Showing posts with label BNI 46. Show all posts
Showing posts with label BNI 46. Show all posts

Wednesday, 6 June 2018

Kartu Atm Untuk Anak Dari Bni

Kartu ATM untuk Anak-anak
Menabung telah menjadi kebiasaan belum dewasa semenjak mereka mendapat uang saku sekolah, terutama alasannya yakni ketika mereka masuk sekolah, ada kegiatan menabung bagi siswa di sekolah.
Selama ini, selain menabung di sekolah, belum dewasa juga menabung di rumah dengan memakai celengan dari plastik yang berbentuk lucu-lucu. Untuk tabungan di sekolah, saya biasanya menganggarkan secara harian yang include dengan uang saku. Sedangkan untuk tabungan di rumah, murni diperoleh dari sisa uang saku atau dari sumber lain, ibarat dari santunan saudara dan kerabat ketika silaturahim.

Untuk tabungan di sekolah, pengendalian penggunaannya relatif bagus, alasannya yakni belum dewasa tidak sanggup mengambil sesuka hati. Mereka biasanya mengambil tabungan bila ada keperluan sekolah, ibarat ada kegiatan outbond, ulang tahun sobat atau guru, dan kebutuhan sekolah lain yang ingin segera diselesaikan, di mana semua itu eksklusif dalam pengawasan guru. Untuk pengambilan di luar itu, belum dewasa hanya sanggup mengambil maksimal Rp50.000, bila lebih dari itu, maka pengambilan tabungan harus dilakukan oleh orangtua atau wali. 

Masalahnya kemudian adalah, ketika belum dewasa sudah ada yang masuk Sekolah Menengah Pertama, kendali keuangan menjadi sedikit sulit, alasannya yakni mereka sudah mempunyai kebutuhan lebih. Uang yang seharusnya untuk ditabungkan kadang kala harus terpakai untuk kegiatan bersama teman-teman.
Bahkan tabungan di celengan plastik pun kadang mulutnya harus dibuka sedikit lebih lebar biar sanggup mengambil isinya. Jadinya .... Tabungan pun tidak lagi sanggup berfungsi sebagai tabungan. Malahan, kadang kala kebaikan hati para krucils menjadi lahan empuk bagi si abang tertua untuk mengambil tabungan dari celengan plastik adik-adiknya. Tentu dengan komitmen akan dikembalikan.

Melihat kebiasaan belum dewasa tersebut, akhirnya, dengan kebaikan hati my hubby, kelima belum dewasa yang imut dan lucu itu pun kami bukakan rekening tabungan di Bank. Bank pilihan kami untuk belum dewasa adalan Bank Nasional Indonesia (BNI). Sementara jenis tabungan yang kami pilih yakni tabungan BNI Tunas Hasanah. Dengan demikian, belum dewasa mempunyai rekening atas nama masing-masing. Dan, pastinya mereka juga punya kartu ATM atas nama mereka masing-masing.
Aheeemm ... lebih kondusif dan bikin belum dewasa bangga.
Buku Tabungan BNI Tunas Hasanah Para Krucils
O iya, pingin tahu mengapa kami menentukan BNI Tunas Hasanah?
Salah satu alasannya yakni alasannya yakni kebetulan saya dan my hubby sudah punya rekening di BNI. Dan kami percaya dengan reputasi BNI yang telah komitmen memperlihatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia selama 69 tahun ini.
Dengan rekening bank yang sama, proses transfer dana sanggup dilakukan tanpa harus terkena biaya transfer. Demikian pula untuk pengecekan saldo dan mutasi rekening sanggup dilakukan melalui BNI internet banking.
Kini, mereka sanggup mengumpulkan uangnya di saya dulu sebelum saya menyetornya ke rekening masing-masing. Dan itu tidak perlu repot-repot harus ke bank, alasannya yakni saya cukup memindahnya via BNI internet banking dari tabungan saya yang juga di BNI (atas nama my hubby), alasannya yakni rekening BNI atas nama saya, sudah saya gunakan untuk dana penyisihan untuk bisnis my hubby.

Nah, lebih mudah kan. Meskipun mereka sudah punya kartu ATM masing-masing, mereka tetap sanggup saling membantu sesama saudara. Seperti ketika saya dan my hubby harus ke Jakarta selama seminggu, maka saya tidak perlu repot-repot memberi mereka uang tunai, alasannya yakni mereka sanggup mengambil uang di ATM untuk kebutuhan mereka. Dan, ketika saya dan my hubby kembali ke Surabaya, mereka tinggal meng'klaim'kan besaran uang yang terpakai.
Alhamdulillah, dengan kartu ATM, mereka sanggup lebih mengendalikan pengeluaran, dan tidak semena-mena dalam memakai uang. Satu lagi, bagi belum dewasa yang sudah remaja, mereka juga tidak lagi sedikit-sedikit merengek minta uang ketika mereka ingin belanja online. Mereka cukup melaksanakan transfer via ATM untuk melaksanakan pembayaran. Dan, itu pun terkendali, alasannya yakni mereka harus memperhatikan saldo di rekening mereka ketika belanja.

Tuh kan, dengan menabung di BNI, belum dewasa pun sudah sanggup menabung di bank dengan rekening atas nama mereka sendiri, mempunyai kartu ATM, berguru mengelola keuangan sendiri, dan berguru bertrasaksi yang kondusif secara online. Pastinya, sebagai orangtua tetap membantu mengontrol dan mendukung semangat menabung mereka.
O iya, ketika registrasi rekening gres untuk anak-anak, alasannya yakni mereka masih belum mempunyai KTP maka mereka memakai KTP saya. Dan, yang bertanda tangan di kartu ATM juga saya ....

Mudahnya Membayar Pajak Melalui Bank

Pic @mom_of_five
Membayar pajak merupakan kewajiban bagi warga negara, jadi sebagai warga negara yang baik, harus patuh membayar pajak ya. Apalagi, seiring dengan kemajuan teknologi, kini membayar pajak kini lebih mudah. Bisa lewat mana saja, baik kantor pos maupun transfer bank. Kaprikornus tidak perlu ada antrian ngantri lagi. Juga, tidak perlu takut direpotkan denga hitungan-hitungan pajak lebih bayar atau kurang bayar, atau istilah-istilah perpajakan lainnya.

Kok dapat bilang begitu?
La iyalah, soalnya saya pernah dimintai dukungan sama staf serpihan keuangan yang bekerja di kantor my hubby untuk 'menemani' ia membayar pajak melalui bank BNI. Waktu itu, ia harus membayar pajak yang tertangguh pembayarannya pada tahun kemarin. Jumlah pajak yang harus dibayarkan sekitar Rp20 juta-an.

Awalnya, untuk membayar pajak tersebut, ia bermaksud memakai dana penyisihan yang disisihkan di Bank BNI dengan rekening atas nama saya. Nah, sebab letaknya tidak mengecewakan jauh dari rumah, adalah di daerah Dharmawangsa, saya meng'kuasa'kan pentransferan pembayaran pajak kepada staf serpihan umum. Saya pun mengisi surat kuasa transfer dan menawarkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya, semoga kegiatan itu dapat dilakukan oleh staf serpihan umum saja.
Tetapi, ternyata si staf serpihan umum tersebut kembali dengan tangan hampa, sebab berdasarkan dia, untuk transfer pembayaran pajak itu, harus saya sendiri yang ke Bank. Jadinya, surat kuasa yang sudah saya tanda tangani tidak jadi dapat digunakan.
Sebagai tambahan, masih berdasarkan staf serpihan umum yang sudah saya beri surat kuasa tadi, kalau ingin membayar pajak dengan cara transfer eksklusif dari bank, maka saya harus ke Bank dimana saya membuka rekening dulu, adalah di Cabang Dharmawangsa Surabaya. Jadi, dihentikan dilakukan di kantor cabang terdekat, yang terletak di sebelah Carefour Rungkut. Jika saya ingin melaksanakan transfer melalui kantor cabang terdekat, maka saya harus menarik tunai dulu.

Akhirnya, sebab staf serpihan keuangan my hubby tidak ingin merepotkan saya, ia pun tetapkan untuk mengambil secara tunai saja, untuk selanjutnya ia yang akan mentransferkan ke rekening penerimaan pembayaran pajak. Di sini, pengambilan secara tunai dapat dilakukan di kantor cabang BNI mana saja, termasuk yang di bersahabat rumah. Nah, saya pun berangkat ke sana bersama staf my hubby.

Setelah hingga di Kantor Cabang BNI terdekat di daerah Carefour Rungkut, Surabaya, menyerupai biasa kalau ingin menarik tunai, saya pun eksklusif mengisi formulir penarikan tunai dan kemudian menyerahkan ke kasir. Kebetulan siang itu tidak ada antrian panjang, sehingga kami dapat berdialog dengan kasir. Saya pun memberikan tujuan saya melaksanakan penarikan uang tunai, adalah untuk ditransfer kembali ke rekening pembayaran pajak.

Dan, ternyata ... dengan klarifikasi dan keramahan serpihan kasir, kami tidak perlu mengambil uang tunai dulu untuk melaksanakan pembayaran pajak. Kami dapat eksklusif mentransfer pembayaran pajak melalui kantor cabang BNI terdekat tersebut.
Mendengar klarifikasi mBak Kasir yang ramah dan cantik, formulir pengambilan uang tunai yang sudah saya isi pun kami batalkan, sebab kami tidak perlu repot-repot mengambil uang tunainya. Kami cukup menawarkan berkas tagihan pajak, dan serpihan kasir sudah mengecek dan metransfernya berdasarkan berkas-berkas tersebut. Setelah formulir pengambilan tunai yang sudah saya isi disobek oleh mBak Kasir, saya kemudian mengisi formulir transfer, tanda tangan, memperlihatkan buku tabungan dan kartu ATM, pencet PIN, dan semua berjalan lancar.

Pengecekan berkas pemberitahuan pembayaran pajak dilakukan oleh mbak Kasir dengan seksama, sementara saya dan staf serpihan keuangan my hubby menunggu di ruang lobby yang adem. Tidak terasa, mBak Kasir telah simpulan melaksanakan pengecekan, penghitungan, dan pentransferan beban pajak yang harus kami selesaikan.
Dan ... berkas pajak pun dikembalikan kepada kami, buku tabungan dicetak (print out), simpulan deh. Tagihan pajak terbayar dengan cukup gampang dan cepat.

Nah, ayo bayar pajak kalian juga ya. Ternyata membayar pajak dapat dilakukan melalui bank dengan cepat dan mudah. GPL, GPR, dan GPA: gak pake lama, gak pake rumit, dan gak pakai antri.
Dan .... ternyata lagi, bukan hanya saya yang bilang kalau pelayanan pajak di BNI itu bagus, tetapi Kementerian Keuangan juga bilang kalau layanan pajak BNI terbaik lo.  

Tuesday, 17 April 2018

Kartu Atm Untuk Anak Dari Bni

Kartu ATM untuk Anak-anak
Menabung telah menjadi kebiasaan belum dewasa semenjak mereka mendapat uang saku sekolah, terutama alasannya yakni ketika mereka masuk sekolah, ada kegiatan menabung bagi siswa di sekolah.
Selama ini, selain menabung di sekolah, belum dewasa juga menabung di rumah dengan memakai celengan dari plastik yang berbentuk lucu-lucu. Untuk tabungan di sekolah, saya biasanya menganggarkan secara harian yang include dengan uang saku. Sedangkan untuk tabungan di rumah, murni diperoleh dari sisa uang saku atau dari sumber lain, ibarat dari santunan saudara dan kerabat ketika silaturahim.

Untuk tabungan di sekolah, pengendalian penggunaannya relatif bagus, alasannya yakni belum dewasa tidak sanggup mengambil sesuka hati. Mereka biasanya mengambil tabungan bila ada keperluan sekolah, ibarat ada kegiatan outbond, ulang tahun sobat atau guru, dan kebutuhan sekolah lain yang ingin segera diselesaikan, di mana semua itu eksklusif dalam pengawasan guru. Untuk pengambilan di luar itu, belum dewasa hanya sanggup mengambil maksimal Rp50.000, bila lebih dari itu, maka pengambilan tabungan harus dilakukan oleh orangtua atau wali. 

Masalahnya kemudian adalah, ketika belum dewasa sudah ada yang masuk Sekolah Menengah Pertama, kendali keuangan menjadi sedikit sulit, alasannya yakni mereka sudah mempunyai kebutuhan lebih. Uang yang seharusnya untuk ditabungkan kadang kala harus terpakai untuk kegiatan bersama teman-teman.
Bahkan tabungan di celengan plastik pun kadang mulutnya harus dibuka sedikit lebih lebar biar sanggup mengambil isinya. Jadinya .... Tabungan pun tidak lagi sanggup berfungsi sebagai tabungan. Malahan, kadang kala kebaikan hati para krucils menjadi lahan empuk bagi si abang tertua untuk mengambil tabungan dari celengan plastik adik-adiknya. Tentu dengan komitmen akan dikembalikan.

Melihat kebiasaan belum dewasa tersebut, akhirnya, dengan kebaikan hati my hubby, kelima belum dewasa yang imut dan lucu itu pun kami bukakan rekening tabungan di Bank. Bank pilihan kami untuk belum dewasa adalan Bank Nasional Indonesia (BNI). Sementara jenis tabungan yang kami pilih yakni tabungan BNI Tunas Hasanah. Dengan demikian, belum dewasa mempunyai rekening atas nama masing-masing. Dan, pastinya mereka juga punya kartu ATM atas nama mereka masing-masing.
Aheeemm ... lebih kondusif dan bikin belum dewasa bangga.
Buku Tabungan BNI Tunas Hasanah Para Krucils
O iya, pingin tahu mengapa kami menentukan BNI Tunas Hasanah?
Salah satu alasannya yakni alasannya yakni kebetulan saya dan my hubby sudah punya rekening di BNI. Dan kami percaya dengan reputasi BNI yang telah komitmen memperlihatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia selama 69 tahun ini.
Dengan rekening bank yang sama, proses transfer dana sanggup dilakukan tanpa harus terkena biaya transfer. Demikian pula untuk pengecekan saldo dan mutasi rekening sanggup dilakukan melalui BNI internet banking.
Kini, mereka sanggup mengumpulkan uangnya di saya dulu sebelum saya menyetornya ke rekening masing-masing. Dan itu tidak perlu repot-repot harus ke bank, alasannya yakni saya cukup memindahnya via BNI internet banking dari tabungan saya yang juga di BNI (atas nama my hubby), alasannya yakni rekening BNI atas nama saya, sudah saya gunakan untuk dana penyisihan untuk bisnis my hubby.

Nah, lebih mudah kan. Meskipun mereka sudah punya kartu ATM masing-masing, mereka tetap sanggup saling membantu sesama saudara. Seperti ketika saya dan my hubby harus ke Jakarta selama seminggu, maka saya tidak perlu repot-repot memberi mereka uang tunai, alasannya yakni mereka sanggup mengambil uang di ATM untuk kebutuhan mereka. Dan, ketika saya dan my hubby kembali ke Surabaya, mereka tinggal meng'klaim'kan besaran uang yang terpakai.
Alhamdulillah, dengan kartu ATM, mereka sanggup lebih mengendalikan pengeluaran, dan tidak semena-mena dalam memakai uang. Satu lagi, bagi belum dewasa yang sudah remaja, mereka juga tidak lagi sedikit-sedikit merengek minta uang ketika mereka ingin belanja online. Mereka cukup melaksanakan transfer via ATM untuk melaksanakan pembayaran. Dan, itu pun terkendali, alasannya yakni mereka harus memperhatikan saldo di rekening mereka ketika belanja.

Tuh kan, dengan menabung di BNI, belum dewasa pun sudah sanggup menabung di bank dengan rekening atas nama mereka sendiri, mempunyai kartu ATM, berguru mengelola keuangan sendiri, dan berguru bertrasaksi yang kondusif secara online. Pastinya, sebagai orangtua tetap membantu mengontrol dan mendukung semangat menabung mereka.
O iya, ketika registrasi rekening gres untuk anak-anak, alasannya yakni mereka masih belum mempunyai KTP maka mereka memakai KTP saya. Dan, yang bertanda tangan di kartu ATM juga saya ....

Mudahnya Membayar Pajak Melalui Bank

Pic @mom_of_five
Membayar pajak merupakan kewajiban bagi warga negara, jadi sebagai warga negara yang baik, harus patuh membayar pajak ya. Apalagi, seiring dengan kemajuan teknologi, kini membayar pajak kini lebih mudah. Bisa lewat mana saja, baik kantor pos maupun transfer bank. Kaprikornus tidak perlu ada antrian ngantri lagi. Juga, tidak perlu takut direpotkan denga hitungan-hitungan pajak lebih bayar atau kurang bayar, atau istilah-istilah perpajakan lainnya.

Kok dapat bilang begitu?
La iyalah, soalnya saya pernah dimintai dukungan sama staf serpihan keuangan yang bekerja di kantor my hubby untuk 'menemani' ia membayar pajak melalui bank BNI. Waktu itu, ia harus membayar pajak yang tertangguh pembayarannya pada tahun kemarin. Jumlah pajak yang harus dibayarkan sekitar Rp20 juta-an.

Awalnya, untuk membayar pajak tersebut, ia bermaksud memakai dana penyisihan yang disisihkan di Bank BNI dengan rekening atas nama saya. Nah, sebab letaknya tidak mengecewakan jauh dari rumah, adalah di daerah Dharmawangsa, saya meng'kuasa'kan pentransferan pembayaran pajak kepada staf serpihan umum. Saya pun mengisi surat kuasa transfer dan menawarkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya, semoga kegiatan itu dapat dilakukan oleh staf serpihan umum saja.
Tetapi, ternyata si staf serpihan umum tersebut kembali dengan tangan hampa, sebab berdasarkan dia, untuk transfer pembayaran pajak itu, harus saya sendiri yang ke Bank. Jadinya, surat kuasa yang sudah saya tanda tangani tidak jadi dapat digunakan.
Sebagai tambahan, masih berdasarkan staf serpihan umum yang sudah saya beri surat kuasa tadi, kalau ingin membayar pajak dengan cara transfer eksklusif dari bank, maka saya harus ke Bank dimana saya membuka rekening dulu, adalah di Cabang Dharmawangsa Surabaya. Jadi, dihentikan dilakukan di kantor cabang terdekat, yang terletak di sebelah Carefour Rungkut. Jika saya ingin melaksanakan transfer melalui kantor cabang terdekat, maka saya harus menarik tunai dulu.

Akhirnya, sebab staf serpihan keuangan my hubby tidak ingin merepotkan saya, ia pun tetapkan untuk mengambil secara tunai saja, untuk selanjutnya ia yang akan mentransferkan ke rekening penerimaan pembayaran pajak. Di sini, pengambilan secara tunai dapat dilakukan di kantor cabang BNI mana saja, termasuk yang di bersahabat rumah. Nah, saya pun berangkat ke sana bersama staf my hubby.

Setelah hingga di Kantor Cabang BNI terdekat di daerah Carefour Rungkut, Surabaya, menyerupai biasa kalau ingin menarik tunai, saya pun eksklusif mengisi formulir penarikan tunai dan kemudian menyerahkan ke kasir. Kebetulan siang itu tidak ada antrian panjang, sehingga kami dapat berdialog dengan kasir. Saya pun memberikan tujuan saya melaksanakan penarikan uang tunai, adalah untuk ditransfer kembali ke rekening pembayaran pajak.

Dan, ternyata ... dengan klarifikasi dan keramahan serpihan kasir, kami tidak perlu mengambil uang tunai dulu untuk melaksanakan pembayaran pajak. Kami dapat eksklusif mentransfer pembayaran pajak melalui kantor cabang BNI terdekat tersebut.
Mendengar klarifikasi mBak Kasir yang ramah dan cantik, formulir pengambilan uang tunai yang sudah saya isi pun kami batalkan, sebab kami tidak perlu repot-repot mengambil uang tunainya. Kami cukup menawarkan berkas tagihan pajak, dan serpihan kasir sudah mengecek dan metransfernya berdasarkan berkas-berkas tersebut. Setelah formulir pengambilan tunai yang sudah saya isi disobek oleh mBak Kasir, saya kemudian mengisi formulir transfer, tanda tangan, memperlihatkan buku tabungan dan kartu ATM, pencet PIN, dan semua berjalan lancar.

Pengecekan berkas pemberitahuan pembayaran pajak dilakukan oleh mbak Kasir dengan seksama, sementara saya dan staf serpihan keuangan my hubby menunggu di ruang lobby yang adem. Tidak terasa, mBak Kasir telah simpulan melaksanakan pengecekan, penghitungan, dan pentransferan beban pajak yang harus kami selesaikan.
Dan ... berkas pajak pun dikembalikan kepada kami, buku tabungan dicetak (print out), simpulan deh. Tagihan pajak terbayar dengan cukup gampang dan cepat.

Nah, ayo bayar pajak kalian juga ya. Ternyata membayar pajak dapat dilakukan melalui bank dengan cepat dan mudah. GPL, GPR, dan GPA: gak pake lama, gak pake rumit, dan gak pakai antri.
Dan .... ternyata lagi, bukan hanya saya yang bilang kalau pelayanan pajak di BNI itu bagus, tetapi Kementerian Keuangan juga bilang kalau layanan pajak BNI terbaik lo.  

Thursday, 5 April 2018

Kartu Atm Untuk Anak Dari Bni

Kartu ATM untuk Anak-anak
Menabung telah menjadi kebiasaan belum dewasa semenjak mereka mendapat uang saku sekolah, terutama alasannya yakni ketika mereka masuk sekolah, ada kegiatan menabung bagi siswa di sekolah.
Selama ini, selain menabung di sekolah, belum dewasa juga menabung di rumah dengan memakai celengan dari plastik yang berbentuk lucu-lucu. Untuk tabungan di sekolah, saya biasanya menganggarkan secara harian yang include dengan uang saku. Sedangkan untuk tabungan di rumah, murni diperoleh dari sisa uang saku atau dari sumber lain, ibarat dari santunan saudara dan kerabat ketika silaturahim.

Untuk tabungan di sekolah, pengendalian penggunaannya relatif bagus, alasannya yakni belum dewasa tidak sanggup mengambil sesuka hati. Mereka biasanya mengambil tabungan bila ada keperluan sekolah, ibarat ada kegiatan outbond, ulang tahun sobat atau guru, dan kebutuhan sekolah lain yang ingin segera diselesaikan, di mana semua itu eksklusif dalam pengawasan guru. Untuk pengambilan di luar itu, belum dewasa hanya sanggup mengambil maksimal Rp50.000, bila lebih dari itu, maka pengambilan tabungan harus dilakukan oleh orangtua atau wali. 

Masalahnya kemudian adalah, ketika belum dewasa sudah ada yang masuk Sekolah Menengah Pertama, kendali keuangan menjadi sedikit sulit, alasannya yakni mereka sudah mempunyai kebutuhan lebih. Uang yang seharusnya untuk ditabungkan kadang kala harus terpakai untuk kegiatan bersama teman-teman.
Bahkan tabungan di celengan plastik pun kadang mulutnya harus dibuka sedikit lebih lebar biar sanggup mengambil isinya. Jadinya .... Tabungan pun tidak lagi sanggup berfungsi sebagai tabungan. Malahan, kadang kala kebaikan hati para krucils menjadi lahan empuk bagi si abang tertua untuk mengambil tabungan dari celengan plastik adik-adiknya. Tentu dengan komitmen akan dikembalikan.

Melihat kebiasaan belum dewasa tersebut, akhirnya, dengan kebaikan hati my hubby, kelima belum dewasa yang imut dan lucu itu pun kami bukakan rekening tabungan di Bank. Bank pilihan kami untuk belum dewasa adalan Bank Nasional Indonesia (BNI). Sementara jenis tabungan yang kami pilih yakni tabungan BNI Tunas Hasanah. Dengan demikian, belum dewasa mempunyai rekening atas nama masing-masing. Dan, pastinya mereka juga punya kartu ATM atas nama mereka masing-masing.
Aheeemm ... lebih kondusif dan bikin belum dewasa bangga.
Buku Tabungan BNI Tunas Hasanah Para Krucils
O iya, pingin tahu mengapa kami menentukan BNI Tunas Hasanah?
Salah satu alasannya yakni alasannya yakni kebetulan saya dan my hubby sudah punya rekening di BNI. Dan kami percaya dengan reputasi BNI yang telah komitmen memperlihatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia selama 69 tahun ini.
Dengan rekening bank yang sama, proses transfer dana sanggup dilakukan tanpa harus terkena biaya transfer. Demikian pula untuk pengecekan saldo dan mutasi rekening sanggup dilakukan melalui BNI internet banking.
Kini, mereka sanggup mengumpulkan uangnya di saya dulu sebelum saya menyetornya ke rekening masing-masing. Dan itu tidak perlu repot-repot harus ke bank, alasannya yakni saya cukup memindahnya via BNI internet banking dari tabungan saya yang juga di BNI (atas nama my hubby), alasannya yakni rekening BNI atas nama saya, sudah saya gunakan untuk dana penyisihan untuk bisnis my hubby.

Nah, lebih mudah kan. Meskipun mereka sudah punya kartu ATM masing-masing, mereka tetap sanggup saling membantu sesama saudara. Seperti ketika saya dan my hubby harus ke Jakarta selama seminggu, maka saya tidak perlu repot-repot memberi mereka uang tunai, alasannya yakni mereka sanggup mengambil uang di ATM untuk kebutuhan mereka. Dan, ketika saya dan my hubby kembali ke Surabaya, mereka tinggal meng'klaim'kan besaran uang yang terpakai.
Alhamdulillah, dengan kartu ATM, mereka sanggup lebih mengendalikan pengeluaran, dan tidak semena-mena dalam memakai uang. Satu lagi, bagi belum dewasa yang sudah remaja, mereka juga tidak lagi sedikit-sedikit merengek minta uang ketika mereka ingin belanja online. Mereka cukup melaksanakan transfer via ATM untuk melaksanakan pembayaran. Dan, itu pun terkendali, alasannya yakni mereka harus memperhatikan saldo di rekening mereka ketika belanja.

Tuh kan, dengan menabung di BNI, belum dewasa pun sudah sanggup menabung di bank dengan rekening atas nama mereka sendiri, mempunyai kartu ATM, berguru mengelola keuangan sendiri, dan berguru bertrasaksi yang kondusif secara online. Pastinya, sebagai orangtua tetap membantu mengontrol dan mendukung semangat menabung mereka.
O iya, ketika registrasi rekening gres untuk anak-anak, alasannya yakni mereka masih belum mempunyai KTP maka mereka memakai KTP saya. Dan, yang bertanda tangan di kartu ATM juga saya ....

Mudahnya Membayar Pajak Melalui Bank

Pic @mom_of_five
Membayar pajak merupakan kewajiban bagi warga negara, jadi sebagai warga negara yang baik, harus patuh membayar pajak ya. Apalagi, seiring dengan kemajuan teknologi, kini membayar pajak kini lebih mudah. Bisa lewat mana saja, baik kantor pos maupun transfer bank. Kaprikornus tidak perlu ada antrian ngantri lagi. Juga, tidak perlu takut direpotkan denga hitungan-hitungan pajak lebih bayar atau kurang bayar, atau istilah-istilah perpajakan lainnya.

Kok dapat bilang begitu?
La iyalah, soalnya saya pernah dimintai dukungan sama staf serpihan keuangan yang bekerja di kantor my hubby untuk 'menemani' ia membayar pajak melalui bank BNI. Waktu itu, ia harus membayar pajak yang tertangguh pembayarannya pada tahun kemarin. Jumlah pajak yang harus dibayarkan sekitar Rp20 juta-an.

Awalnya, untuk membayar pajak tersebut, ia bermaksud memakai dana penyisihan yang disisihkan di Bank BNI dengan rekening atas nama saya. Nah, sebab letaknya tidak mengecewakan jauh dari rumah, adalah di daerah Dharmawangsa, saya meng'kuasa'kan pentransferan pembayaran pajak kepada staf serpihan umum. Saya pun mengisi surat kuasa transfer dan menawarkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya, semoga kegiatan itu dapat dilakukan oleh staf serpihan umum saja.
Tetapi, ternyata si staf serpihan umum tersebut kembali dengan tangan hampa, sebab berdasarkan dia, untuk transfer pembayaran pajak itu, harus saya sendiri yang ke Bank. Jadinya, surat kuasa yang sudah saya tanda tangani tidak jadi dapat digunakan.
Sebagai tambahan, masih berdasarkan staf serpihan umum yang sudah saya beri surat kuasa tadi, kalau ingin membayar pajak dengan cara transfer eksklusif dari bank, maka saya harus ke Bank dimana saya membuka rekening dulu, adalah di Cabang Dharmawangsa Surabaya. Jadi, dihentikan dilakukan di kantor cabang terdekat, yang terletak di sebelah Carefour Rungkut. Jika saya ingin melaksanakan transfer melalui kantor cabang terdekat, maka saya harus menarik tunai dulu.

Akhirnya, sebab staf serpihan keuangan my hubby tidak ingin merepotkan saya, ia pun tetapkan untuk mengambil secara tunai saja, untuk selanjutnya ia yang akan mentransferkan ke rekening penerimaan pembayaran pajak. Di sini, pengambilan secara tunai dapat dilakukan di kantor cabang BNI mana saja, termasuk yang di bersahabat rumah. Nah, saya pun berangkat ke sana bersama staf my hubby.

Setelah hingga di Kantor Cabang BNI terdekat di daerah Carefour Rungkut, Surabaya, menyerupai biasa kalau ingin menarik tunai, saya pun eksklusif mengisi formulir penarikan tunai dan kemudian menyerahkan ke kasir. Kebetulan siang itu tidak ada antrian panjang, sehingga kami dapat berdialog dengan kasir. Saya pun memberikan tujuan saya melaksanakan penarikan uang tunai, adalah untuk ditransfer kembali ke rekening pembayaran pajak.

Dan, ternyata ... dengan klarifikasi dan keramahan serpihan kasir, kami tidak perlu mengambil uang tunai dulu untuk melaksanakan pembayaran pajak. Kami dapat eksklusif mentransfer pembayaran pajak melalui kantor cabang BNI terdekat tersebut.
Mendengar klarifikasi mBak Kasir yang ramah dan cantik, formulir pengambilan uang tunai yang sudah saya isi pun kami batalkan, sebab kami tidak perlu repot-repot mengambil uang tunainya. Kami cukup menawarkan berkas tagihan pajak, dan serpihan kasir sudah mengecek dan metransfernya berdasarkan berkas-berkas tersebut. Setelah formulir pengambilan tunai yang sudah saya isi disobek oleh mBak Kasir, saya kemudian mengisi formulir transfer, tanda tangan, memperlihatkan buku tabungan dan kartu ATM, pencet PIN, dan semua berjalan lancar.

Pengecekan berkas pemberitahuan pembayaran pajak dilakukan oleh mbak Kasir dengan seksama, sementara saya dan staf serpihan keuangan my hubby menunggu di ruang lobby yang adem. Tidak terasa, mBak Kasir telah simpulan melaksanakan pengecekan, penghitungan, dan pentransferan beban pajak yang harus kami selesaikan.
Dan ... berkas pajak pun dikembalikan kepada kami, buku tabungan dicetak (print out), simpulan deh. Tagihan pajak terbayar dengan cukup gampang dan cepat.

Nah, ayo bayar pajak kalian juga ya. Ternyata membayar pajak dapat dilakukan melalui bank dengan cepat dan mudah. GPL, GPR, dan GPA: gak pake lama, gak pake rumit, dan gak pakai antri.
Dan .... ternyata lagi, bukan hanya saya yang bilang kalau pelayanan pajak di BNI itu bagus, tetapi Kementerian Keuangan juga bilang kalau layanan pajak BNI terbaik lo.