Saat membaca goresan pena di beberapa daerah mengenai kerjasama dokter dengan farmasist ataupun pabrikan obat, saya hanya tersenyum, alasannya ialah saya sudah pernah membicarakan perihal fenomena itu dengan my hubby beberapa waktu yang lalu. Bahkan, pada dikala kami masih rajin-rajinnya ke dokter untuk memeriksakan kehamilan dan cek kesehatan si sulung.
Dan, terkait mengapa alhasil kami tidak sering ke dokter kalau belum dewasa atau kami sakit, itu ialah alasannya ialah my hubby mulai menyadari bahwa badan kita mempunyai energi untuk melaksanakan recovery diri.
Kalau saya eksklusif sih, memang dari kecil tidak dekat dengan obat dan dokter. Karena saya takut disuntik hehehe ...
So, di rumah, kami paling sedia obat gosok semacam minyak kayu putih atau minyak telon, atau jenis-jenis minyak gosok lainnya, cairan infus untuk luka, kapas, dan umbi-umbian, semacam kunyit, temulawak, kencur, dan jahe, serta madu atau gula siwalan.
Jika ada keluhan pusing atau demam, batuk, pilek, meriang, maka obat gosok dan minuman dari salah satu umbi-umbian itu akan meringankan. Nah, kembali ke dokter yang berhubungan dengan farmasist atau pabrikan obat, itu terlihat kentara pada resep obat yang diberikan. Atau, pada obat yang disediakan oleh dokter di etalase obatnya. Isi etalasi itu biasanya sangat senada. Obat keluaran satu pabrikan. Saat mendapatkan obat, biasanya saya memang mengecek nama obat dan hukum pakainya, bahkan meskipun sudah ada goresan pena di kertas kecil segiempat mengenai hukum minumnya.
Nah, mengenai pemakaian antibiotik, saya pernah menerima klarifikasi dari seorang dokter seorang hebat kulit dan kelamin, bahwa kalau ditanyai sama dokter, apakah menentukan obat generic atau antibiotik kategori yang manis dengan harga yang lebih mahal. Maka kata dokter tersebut, lebih baik menentukan mbat generic, alasannya ialah antibiotik yang kategori lebih tinggi justru akan mengganggu antibodi kita.
Begitulah ... Dan, akhirnya. Alhamdulillah, keyakinan kami bahwa badan kita diciptakan dengan sempurna, sangat membantu kami untuk meyakini, bahwa setiap penyakit yang diberikan ialah sebatas kemampuan badan untuk melaluinya. Karena energiNya sangat sempurna.
So, bukan berarti kami tidak percaya dengn dokter, tetapi pengalaman kami dikala berinteraksi secara lebih dekat dan dekat dengan beliau-beliau justru banyak memberi manfaat dan pegetahuan, mengenai bagaimana melaksanakan recovery dikala sakit, dan bagaimana seharusnya menjaga kesehatan tanpa harus bergantung pada obat-obatan kimia.
Pic. by @mom_of_five

EmoticonEmoticon