal )
Pada tahap pembelian keunggulan anis/punglor kembang dalam hal bunyi tentu saja belum dapat terlihat. 

Namun, dengan memperhatikan fisik tampilannya kita dapat berharap memperoleh punglor kembang bersuara merdu.

Fisik yang dianggap mencirikan punglor elok antara lain berbadan panjang (bukan besar), berleher panjang, berparuh panjang, serta berbahu lebar.

Fisik yang demikian merupakan tanda bahwa burung ini mempunyai volume bunyi yang los, keras, dan tebal.
Selain itu, bentuk kepala juga perlu diperhatikan guna memperoleh punglor kembang yang bermental besar lengan berkuasa dan berani. Punglor kembang yang demikian akan lebih gampang dilatih dan dirawat.

Punglor kembang menyerupai ini ditandai dengan bentuk kepala bundar berbenjol di bab belakangnya, Jangan lupa pilih pula punglor kembang yang berpenampilan tegap.

Kesehatan

Pertimbangan terakhir yang perlu diperhatikan ialah kesehatan punglor kembang. Untuk tujuan tersebut, amati bunyi dan gerakannya. 

Burung yang sehat akan bersuara cenderung keras dan los. Tidak lemah atau berkicau setengah hati. Apabila masih piyik atau trotolan, amati bunyi ngriwiknya. Pedoman lain untuk melihat kesehatan burung ialah gerakan nya. Apabila sehat, gerakannya terlihat lincah dan tidak mau diam. Lompat ke sana kemari.

Perawatan umum Anis/punglor Kembang

Sebetulnya perawatan Anis Kembang tidaklah jauh berbeda dengan perawatan Anis Merah atau Anis Bata diantaranya:

- Jam 6-7 pagi burung dibuka dari krodong dan diangin2kan semoga kan beliau menghirup udara pagi yang segar ( biasanya dikala itu  burung paling suka ngoceh pagi2 ), dan berikan beliau 1 jangkrik untuk sarapan pagi/sarapan pembuka.

- Jam 8-9 mandikan burung dalam karamba/pemandian dan bersihkan sangkar burung.

- Pada dikala burung mandi, ganti air minum, cek voor, dan beri beliau jangkrik 2ekor, serta buah segar, baik itu apel merah, pepaya atau pisang saba ).

- Kemudian jemur secukupnya, jangan terlalu lama.

- Begitupun sore harinya sama menyerupai perawatan dipagi hari, mandi dan beri pakan secukupnya.

penting : CACING TANAH PERLU DIBERIKAN 2-3 EKOR SETIAP HARINYA KROTO SECUKUPNYA.

Manfaat Penjemuran Di Pagi Hari Untuk Burung

Sinar matahari merupakan variabel penting dan bahkan utama dalam kehidupan burung Manfaat Penjemuran Di Pagi Hari Untuk Burung
Sinar matahari merupakan variabel penting dan bahkan utama dalam kehidupan burung, termasuk burung kicauan yang dipelihara para penghobi burung. Keperluan sinar matahari yang utama yaitu untuk:

1. Pengubahan pro vitamin D menjadi vitamin D di dalam tubuh burung.
2. Membunuh jamur dan mikroba di kandang dan di tubuh burung.
3. Menghangatkan tubuh burung.

Di luar ketiga hal itu, masih banyak kegunaan sinar matahari tetapi yang utama yaitu ketiga hal tersebut di atas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penjemuran:

1. Jemur dari waktu sepagi mungkin, bahkan kalau sanggup sebelum waktu fajar sehingga sekaligus untuk pengembunan. Pengembunan anggun dilakukan untuk burung biar mereka sanggup mendapat kesejukan udara pagi hari, yang diasumsikan kondisi udaranya masih higienis tidak terkena polusi abu siang hari.

2. Jangan lakukan penjemuran melewati pukul 09.00 alasannya yaitu selepas waktu itu sinar ultarviolet sanggup menciptakan bulu burung rusak. Selepas waktu itu, sanggup dilakukan untuk penanganan atau treatment khusus burung untuk tujuan tertentu contohnya lomba, menciptakan tambah gacor, lebih ramping dan sebagainya.

3. Jangan menjemur dengan kandang dikerodong, khususnya untuk tempat panas. Penjemuran dengan kandang burung dikerodong, sanggup menimbulkan burung mendapat panas yang berlebihan. Burung sanggup kekurangan oksigen dan sanggup mati kepanasan. Untuk tempat dingin, hal ini sanggup jadi tidak menjadikan duduk kasus serius.

Untuk penghobi yang bekerja pagi-malam

Untuk penghobi yang harus berangkat kerja pagi hari dan pulang sore hari, sanggup menempatkan burung di tempat tertentu di mana burung mendapat sinar matahari dan pada sekitar pukul 09.00 sinar matahri sudah tertutup atap/dedauaan. Kalau kondisi tidak memungkinkan, maka lakukan penjemuran pada pagi hari minimal sepekan sekali (waktu libur dan sebagainya).

Sebelum atau setelah dimandikan?

Kalau Anda mengeluarkan burung semenjak subuh, maka burung sanggup dimandikan dalam karamba pada pagi hari antara pukul 06.00 – 07.00 dan sanggup pribadi dijemur alasannya yaitu sinar matahri belum panas sehingga tidak menciptakan bulu mengkerut/keriting.

Kalau Anda memandikan selepas pukul 08.00, maka sebelum dijemur perlu diangin-anginkan dulu sehingga kondisi bulu sudah teratur rapi (dirapikan si burung sendiri).

Kalau Anda pribadi menjemur setelah burung dimandikan dalam kondisi sinar matahari yang sudah panas, maka sebelum bulu sempat dirapikan burung, maka bulu sudah telanjur kering. Hal ini menimbulkan bulu menjadi keriting, tidak tertata rapi.

Soal menjemur apakah sebelum atau setelah dimandikan, jikalau hal itu dilakukan semua pada pagi hari, maka tidak ada perbendaannya. Tetapi kalau dengan sangat terpaksa Anda hanya sanggup memandikan burung setelah burung dijemur (belum sempat memandikan pada pagi hari misalnya), maka sebelum memasukkan ke karamba atau disemprot, pastikan burung sudah diangin-anginkan dulu sehingga suhu tubuhnya sudah turun.

Bagaimana jikalau kesempatan untuk memandikannya hanya pada sore hari? Nggak masalah, enjoy saja. Mandikan burung, diangin-anginkan dan dijemur dengan panas matahari sore (sebaiknya selewat kam 16.00 sehingga sinar matahari sudah tidak terlalu panas.

Benarkah penjemuran sanggup mengurangi kegemukan?

Bisa dikatakan iya, tetapi hubungannya tidak langsung. Dengan burung dijemur, maka beliau merasa panas dan kehausan. Dalam kondisi menyerupai ini burung akan lebih banyak minum ketimbang makan, dan karenanya konsumsi karbohidrat berkurang sehingga tidak banyak terjadi penumpukan lemak. Atau, burung sanggup mendapat tenaga dari pembakaran lemak tubuhnya sehingga burung sanggup menjadi lebih langsing.

Apakah penjemuran sanggup aben lemak? Nah hal ini hanyalah mitos. Tidak ada dongeng bahwa sinar matahari sanggup menimbulkan terjadinya pembakaran lemak di dalam tubuh. Cairan yang keluar dari tubuh burung yang dijemur bukanlah hasil pembakaran lemak tetapi cairan air. Itulah mengapa burung yang banyak jemur sanggup terlihat singset alasannya yaitu beliau tidak banyak mengonsumsi karbohidrat tetapi air.

Perlu ditekankan lagi bahwa burung akan mengeluarkan banyak energi yang sanggup memacu pembakaran lemak (dengan perkiraan ada pembatasan pakan) sehingga burung langsing yaitu ketika beliau banyak dimandikan. Dengan banyak dimandikan, maka burung akan banyak melaksanakan gerakan-gerakan menata bulu (didis-bahasa Jawa). Pada ketika yang sama, untuk menghangatkan badan, burung memerlukan energi. Jika dari sisi pakan ada pengurangan karbohidrat, maka mau tidak mau burung akan melepas lemak di tubuhnya dan dibakar sehingga menjelma energi. Maka menjadi langsinglah dia.

Jenis burung dan keperluan jemur

Masing-masing jenis burung memerlukan treatment yang berbeda dalam penjemuran. Hal itu diadaptasi dengan kebiasaan burung sejenisnya di alam.

1. Untuk burung-burung jenis anis, menyerupai anis merah atau punglor merah, anis kembang, anis macan; kacer poci atau sekoci dan kacer hitam, sulingan atau tledekan, jenis-jenis cucak, murai watu dan sebagainya, maka keperluan mereka untuk penjemuran relatif sedikit dibandingkan jenis burung pemakan biji-bijian.  Sebab burung jenis-jenis itu di alam sana hidup di antara pepohonan yang rindang dan tidak terbiasa berjemur berlama-lama.

2. Untuk burung-burung jenis pemakan biji menyerupai kenari, gelatik, branjangan, perkutut, derkuku, lovebird dan beberapa  burung paruh bengkok lain, sanggup dilakukan penjemuran relatif  lebih usang ketimbang burung-burung jenis anis ataupun cucak. Bahkan dalam banyak sekali kasus, beberapa burung yang macet suara sanggup diterapi dengan  penambahan waktu jemur diimbangi dengan banyak mandinya. Misalnya lovebird atau kenari, memerlukan panas yang relatif banyak.

Burung-burung pemakan biji umumnya hidup di padang rumput, ladang jagung, gandum, milet dan sebagainya yang merupakan tempat terbuka dan banyak kena sinar matahari.

3. Ada beberapa pengecualian dalam hal ini, contohnya untuk burung jalak suren, kakatua, pentet atau cendet dan beberapa burung lainnya. Burung jalak suren misalnya, meski beliau bukanlah pemakan  biji tetapi pada habitat aselinya dulu beliau selalu berada di persawahan atau rawa-rawa yang relatif mendapat banyak sinar matahari. Meski demikian, burung jalak suren tidak memerlukan penjemuran yang usang jikalau dipelihara di rumahan.

Sedangkan burung kakatua dan bebera jenis nuri, meskipun mereka pemakan biji-bijian tetapi mereka lebih banyak berasal dari habitat hutan dengan memakan biji-bijian dari pepohonan yang besar dan rindang.

Sedangkan untuk burung pentet atau cendet, beliau yaitu burung pemakan serangga dan bahkan juga makan burung lain yang lebih kecil (predator), terutama anakan di sarang. Di Bali sana misalnya, burung pentet atau cendet yaitu musuh utama para pemilik penangkaran alam anis merah, selain ular dan biawak serta beberapa jenis binatang pemangsa anakan anis merah lainnya. Cendet atau pentet terbiasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi atau bebatuan dan sebagainya ketika mengincar mangsanya. Dengan demikian pentet sanggup tahan berjam-jam di bawah sinar matahari.

Ada beberapa pengecualian untuk beberapa jenis burung lain yang tidak saya sebutkan di sini. Tetapi, sementara ini dulu ya artikel perihal penjemuran untuk burung kicauan.

Reff: omkicau

Tuesday, 11 September 2018

Beberapa Faktor Mengapa Burung Berhenti Berkicau

Masalah klasik yang di hadapi para penggemar burung berkicau adalah, kenapa burung kesayangannya tiba-tiba berhenti berkicau atau mandeg bunyi tanpa sebab, atau si burung cuma dapat ngeriwik melulu, walaupun dalam perawatan rutin sehari-hari tidak ada yang di rubah baik itu makanan ( voer ), extrafooding, mandi dan jemur.

Ada banyak faktor kenapa burung tidak mau mengoceh/bunyi atau tidak mau berkicau ibarat biasanya, atau biasanya bunyi cuma pagi hari, atau hanya gacor bila di rumah tetapi tidak gacor di lapangan, atau sebaliknya cuma gacor di lapangan tetapi tidak gacor di rumah.

Beberapa Faktor Mengapa Burung hanya dapat ngriwik terus atau burung yang tiba-tiba berhenti berkicau, atau burung hanya mau ngoceh pada waktu dan tempat-tempat tertentu saja, diantaranya yakni :
  • Burung Hanya Ngeriwik Saja 
Burung yang hanya ngeriwik biasanya adalah:
>> Burung bau tanah atau pun muda terutama tangkapan hutan. Sebab, meski muda, burung hasil tangkaran biasanya mau gacor. Mengapa? Burung hasil tangkaran besar di lingkungan insan dan kesudahannya beliau tidak ada hambatan takut kepada insan dan lingkungannya. Sedangkan burung tangkapan hutan, perlu penyesuaian yang usang dengan lingkungan manusia. Dia harus melalui proses penjinakan sehingga cepat beradaptasi.

Kalau Anda memelihara burung tangkapan hutan, kadang perlu waktu berbulan-bulan untuk menciptakan beliau tidak takut lagi dengan manusia. Biasanya, sesudah masa mabung barulah beliau dapat beradaptasi. Syaratnya, selama waktu itu pula beliau ditempatkan di kawasan yang relatif ramai, bersahabat orang rumah berlalu lalang.

Jadi Anda jangan terlalu berharap bahwa burung hasil tangkapan hutan mau gacor dalam waktu singkat sekitar 1-2 bulan. Perlu berbulan-bulan hingga benar-benar tidak takut dengan lingkungan manusia. Dengan demikian, burung yang ngeriwik terus sebetulnya yakni burung yang tidak sehat secara mental, atau mentalnya masih tertekan, dalam hal ini oleh lingkungan yang sama sekali absurd bagi dia.
>> Burung memasuki masa mabung. Burung mabung biasanya hanya ngeriwik-ngeriwik atau bahkan hanya membisu sama sekali. Cek saja bila burung Anda tiba-tiba tidak gacor, ada kemungkinan memasuki masa mabung. Ada bulu-bulu halus mulai berjatuhan.
>> Burung habis mabung, biasanya juga cuma ngeriwik. Dia tidak mau gacor sebagaimana saat bekum mabung. Hal itu disebabkan, masa rekondisi pasca mabung memang memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan. Tentu hal ini tidak berlaku untuk burung-burung tertentu, yang bahkan dalam kondisi mabung masih tetap gacor. Artinya, secara umum, burung yang gres saja mabung sebetulnya yakni burung yang tidak atau belum sehat secara fisik. Untuk mempercepat kesehatannya pulih, pastikan saja kecukupan nutrisinya.
>> Burung yang kalah sesudah diadu, biasanya juga hanya ngeriwik-ngeriwik terus tidak mau lagi gacor. Kalau hal itu terjadi pada burung Anda, maka burung Anda perlu dikarantina. Sampai kapan? Kadang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya, atau biasanya sesudah melewati lagi masa mabung. Selama perawatan, Anda juga perlu memperhatikan kecukupan pakan dan gizinya.
  • Burung Hanya Bunyi/Gacor Pada Waktu Tertentu Saja.
Ada burung tertentu yang hanya gacor pada pagi hari sementara sisa waktu selanjutnya hanya ngeriwik, atau gacor hanya malam hari, dan sebagainya. Hal itu biasanya berlaku pada burung-burung yang sebetulnya sudah tidak takut lingkungan tetapi belum fit secara fisik, dan dapat juga lantaran tidak atau belum birahi sepenuhnya. Burung yang birahi, biasanya gacor sepanjang hari. Tentu dalam hal ini Anda harus mengusahakan bagaimana biar burung tersebut dapat birahi.
Burung-burung muda juga punya kebiasaan hanya gacor pada waktu tertentu. Dengan demikian, ini hanya duduk kasus waktu yang menuntut Anda untuk bersabar.
  • Burung Hanya Bunyi/Gacor Di Tempat Tertentu.
Burung yang hanya gacor di rumah tetapi tidak di arena lomba biasanya disebabkan oleh kondisi tidak fit atau dapat juga lantaran tidak terbiasa diadu dalam keramaian. Dengan demikian, perlu dilihat dan dikondisikan fisiknya sehingga benar-benar fit dan sementara itu juga dilatih secara rutin tetapi terukur bila Anda memang pengin punya burung yang mau dan terbiasa gacor di arena lomba atau di keramaian.
Burung yang hanya gacor di arena lomba tetapi tidak gacor di rumah. Burung ibarat ini biasanya disebabkan oleh kondisi kurang birahi. Dalam kondisi ibarat itu, burung hanya birahi saat dirangsang oleh datangnya “musuh” atau “pesaing” yakni burung lain. Semetara bila di rumah, di mana tidak ada musuh, beliau tidak bersemangat untuk bersuara. Tingkatkan birahinya, itu salah satu kuncinya.

Namun demikian, ada juga burung yang memang sudah punya huruf ibarat itu, yakni hanya mau bunyi bila ada lawannya. Kalau sudah berbicara mengenai karakter, maka tidak ada obat apapun yang manjur.

Friday, 7 September 2018

Burung Lokal Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

Selamatkan Burung Lokal Indonesia Dari Kepunahan Burung Lokal Indonesia Sangat Mengkhawatirkan
Tahukah anda bahwa Negara kita Indonesia ini sangat banyak dan bermacam-macam dengan aneka burung di alam hutannya, dari mulai burung hias sampai burung berkicau.

Indonesia menjadi pemilik dari 1.594 jenis spesies burung dan menjadi negara ke lima terbesar dunia dari 10.000 jenis satwa itu yang sekarang berkembang biak.

Manajer kegiatan konservasi Perhimpunan Burung Liar Indonesia atau Burung Indonesia, Ria Saryanthi, di Bogor, mengatakan, Indonesia telah menjadi satu negara Mega Bird Diversity dengan banyaknya populasi burung.

Hanya saja populasi yang banyak itu sekarang terancam punah akhir rusaknya habitat mereka yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makanan. 

Kini lima puluh persen jenis burung di dunia terancam punah lantaran habitatnya terusik kegiatan manusia.

Dia mengatakan, kondisi tersebut juga terjadi di Indonesia. Dari seluruh jenis burung yang terancam punah, lebih dari setengahnya tinggal di hutan sebagai habitat utamanya.

Namun begitu, keragaman burung di Indonesia juga menghadapi ancaman. Pihaknya mencatat, 122 jenis terancam punah dan masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). 

“Rinciannya, 18 jenis berstatus `kritis`, 31 jenis `genting`, sementara 73 jenis tergolong `rentan`. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang burungnya paling banyak terancam punah,” katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, selain perburuan dan perdagangan, penyebab utama terancam-punahnya banyak sekali jenis burung di Indonesia ialah gangguan atau tekanan pada habitat.

“Kegiatan insan mengubah lingkungan alami (hutan) menjadi lahan pertanian, perkebunan, sampai pembangunan infrastruktur untuk kegiatan industri, merupakan serangkaian aktifitas yang mengakibatkan berkurang bahkan hilangnya habitat burung,”

Ia mengatakan, jenis-jenis merpati hutan (Columba sp.), uncal (Macropygia sp.), delimukan (Chalcopaps sp. dan Gallicolumba sp. ), pergam (Ducula sp.), dan walik (Ptilinopus sp.) merupakan keluarga merpati yang mempunyai ketergantungan sangat tinggi dengan habitat hutan.

“Tak mengherankan jikalau dari 122 jenis yang terancam punah, 12 jenis di antaranya juga merupakan suku Collumbidae,” katanya.

Meningkatnya tekanan terhadap hidupan liar dan ekosistem alami ini, ujarnya, disebabkan bertambahnya jumlah penduduk serta kebijakan ekonomi dan pembangunan.

Selamatkan Burung Lokal Indonesia Dari Kepunahan Burung Lokal Indonesia Sangat Mengkhawatirkan
Lebih lanjut ia mengatakan, timbulnya tekanan terhadap habitat alami juga erat kaitannya dengan kemiskinan, pemanfaatan sumber daya dan lahan hutan, serta pengembangan pertanian.

“Faktor-faktor ini yang mendorong terjadinya kerusakan habitat, meningkatnya polusi, dan pemanfaatatan sumber daya alam secara berlebihan,” katanya.

Untuk mencegahnya, kata Ria, prioritas konservasi perlu dilakukan untuk mencegah semakin tingginya tekanan terhadap habitat. 

Pendekatan melalui pengelolaan daerah konservasi oleh masyarakat dan akad pelestarian dengan pemilik lahan sanggup dilakukan.

“Pendekatan ini memperlihatkan kesempatan yang lebih fleksibel bagi pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, di sisi lain, pendekatan alternatif sanggup memperlihatkan bantuan besar terhadap pengurangan angka kemiskinan di sekitar kawasan, yang sangat bergantung kepada sumber daya alam yang tersedia.

Sedangkan penguatan kapasitas masyarakat sanggup dilakukan melalui pembentukan Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan, yang merupakan adonan dari beberapa desa di sekitar daerah konservasi.

“Kelompok masyarakat bersama pemerintah sanggup bantu-membantu menyusun taktik pengelolaan menurut akad antara para pemangku kepentingan. Berbekal penguatan kapasitas masyarakat, dibutuhkan daerah prioritas sanggup dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat sekitar kawasan,” katanya.

Selain itu,  alternatif pengelolaan lain sanggup dilakukan dalam bentuk konsesi untuk restorasi ekosistem yang bertujuan mengembalikan kondisi biotik dan abiotik sehingga tercapai keseimbangan hayati.

Melalui restorasi ekosistem, hutan yang sebagian telah rusak sanggup diselamatkan dan dikembalikan sebagaimana kondisi aslinya.

“Restorasi ekosistem tidak hanya meningkatkan produktifitas hutan dan pelestarian keragaman hayati, tetapi juga peningkatan nilai ekonomi sumber daya hutan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Ria.

Beliau mengatakan, rilis ini diterbitkan Burung Indonesia untuk memperingati Hari Sejuta Pohon yang diperingati pada 10 Januari setiap tahun.

Burung Indonesia ialah organisasi nirlaba dengan nama lengkap Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia yang menjalin kemitraan dengan Bird Life International, Inggris
(KR-LR/M027/A038)
Sumber: ANTARA  

Artikel di kutip dari ( http://indonesiaberprestasi.web.id )

Jaga Keselamatan Dan Populasi Burung Di Indonesia Dari Kepunahan

 Burung sangat berandil besar terhadap regenarasi dan ekosistem hutan dan berfungsi sebaga Jaga Keselamatan Dan Populasi Burung Di Indonesia Dari Kepunahan
Indonesia termasuk negara megabiodiversity dengan kekayaan burung sebanyak 1.597 jenis atau 16 persen dari total 10 ribu jenis burung di dunia.

Burung sangat berandil besar terhadap regenarasi dan ekosistem hutan dan berfungsi sebagai indikator alami kualitas lingkungan. Dari 126 jenis yang terancam punah, 19 berstatus kritis, 33 genting, dan 74 berstatus rentan. 

Hal itu terungkap di hari perayaan keragaman burung di Indonesia yang jatuh setiap tanggal 15 Juli juga hari ulang tahun Perhimpunan Pelestarian Burung Liar di Indonesia (Burung Indonesia) yang ke-10 di Kebun Raya Bogor, Minggu (15/7).

Secercah asa, biar kesadaran melestarikan dan melindungi sumber daya alam hayati di Indonesia berubah dan meningkat, Burung Indonesia meluncurkan empat perangko seri Burung Terancam Punah Indonesia.

Kementerian Kehutanan berhubungan dengan Kementerian Komunikasi & Informatika, Direktorat Jenderal Pos & Telekomunikasi, dan Burung Indonesia akan meluncurkan empat perangko seri “Burung Terancam Punah Indonesia” di Kebun Raya Bogor, pada hari Minggu, 15 Juli 2012, bertepatan dengan hari perayaan keragaman burung di Indonesia dan sekaligus Ulang Tahun Burung Indonesia ke-10. 

Pada program tersebut, akan dilakukan pula penandatanganan Sampul Hari Pertama (SHP) perangko seri “Burung Terancam Punah Indonesia” oleh Menteri Kehutanan. Perangko empat jenis burung terancam punah ini dicetak sebanyak 50 ribu lembar dalam bentuk minisheet dan 300 ribu lembar untuk fullsheet.

Keempat jenis burung terancam punah Indonesia yang menghiasi perangko tersebut elang flores (Nisaetus floris), mandar gendang (Habroptila wallacii), celepuk siau (Otus siaoensis), dan burung madu sanghie (Aethopyga duyvenbodei).

 Burung sangat berandil besar terhadap regenarasi dan ekosistem hutan dan berfungsi sebaga Jaga Keselamatan Dan Populasi Burung Di Indonesia Dari Kepunahan
Elang flores (Nisaetus floris)
Elang flores (Nisaetus floris) merupakan burung berukuran 71-82 cm yang hanya terdapat di pulau Lombok (pada batas Taman Nasional Rinjani), Sumbawa dan Flores, serta pulau kecil Satonda dan Rinca. Populasi yang hanya 100 pasang dan cenderung menurun alasannya kerusakan dan  kehilangan habitat, menimbulkan Badan Konservasi Dunia (IUCN) pada tahun 2009 memutuskan sebagai jenis Kritis (Critically Endangered/CR). 





 Burung sangat berandil besar terhadap regenarasi dan ekosistem hutan dan berfungsi sebaga Jaga Keselamatan Dan Populasi Burung Di Indonesia Dari Kepunahan
Celepuk Siau (Otus siaoensis)
Celepuk Siau (Otus siaoensis) merupakan burung hantu yang termasuk dalam kelompok Strigidae. Informasi keberadaan jenis ini hanya menurut spesimen yang dikoleksi di Pulau Siau, Sulawesi Utara, pada 1866. Perkiraan populasi tidak lebih dari 50 individu dewasa, akhirnya ditetapkan sebagai Kritis (Critically Endangered/CR). 


 
 Burung sangat berandil besar terhadap regenarasi dan ekosistem hutan dan berfungsi sebaga Jaga Keselamatan Dan Populasi Burung Di Indonesia Dari Kepunahan
Burung-madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei)
Burung-madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei) merupakan jenis burung-madu berukuran 12 cm yang hanya sanggup dijumpai di pulau kecil Sangihe dan populasinya tersebar terpisah. Populasinya di alam diperkirakan antara 13.000-29.000 individu dewasa. Menyusutnya hutan primer dan sekunder menimbulkan Badan Konservasi Dunia (IUCN) menempatkannya sebagai jenis yang Genting (Endangered/EN). Kepadatannya sangat rendah, kecuali di satu lokasi: Pegunungan Sahendaruman.  


 Burung sangat berandil besar terhadap regenarasi dan ekosistem hutan dan berfungsi sebaga Jaga Keselamatan Dan Populasi Burung Di Indonesia Dari Kepunahan
mandar gendang (Habroptila wallacci)

 Mandar gendang (Habroptila wallacii) merupakan jenis yang hanya dijumpai di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Populasinya terus menurun akhir habitatnya yang terfragmentasi sehingga IUCN menetapkannya dengan status Rentan (Vulnerable/VU). Burung tanah berukuran 40 cm yang tidak sanggup terbang ini jumlahnya diperkirakan antara 2.500-9.999 individu dewasa.

 
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memenuhi sasaran konvensi pelestarian keragaman hayati (UN-CBD) berupa mengurangi kehilangan habitat alami penting; meningkatkan  manfaat alam  ibarat layanan ekosistem dan restorasi. Burung-burung sanggup menjadi alat untuk memenuhi sasaran tersebut, melalui alat Daerah Penting bagi Burung (DPB), tempat yang  memerlukan agresi konservasi prioritas sanggup diidentifikasi. 

Demikian pula agresi konservasi yang dilakukan menjadi terukur dan terarah melalui pemantauan DPB tersebut. Hal ini akan semakin baik pula dengan ditunjang oleh kerjasama dengan para pihak, baik di dalam maupun di luar jaringan tempat konservasi.

 Sebagai negara mega bird diversity, Indonesia merupakan negara kelima terbesar habitat species burung dengan kekayaan sebanyak 1.597 jenis atau 16 % dari total 10.000 species burung yang ada di dunia. 

Dari hampir 1.600 jenis burung di Indonesia, 126 jenis di antaranya merupakan jenis-jenis terancam punah. Keempat jenis burung yang menghiasi seri perangko kali ini merupakan jenis-jenis burung terancam punah yang hanya terdapat di tempat Wallacea. 

Wallacea merupakan sebuah tempat yang terdiri dari ribuan pulau kecil yang terletak di antara tempat Asia di barat dan Australasia di timur. Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara merupakan belahan dari Wallacea. Posisinya yang unik menciptakan tempat ini kaya akan fauna gabungan dari dua benua tersebut sekaligus ratusan spesies endemik atau sekitar 67 persen.

Burung Anis Merah - Burung Kicau Yang Memiliki Gaya Unik

 yakni burung yang memiliki gaya berkicau beda dari burung Burung Anis Merah - Burung Kicau Yang Mempunyai Gaya Unik
Burung Anis Merah, yakni burung yang memiliki gaya berkicau beda dari burung-burung berkicau jenis lainnya, burung ini yakni burung eksentrik di kelasnya, sebut saja burung yang bisa teler.

Tapi belakangan ini burung anis merah serasa tidak ada lagi maraknya ibarat dulu, entah mengapa, ini berdasarkan sepengetahuan saya akhir-akhir ini, bagaimana tidak, disetiap ajang latihan mingguan yang di adakan didaerah tertentu ( sebut saja daerah/kota " X " ), sudah tidak ramai lagi, bahkan bisa dikatakan tidak ada kelasnya dalam latihan burung anis merah ini, padahal berdasarkan saya burung anis merah ini sungguh unik dan memiliki ciri khasnya dalam membawakan ocehannya.

Biasanya burung anis merah ini sangat ramai diperjual belikan di pasar kota " X ", dan banyak pula para pehobi anis merah ini membawanya ke pasar burung hanya sekedar melatih mental burungnya, namun ketika ini saya sudah tidak lagi menemukan dipasar burung X, walaupun ada itu hanya satu atau dua itupun burung anis merah yang bisa dikatakan masih materi atau anak.

Mungkinkah para pehobi Burung Anis Merah sudah berpindah ke lain burung, yang berdasarkan mereka simpel dalam pemeliharaannya dan murah harganya, hingga ketika ini masih menjadi pertanyaan.

Banyak para kicau mania yang menyampaikan bahwa memelihara burung anis merah sangat sulit merawat dan memeliharanya, ada juga yang bilang anis merah burung yang sangat manja, burung yang simpel stres, dan burung yang susah dan usang bunyi, dan belum lagi banyak yang menyampaikan harga burung anis merah ini sudah terlalu mahal dan tidak ibarat dulu lagi, sehingga tidak terjangkau dengan isi dompet mereka, yang memang setahu saya dulu harga burung anis merah di pasar X ini dibawah satu juta dan itu sudah teler, rajin berkicau.

Seiring dengan waktu, ternyata harga burung anis yang sudah teler mencapai 2-3juta, itu pun harga pasar atau harga rumah dan bukan harga dilapangan, yang mana harga lapangan yakni harga yang ideal dengan kualitas burung tersebut jikalau ia mau bekerja di lapangan walaupun hanya latihan bersama.

Sebenarnya merawat burung anis merah ini sama dengan merawat burung-burung berkicau lainnya, hanya saja mungkin para kicau mania tidak sabar dalam memeliharanya, padahal untuk mengakibatkan burung ocehan menjadi rajin berkicau yakni sabar, ya sabar yakni kunci suksesnya.

Dan ketika ini burung anis merah sudah kalah pamor dengan burung-burung lainnya, sebut saja ketika ini sedang trend-trendnya dan marak dibicarakan dikalangan pecinta burung berkicau di tanah air, yaitu burung Pleci si cicikacamata yang mungil, bagaimana tidak burung pleci ini sanggup menciptakan para kicau mania ke pincut, selain harganya yang relatif terjangkau dan burung pleci ini sudah memiliki kelas tersendiri di ajang lomba burung berkicau dan tidak tanggung-tanggung 3 kelas di berikan khusus untuk burung pleci ini.

Memang saya akui burung pleci ini bisa menarik perhatian di kalangan pecinta burung kurang lebihnya 2 tahun belakangan ini, semua pehobi burung niscaya memelihara burung pleci ini, selamat buat burung pleci yang sudah masuk dalam daftar menjadi burung yang berkelas.

Kembali ke Burung Anis, tapi apakah harus di tinggalkan oleh penggemarnya, kemana ketika ini para pehobi anis merah, sudah bosankan dengannya, sudah tidak mau melihat gaya telernya dalam membawakan lagu kicauannya, tapi mudah-mudahan masih banyak penggemar anis merah di kota-kota lain, supaya bagaimanapun burung anis merah yakni burung yang memiliki gaya unik, burung yang multitalenta sebab burung anis merah sangat komplit dalam menirukan bunyi jenis burung kicau yang ada.

Masih mau lihat gaya telernya anis merah, ini ia Burung anis merah yang sedang teler yang saya ambil dari salah satu youtube kepunyaan agan MSARISETIONO di unggah tahun 2010.< numpang share ya gan..>

Cekidoot....

Thursday, 6 September 2018

Burung - Burung Sawah Yang Hampir Punah

Ancaman dan hilangnya atau putusnya ekosistem burung-burung di Indonesia menciptakan saya prihatin atas hal ini, entah kenapa padahal saya sendiri penggemar burung berkicau, tapi saya sendiri masih mempunyai pedoman bahwa hingga kapan eksploitasi burung-burung di Indonesia ini berhenti atau setidaknya berkurang dari perburuan besar-besaran.

Salah satunya yang saya khawatirkan ialah burung-burung sawah seperti, ciblek, prenjak, cici, atau sejenis burung-burung sawah lainnya.

Yang saya ungkap disini ialah burung Ciblek atau Prenjak dan burung sawah lainnya, burung ini dahulu masih sering dan banyak di dengar suaranya di alamnya, menyerupai di pepohonan rumah atau di sawah, namun belakangan ini sudah makin jarang di dengar di alamnya.

Sebelum tahun 1990-an, burung - burung sawah sejenis ciblek ini boleh dibilang tidak mempunyai nilai ekonomi, sehingga banyak dibiarkan bebas dan meliar menyerupai halnya burung gereja dan burung pipit dan sebab sifatnya yang gampang menyesuaikan diri dan tidak takut pada insan menyebabkan populasi burung ini cukup tinggi pada wilayah-wilayah yang sesuai.

Setelah tahun-tahun belakangan ini, burung ini mulai banyak diburu orang untuk diperdagangkan terutama di Jawa, apalagi burung ini gampang dijumpai di wilayah perkebunan dan mempunyai keistimewaan gampang jinak, sifat jinaknya menciptakan dia gampang ditangkap dengan cara dipikat yaitu menggunakan dukungan cermin di dalam sangkar. Burung yang tertarik dengan bayangannya sendiri akan terjebak di dalam sangkar.

Cara lainnya dalam perburuan burung ini yaitu dengan memasang jerat atau rajut di sekitar sarangnya, atau dengan perangkap getah (pulut) pada tempat-tempat tidurnya di waktu malam, para penangkap burung yang terampil, bahkan, kerap hanya bermodalkan senter, kehati-hatian dan kecepatan tangan menangkap burung yang tidur di malam hari.

Bayangkan saja berapa jumlah yang di tangkap oleh para pencari burung-burung ini dalam semalam atau perharinya, itu perburuan dari satu wilayah saja atau daerah-daerah tertentu, belum lagi dari kawasan yang lainnya se jawa atau se Indonesia, dapat di bayangkan setiap hari burung-burung ini di tangkap untuk dijual.

Semua itu terjadi sebab banyaknya faktor dalam kehidupan ekonomi kita yang meyebabkan terjadi semacam eksploitasi burung-burung di hutan, belum lagi timbulnya tekanan terhadap habitat alami juga erat kaitannya dengan kemiskinan, pemanfaatan sumber daya dan lahan hutan, serta pengembangan pertanian, Faktor-faktor ini yang mendorong terjadinya kerusakan habitat, meningkatnya polusi, dan pemanfaatatan sumber daya alam secara berlebihan.

Kembali ke burung sawah yang banyak di buru secara besar-besaran, Sayang sekali burung ini mudah stres dan mati dalam pemeliharaan, terutama apabila yang ditangkap ialah burung dewasa, belum lagi jikalau pemeliharanya tidak berpengalaman, namun ini agaknya tidak menyurutkan minat para penangkap burung untuk terus memburunya, hingga sekarang, burung ini masih sulit untuk dibiakkan, Sejak Tahun 2010, salah seorang penghobi burung pekicau Iwan Lippo Cikarang berhasil menangkarkan ciblek.

Eksploitasi yang berlebihan sangat berbahaya bagi populasi ciblek, di wilayah-wilayah tertentu menyerupai di pinggiran Jakarta dan Bogor, kini seolah ‘kehabisan stok’ padahal sebelum tahun 90-an burung ini masih melimpah. Perenjak jawa semakin jarang terlihat di taman-taman, dan hadir terbatas di tempat-tempat tertentu yang masih erat hutan.

Bagaimana dengan para kicau mania di Indonesia, apakah mempunyai pedoman yang sama dengan saya, dan bagaimana nasib burung-burung sawah itu 10 hingga 15 tahun ke depan, apakah masih ada populasinya dan ekosistemnya di alamnya?

Wednesday, 5 September 2018

Warna - Warni Burung Flamingo

 ialah spesies dari burung  berkaki jenjang yang hidup berkelompok Warna - Warni Burung Flamingo
Burung Flamingo ialah spesies dari burung berkaki jenjang yang hidup berkelompok. Mereka berasal dari genus Phoenicopterus dan familia Phoenicopteridae

Burung ini ditemukan di penggalan bumi barat dan timur, namun lebih banyak terdapat di penggalan timur. Terdapat 4 spesies flamingo di Amerika dan 2 jenis flamingo di Dunia Lama.

Karakteristik burung Flamingo ini seringkali bangun dengan satu kaki, alasan mengenai hal ini tidaklah banyak diketahui, ada yang menyampaikan bahwa flamingo mempunyai kemampuan untuk menciptakan setengah bab tubuhnya berada dalam keadaan tidur dengan posisi sedemikian rupa, namun hal ini belum cukup terbukti. 

Ada yang menyampaikan bahwa posisi bangun dengan satu kaki untuk menjaga biar kaki tidak basah, dengan maksud mengkonservasi energi. Karena bangun di atas perairan, flamingo memakai kaki berjaring mereka yang juga dipakai untuk mengaduk lumpur demi mencari makanan.

Flamingo muda keluar dari telur dengan warna abu-abu, namun flamingo cukup umur mempunyai warna bervariasi dari merah muda sampai merah cerah alasannya basil akuatik dan beta karoten yang terkandung dalam kuliner mereka, Flamingo yang makan cukup mempunyai warna yang lebih cerah dan menarik sehingga gampang dalam menarik pasangannya, sedangkan flamingo pucat atau putih umumnya tidak sehat dan malnutrisi. 

Flamingo yang ditangkarkan umumnya mempunyai warna merah muda pucat alasannya asupan beta karoten yang didapatkan tidak sebanyak yang didapatkan kerabat mereka di alam liar, hal inilah yang mengubah sikap pengurus kebun hewan untuk memberi makan udang kepada flamingo ibarat di alam liar.

Makanan burung Flamingo menyaring air untuk mendapat udang, paruh mereka yang berbentuk sedemikian rupa menyesuaikan diri untuk menyaring air dan lumpur untuk mendapat makanan, struktur lamellae, yang juga terdapat pada burung akuatik penyaring kuliner lainnya, terdapat dalam paruh mereka dan membantu proses penyaringan. Warna merah muda cerah mereka dikarenakan beta karoten yang terdapat dalam kuliner mereka. Udang dan alga biru-hijau ialah sumber beta karoten yang umum didapatkan flamingo.


Air Daun Sirih Dan Air Beras

daun sirih dan air beras basmi kutu burung Air Daun Sirih Dan Air Beras
Rendaman air daun Sirih dan air bekas mencuci beras di yakini sanggup menghilangkan dan mencegah kutu yang terdapat pada burung berkicau.

Banyak sekali problem atau problem yang terdapat pada burung peliharaan kita di rumah yaitu salah satunya kutu yang terdapat pada burung-burung kesayangan kita, diantara burung yang terjangkit kutu jahat ialah memiliki gejala salah satu diantaranya sebagai berikut :
  • Burung sering mencabuti bulunya sendiri.
  • Burung sanggup jadi terlihat lesu.
  • Warna bulu burung terlihat kusam dan patah
  • Burung sanggup malas ngoceh.
  • Bulu-bulu halus atau bulu kecil burung sering  rontok.
Ada cara kondusif dan murah biaya dalam mencegaha dan menghilangkan kutu pada burung, cara ini aku rasa sudah banyak yang mengetahuinya dan mencobanya, jadi kali ini aku hanya ingin memberitahukan kembali kepada rekan-rekan kicau mania pehobi burung yang belum mengetahui cara tradisional untuk menghilangkan kutu pada burung.

Tapi, sebelum anda melaksanakan pengobatan, pastikan burung dalam kondisi sehat secara umum dan jangan melaksanakan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit sedang terlihat sakit, alasannya pada dikala itu daya tahan burung sedang lemah, dalam kondisi ini, kalau burung diterpa obat anti kutu beliau akan gampang ngedrop alasannya obat tersebut minimal mengandung insektisida jenis tertentu yang sanggup “memabukkan” burung.

Cara Mengatasi Kutu Burung Dengan Air Rendaman Daun Sirih
  • Rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter ( 4 gelas ukuran normal ). Setelah direbus hingga air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu sanggup disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar sanggup masuk hingga ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara pribadi di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung ( kalaupun kena mata juga tidak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus). Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu hingga dan tunggu sekitar 1-2 jam biar kutu dan telornya benar-benar mati, atau sanggup juga dipakai untuk adonan air mandi burung didalam pemandian atau karamba bila burung anda tidak mau dipegang.
Cara Mengatasi Kutu Burung Dengan Air Bekas Mencuci Beras
  • Untuk air bekas cucian beras, gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih, sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi sanggup menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, beliau hanya bersifat “merontokkan” /melepaskan “pegangan” telor dan kutu pada bulu burung, dengan demikian, penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung), penggunaan air cucian beras sanggup juga dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif.
Memang Kutu pada burung kicauan merupakan salah satu problem yang cukup serius, bila terus kita biarkan, burung akan terlihat lesu acak-acakan dan performanya akan turun drastis, dan sebagai kicau mania, tentu hal ini dihentikan terjadi dan sebagai pencegahannya kita harus akil menjaga kebersihannya, baik kebersihan sangkar dari rayap/kutu dan kotoran burung.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ialah kebersihan kandang, kebersihan tangkringan, serta rutinitas mandi dan bahkan jangan hingga saling tukar kerodong meski kerodong tersebut dari burung lain milik kita sendiri.

Monday, 3 September 2018

Tingkatan Perihal Bunyi Pleci

 Hobi Burung Pleci Kacamata ternyata masih menjadi pilihan banyak orang sampai sekarang Tingkatan Tentang Suara Pleci
Hobi Burung Pleci Kacamata ternyata masih menjadi pilihan banyak orang sampai kini, entah mungkin alasannya yaitu harga yang sangat terjangkau dan gampang dalam memeliharanya, atau sanggup juga alasannya yaitu memang burung ini kalau di pelihara atau di rawat secara baik dan serius akan gampang menghasilkan kicauan yang cantik dan merdu.

Tak heran setiap kali mengunjungi rumah sobat dan para hobi burung lainnya selalu ada burung pleci di setiap gantangan di depan rumahnya, apalagi kalau burung pleci tersebut sudah mengeluarkan ocehan dan kicauannya dengan beberapa lagu atau isian yang yummy didengar.

Burung Pleci ini memang sangat gampang di master dengan burung-burung lainnya dan sangat cepat merekam dan menirukan bunyi burung lain, bahkan dengan memperdengarkan bunyi burung lain dengan memakai Handphone pun burung pleci ini sanggup menangkap dan merekam secara cepat dan menirukannya.

Branjangan, Gelatik, Ciblek, Kenari, Mozambik, Cucak Jenggot dan Cililin sangat gampang di rekam oleh pleci ini, jadi sanggup di rekomendasikan burung-burung tersebut sanggup dijadikan master untuk burung pleci, kalau anda memang serius ingin menyebabkan pleci anda menjadi burung pleci yang sangat Mewah.

Lepas dari hal tersebut di atas, ada beberapa tahapan dan tipe bunyi pada burung pleci sampai menjadi gacor, cor, berikut ini tahap demi tahap wacana ocehan burung pleci yang mungkin juga perlu anda pahami, mengenai burung pleci ngerol, ngalas, ngriwik dan sebainya, berikut tahapan tahapannya.

Apakah Ngerol itu, ngerol pada pleci yaitu bunyi burung pleci yang artinya bunyi burung pleci yang panjang atau sambung menyambung menjadi rangkaian lagu serasi yang lebih panjang, dan di dalam bunyi ngerol tersebut terdapat bunyi isian dan bunyi burung pleci ngalas yang di bawakan secara rapat.

Baik, pribadi saja berikut inil yaitu tahap-tahapan burung pleci biar mau bunyi ngerol, pertama terang pleci diam, tanpa bunyi betul ? Nada panggil pada tahap ini, burung Pleci mengeluarkan bunyi yang bertujuan untuk memanggil pasangan atau koloni nya.

Nada panggil ini biasa kita dengar menyerupai Ciew Ciew.... atau cuit....cuit... dan lainnya sesuai jenis dan dan endemik burung Pleci tersebut, yang dilantunkan dengan paruh terbuka lebar. Ngeriwik, pada tahap ini, burung Pleci mulai me-replay lagu dan isian dengan volume bunyi pelan, paruh cenderung tertutup, bunyi masih di tahan pada bab tenggorokan, sesekali terlihat paruh sedikit terbuka, lagu yang di replay burung umumnya berasal pemasteran alami/buatan yang terekam di Auditory Memori ( otak ) burung tersebut.

Dalam tahap ini, masih belum terlalu terang jenis bunyi burung apa yang sedang dinyanyikan, pada umumnya pada fase ngeriwik ini, gaya burung Pleci terlihat menggeleng-gelengkan kepala yang oleh sebagian besar orang disebut dengan sebutan teler, sedangkan persepsi gaya teler yang dimaskudkan pada burung Pleci TIDAK SAMA dengan gaya teler pada burung Anis Merah.

Ngeriwik Kasar, merupakan tahapan berikutnya dimana burung Pleci mulai mereplay lagu dan isian dengan volume bunyi yang keluar lebih terang dengan paruh mulai membuka, artinya, Pleci tidak lagi menahan kicauanya di tenggorokan melainkan sudah dikeluarkan dengan posisi paruh lebih sering buka tutup, tidak jarang, burung Pleci mengeluarkan riwikannya sambil menggelengkan kepala atau teler ke kiri-kanan menyerupai mirip burung Anis Merah / Bata.

Pleci yang mulai mapan dan birahi biasanya menjadi berani mengeluarkan riwikan kasarnya bila di dekatkan dengan pleci lain, dalam tahap ini, isian sudah terdengar cukup terang menyerupai misalya bunyi burung ciblek, prenjak, kenari, gelatik wingko, kolibri, kutilang, bunyi yang dikeluarkan masih sanggup terdengar dari jarak 5-10 meter, umumnya pada fase ngeriwik ini, gaya burung Pleci terlihat menggeleng-gelengkan kepala yang oleh sebagian besar orang disebut dengan sebutan teler, sedangkan persepsi gaya teler yang dimaskudkan pada burung Pleci TIDAK SAMA dengan gaya teler pada burung Anis Merah.

Ngeplong, pada tahap ini burung Pleci berkicau variatif lantang dengan volume bunyi yang keras ( loud ), pada burung Pleci, fase ini disebut juga dengan BUKA PARUH, banyak kategori dalam hal ngeplong ( buka paruh ) ini, yang pertama yaitu Ngalas yang artinya melagukan bunyi kicauan orisinil burung Pleci menyerupai di habitatnya ( bantalan = hutan ), yang kedua yaitu burung Pleci yang ngeplong dengan banyak sekali isian yang bukan bunyi orisinil burung Pleci, pada ketika ngeplong ini, bunyi kicauan burung Pleci tersebut sanggup terdengar dari jarak puluhan meter.

Ngerol, merupakan tahap berkicau pada burung Pleci yang tinggi. Suara Ngeplong ( baik standar bunyi Pleci, semi isian ataupun full isian ) dibawakan sambung menyambung secara variatif, diulang-ulang dan kadang dibarengi dengan banyak sekali bunyi isian dengan volume bunyi naik turun yang lantang dengan paruh terbuka lebar ( buka paruh ), suara yang dikeluarkan sanggup terdengar dari jarak puluhan meter.

Gambar Burung Pleci

Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesia, kita tahu bahwa Indonesia juga kaya akan banyak sekali jenis burung, salah satunya yang kita buka ialah gambar - gambar burung pleci yang ada di kepingan bumi pertiwi ini.

Mungkin tidak semuanya yang sanggup dijelaskan di sini secara rinci, entah itu dari tempat asalnya sampai mungkin saja ragam suaranya, tapi ini mungkin sanggup menjadi lebih terang bahwa burung pleci di Indonesia sangat banyak ragam dan jenisnya sesuai dengan tempat asalnya.

Yang kita tahu burung pleci di Indonesia mungkin hanya pleci biasa atau pleci yang berwarna kuning kecil dan pleci yang berwarna abu-abu atau mata putih, padahal pleci kacamata banyak sekali modelnya.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali jenis-jenis burung Pleci, mulai dari burung pleci kacamata Jawa, burung pleci kacamata Sulawesi, sampai jenis burung pleci kacamata Papua, berikut ini ada beberapa gambar atau foto burung pleci, tapi pastinya aku tidak tahu wacana tempat asal dan orisinil dari negara mana burung-burung pleci ini, alasannya ialah gambar atau foto-foto ini yang ada ini di unduh dari banyak sekali sumber, yang terang ini ialah ragam dan jenis burung-burung pleci kacamata  :

 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci KAi ( Zosterops Grayi )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Sulawesi ( Zosterops Consobrinorum )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Jawa ( Zosterops Flavus )


 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Makasar ( Zosterops Anomalus )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Togian ( Zosterops Somadikartai )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Laut ( Zosterops Chloris )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Tual ( Zosterops Uropygialis )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Arfak ( Zosterops Fuscicapilla )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Dahi Hitam, Manado ( Zosterops Atrifrons )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Wallacea ( Zosterops Wallacei )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Papua ( Zosterops Novaeguineae )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Limau ( Zosterops Citrinella )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Mata Putih Ambon ( Zosterops Kuehni )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Biak ( Zosterops Mysorensis )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Kecil ( Zosterops Minor )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Kepala Hitam ( Zosterops Hypoxanthus )
 Berikut ini beberapa gambar burung pleci yang ada di seluruh Dunia atau Asia dan Indonesi Gambar Burung Pleci
Pleci Tagula ( Zosterops Meeki )

Itulah bermacam-macam model - model foto atau gambar burung pleci kacamata, mudah-mudahan akan menambah pengetahuan dan biar bermanfaat.