Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts

Friday, 26 October 2018

Cara Beternak Dan Budidaya Burung Puyuh

CARA BETERNAK DAN BUDIDAYA BURUNG PUYUH

Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh. Puyuh yaitu nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat bersahabat namun nama mereka mempunyai sikap dan karakteristik fisik yang mirip. 

Burung puyuh yaitu unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan bisa terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.

Bisakah burung puyuh diternak atau dibudidayakan ? Burung puyuh yaitu unggas kecil yang tumbuh secara liar, namun juga bisa dipelihara di sangkar pada halaman belakang rumah. Tidak menyerupai ayam, kebanyakan peraturan kota tidak melarang masyarakat untuk memelihara burung puyuh. Burung puyuh yaitu binatang tenang, kecil, dan bisa menguasai diri dengan baik yang bisa menghasilkan 5-6 telur setiap minggu. Pastikan bahwa Anda menyediakan cahaya, air, makanan, dan kebersihan yang cukup di ketika Anda memeliharanya.

Bagaimana Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh ? Burung puyuh banyak di jadikan binatang ternak diberbagai penjuru dunia bahkan di Indonesia. Burung puyuh mempunyai banyak manfaat yang penting dalam kehidupan manusia, yakni telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi, protein dan lemak yang elok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Cara beternak dan Budidaya Burung Puyuh harus diperhatikan hal-hal berikut ini yakni :
A. Pemilihan Lokasi
Lokasi yang sempurna dalam beternak burung puyuh mempunyai beberapa kriteria, antara lain: 1. Berjauhan dari keramaian dan pemukiman penduduk 2. Sirkulasi udara higienis harus diperhatikan biar sanggup memperkuat daya tahan badan puyuh terhadap penyakit 3. Lokasi dan sangkar atau daerah untuk beternak puyuh sebaiknya mempunyai lokasi yang strategis praktis dijangkau oleh kendaraan biar mempermudah proses distribusi.

B. Penyiapan sarana kandang
Penyiapan sarana sangkar disini maksudnya menyiapakan sangkar untuk daerah tinggal puyuh serta bagaimana memodifikasi sangkar biar burung puyuh tidak praktis stress dan produksi telur menjadi meningkat.

Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan yaitu temperature yang ideal dan normal berkisar 20-25 derajat celcius. Adapun sangkar yang biasanya dipakai untuk budidaya burung puyuh,antara lain : 1. Kandang untuk induk petelur, sangkar ini dipakai untuk pembibitan. Ukuran, luas dan tinggi sangkar ini semua sama dan kepadatannya pun boleh sama. 2. Kandang untuk anak puyuh dikhususkan untuk anak puyuh pada umur stater yakni umur anakan puyuh 1 hari sampai 2-3 mingguan. Kandang ini sangat berkhasiat bagi anakan puyuh untuk menjaga badan puyuh tersebut tetap hangat sehingga tidak rentan terhadap penyakit dan abses banyak sekali virus. 3. Kandang untuk puyuh grower (usia 3-6 mingguan) dan layer (usia lebih dari 6 minggu) dan bentuk ukuran sangkar sama dengan untuk induk petelur,serta ganjal sangkar umumnya terbuat dari kawat ram.

C. Penyiapan hibrida
Dalam penyiapan bibit puyuh yang unggul harus memperhatikan dulu tujuan dalam pemeliharaan puyuh tersebut. Ada tiga tujuan dalam memelihara burung puyuh, pertama untuk produksi telur konsumsi maka diharapkan bubut ketam betina yang sehat, bebas dari penyakit. Kedua untuk produksi daging puyuh maka harus dipilih bibit puyuh jantan dan betina petelur yang unggul. Ketiga untuk tujuan pembibitan. Untuk hal ini pilihlah bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya, dan puyuh jantan yang siap membuahi puyuh betina biar menjamin hasil telur tetas yang baik dan berkualitas tinggi.

D. Pemeliharaan burung puyuh
Dalam pemeliharaan burung puyuh ada beberapa point yang harus diperhatikan, antara lain : 1. Pemberian pakan (makan) dan minum, kontribusi pakan pada burung puyuh sanggup berupa bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Pada puyuh anakan sebaiknya diberi pakan 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Sedangkan untuk puyuh remaja/dewasa sebaiknya diberikan satu kali dalam sehari yaitu pada pagi hari 2. Sanitasi dan pencegahan, untuk mencegah timbulnya penyakit ternak pada burung puyuh, sebaiknya sanitasi lingkungan sangkar harus dijaga dengan baik dan biar tidak menjadikan penyakit yang tidak di inginkan. 3. Penerangan sangkar dan sirkulasi sangkar dalam pemeliharaan burung puyuh maka yang harus diperhatikan yaitu memperhatikan ketersediaan cahaya matahari yang cukup supaya puyuh menerima vitamin D yang cukup dan alami dari sinar matahari tersebut.

E. Pemberian Pakan atau Makanan
1) Pakan puyuh petelur pemula (quail starter) 
Pada ketika puyuh masih anakan, pertumbuhan badan sangat perlu dipacu. Kandungan pakan yang harus dikonsumsi dimasa pertumbuhan ini yaitu protein. Adapun susunan kandungan gizi materi pakan untu puyuh anakan sebagai brikut.
·            Kadar air ( maksimal)                              14,0%
·            Protein agresif (minimal)                           24,0%
·            Lemak agresif (minimal)                            2,8%
·            Serat agresif (maksimal)                            4,5%
·            Abu (maksimal)                                       8,0%
·            kalsium (ca) (minimal)                            0,8-1,0%
·            Fosfor total (P) (minimal)                       0,60%
·            Fosfor tersedia                                         0,40 %
·            Energi termetabolis (ME) (minimal)       2.900 kkal/kg
·            Aflatoxin (maksimal)                               40 ppb
Asam amino:
           - Lisin (minimal)                                     1,15 %
           - Metionin (minimal)                               0,40%
           - Metionin + sistin (minimal)                  0,8%

Pakan ini diberikan pada anakan puyuh brumur 1-30 hari. Pada umur lebih dari 21 hari, kandungan protein dalam pakan dikurangi. Pengurangan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya produktivitas telur yang terlalu awal.

2) Pakan puyuh petelur dara
Puyuh petelur dara merupakan puyuh yang telah siap menghasilkan telur.
Pada kondisi ini, kelenjar yang mempengaruhi pembentukan sel telur telah aktif. Adapun susunan kandungan gizi materi pakam puyuh telur dara sebagai berikut.

·            Kadar air (maksimal)                             14,0%
·            protein agresif (minimal)                          20,0%
·            Lemak agresif (minimal)                           2,8%
·            Serat agresif (maksimal)                            5,0%
·            Abu (maksimal)                                       8,0%
·            kalsium (ca) (minimal)                            3,8-4,1 %
·            Fosfor total (p) (minimal)                        0,60%
·            Fosfor tersedia                                          0,40%
·            Energi termetabolis (ME) (minimal)         2.700 Kkal/kg
·            Aflatoxin (maksimal)                                 40 ppb
·            Asam amino :
           - Lisin (minimal)                                    1,00%
           -Metion (minimal)                                   0,35%
           -Metion + sistin (minimal)                      0,70%

Setelah masa anakan selesai, protein dikurangi dari 24,0% menjadi 20,0%. Pada masa ini protein dipakai untuk memacu produktivitas telur.

E. Panen dan pascapanen
Beternak puyuh petelur hasil utamanya yaitu telur yang kaya akan nutrisi berupa protein yang yang tinggi. Bahkan telurnya bisa dipanen setiap hari sesuai dengan jumpah puyuh yang dibudidaya. Tidak hanya menghasilkan telur, tetapi juga menghasilkan daging afkiran. Sedangkan untuk pasca panen, kita bisa melaksanakan tindakan menyerupai pencucian kandang, pengerukan dan pendistribusian telur ke pasar-pasar tradisional atau rumah-rumah makan.

Demikian share kali ini perihal Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh semoga bermanfaat terutama bagi rekan-rekan yang ingin menambah penghasilan dengan berternak dan kebijaksanaan daya burung puyuh.



Cara Merawat Burung Yang Gres Beli Dari Pasar Burung



Bagaimana cara Merawat Burung Yang Baru Beli Dari Pasar Burung ? Pernah membeli burung di pasar burung? Ada sebagian dari mitra kicau mania yang mungkin pernah mengalami perasaan kecewa yaitu mengenai pengalaman membeli burung baik dari pasar burung, dari sesama teman penggemar burung ataupun dari penangkaran dan hanya selang berapa hari semenjak membeli burung tersebut, 7 hari, 5 hari bahkan hanya selang 3 hari tiba-tiba burung mati.

Berikut ini Tips Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung:

Tips pertama Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni kalau kita membeli burung dari pasar biasanya dapat dimasukan dalam kardus yang mempunyai sirkulasi udara yang cukup biar selama di perjalanan burung tidak mengalami stress, namun lebih anggun kalau membelinya sekalian dengan sangkar/kandangnya dan dikeredong atau kalau sempat persiapkan sangkar dari rumah. Apabila membawa dengan memakai kandang/sangkar maka sangkar yang berisi burung haruslah dikeredong dengan alasan yang sama biar selama di perjalanan burung tidak mengalami stress. Dan jangan lupa selama di perjalananpun burung diberikan pakanan sesuai dengan masakan dimana membeli burung. 

Tips kedua Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni dikala sudah hingga di rumah, keredong jangan pribadi dibuka, biarkan terlebih dahulu sekitar 1-2 jam, sehabis itu kemudian dibuka dan dianjurkan dipindahkan ke sangkar yang tidak terlalu besar, biarkan selama 1-2 jam sangkar dibuka dan kemudian dikeredong kembali selama semalam dan itu dilakukan selama 4-7 hari (seminggu). 

Tips ketiga Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni selama dalam pengeredongan, masakan tetap diberikan dengan kualitas yang berprotein, menyerupai kroto, ulat hongkong, kalau burung pemakan buah berilah buah yang segar setiap hari dan jangan lupa untuk minumannya campurlah vitamin dan juga dengan obat anti stress (banyak dijual di took burung), namun burung yang gres dibeli biasanya tidak terlalu pribadi mau makan alasannya yakni masih menyesuaikan diri terlebih dahulu. 

Tips keempat Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni Jangan memandikan burung, sekalipun burung yang gres dibeli dari pasar biasanya kondisinya kotor mulai dari kaki, paruh, bulu ekor, bulu sayap kepala dan hampir seluruh tubuhnya, kalau memungkinkan bersihkan terlebih dahulu ala kadarnya (bukan mandi), hanya bab yang kotor-kotor saja dan jangan hingga terlalu berair atau dapat juga dibiarkan saja, yang penting disiapkan air dalam cepuk ukuran proporsional untuk mandi, alasannya yakni dikala si burung merasa ingin mandi maka akan mandi dengan sendirinya. 

Tips kelima Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan hingga burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menarik hati atau alasannya yakni tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo dapat hal menyerupai itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung. Maka letakkan burung di daerah yang sepi, aman dan nyaman.

Demikian tips Tips Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung semoga bermanfaat.



Cara Merawat Burung Kemade (Cabe-Cabean)


Burung kemade yaitu salah satu jenis burung ocehan yang banyak dipelihara para kicau mania untuk dijadikan burung ocehan atau masteran untuk memaster burung lain. Burung yang satu ini mempunyai bentuk fisik yang kecil menyerupai burung pleci, burung kemade jantan mempunyai warna merah pada bab leher, kepala sampai pungungnya, dada sampai perut bab bawah berwarna abu-abu keputihan, sayap berwarna hitam kebiruan serta ekor hitam. Sedangkan burung kemade betina mempunyai warna abu-abu pada bab leher, kepala sampai punggungnya, dada sampai perut bab bawah berwarna abu-abu keputihan, serta sayap dan ekor berwarna abu-abu dan terdapat sedikit bulu berwarna merah pada bab punggung atas ekor. Burung kemade jantan mempunyai bunyi cecretan dan suitan yang khas. Biasanya burung kemade mencari makan dipepohonan yang terdapat kemadenya dan dipepohonan talokan. Burung ini beristirahat atau tidur malam dipepohonan yang tidak terlalu tinggi, setahu kami burung kemade beristirahat atau tidur malam dipohon mangga tepi jalan dan tidak bergerombol.

Cara Merawat Burung Cabe-cabean / Kamade. Burung ini termasuk jenis burung berukuran kecil yang secara postur hampir menyerupai dengan pleci / beling mata dengan suaranya yang sangat keras dan lengking dengan habitat di pohon-pohon yang tinggi dan banyak terdapat pohon parasit / kemladean/pasilan/kemaduan/dll.

Dengan suaranya yang keras dan unik tersebut, sehingga ada sebagain kicau mania yang menyarankan untuk dijadikan masteran burung-burung kicauan lainnya menyerupai untuk memaster murai batu, cucak ijo dan juga burung lainnya.   

Makanan Burung Kemade (cabe-cabean)

Di habitat aslinya burung ini sering memakan makanan berupa buah-buahan yang berukuran kecil dan juga serangga-serangga kecil, sehingga ketika sudah kita pelihara, pada awal perawatannya hendaklah berikan makanan yang sesuai dengan ketika hidup di alam liar dan secara perlahan berikan voer yang berukuran kecil menyerupai yang juga kita berikan kepada burung pleci / kacamata.


Perawatan harian semoga Burung Kemade rajin bunyi (gacor)

Mengenai perawatan harian Burung Kemade / cabe-cabean bergotong-royong sama dengan perawatan yang kita lakukan pada burung pleci/kacamata; menyerupai kebersihan kandang, dukungan buah (pisang kapok/pepaya), ulat hongkong  dan juga kroto dengan cukup 2 kali dalam seminggu, memandikannya, menjemurnya dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan juga proses dukungan voer yang juga penting untuk dilakukan semoga ketika kita bepergian dan kita tinggalkan burung sedangkan kita tidak sempat menawarkan buah dan ulat, maka si burung akan tetap ada makanan pokonya yaitu berupa voer tersebut.

Bagaimana cara merawat burung kemade hasil pikatan?  Berdaarkan pengalaman para kicau mania yang memelihara burung kemade hasil pikatan, burung kemade yang ditangkap dari alam liarnya atau hasil pikatan, rata-rata belum pribadi mau makan sendiri meskipun sudah berusia dewasa.Berikut ini tips Cara merawat burung kemade hasil pikatan :

1. Pastikan burung kemade sehat, tidak cacat dan bergerak lincah. Setalah itu taruh burung kemade hasil pikatan disangkar yang ukurannya tidak terlalu kecil dan agak besar besar, misalkan dengan ukuran : 30 x 30 x 65 cm semoga burung kemade tersebut leluasa didalam sangkar dan sanggup ngleper (beterbangan) atau sanggup juga menaruhnya disangkar besi yang dipakai untuk sangkar harian lovebird. Pasang juga tenggeran/tangkringan minimal 2, semoga burung kemade tersebut sanggup beterbangan berpindah tenggeran/tangkringan layaknya dialam liar, beterbangan dan pindah-pindah diranting pohon.

2. Berikan air minum dengan cepuk berukuran sedang didalam sangkar, semoga burung kemade tersebut sanggup minum dan biasanya untuk mandi. Untuk pakannya sanggup diberikan dengan pisang kepok utuh 1 buah yang dikupas separuh kulitnya dan digantung didalam sangkar. Namun biasanya burung kemade hasil pikatan tidak pribadi mau makan sendiri, jadi teman harus menyuap/melolohnya dengan pisang kepok sampai terihat kenyang setidaknya 1 jam sekali. Lakukan penyuapan/pelolohan sampai burung kemade tersebut mau makan pisang sendiri.

3. Dekatkanlah burung kemade hasil pikatan tersebut dengan burung kemade lain yang sudah mau makan sendiri. Bisa juga mendekatkannya dengan burung pleci yang sudah jinak, semoga burung kemade hasil pikatan tersebut menirukan burung kemade lain (yang sudah mau makan sendiri) atau burung pleci ketika makan pisang.

4. Tempatkan atau gantang sangkar dipepohonan yang rindang, semoga burung kemade hasil pikatan tersebut masih mencicipi nyaman menyerupai dialam liarnya meskipun didalam sangkar.

Demikian tips cara Merawat Burung Kemade (Cabe-Cabean), semoga bermanfaat.



Monday, 19 March 2018

Cara Beternak Dan Budidaya Burung Puyuh

CARA BETERNAK DAN BUDIDAYA BURUNG PUYUH

Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh. Puyuh yaitu nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat bersahabat namun nama mereka mempunyai sikap dan karakteristik fisik yang mirip. 

Burung puyuh yaitu unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan bisa terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.

Bisakah burung puyuh diternak atau dibudidayakan ? Burung puyuh yaitu unggas kecil yang tumbuh secara liar, namun juga bisa dipelihara di sangkar pada halaman belakang rumah. Tidak menyerupai ayam, kebanyakan peraturan kota tidak melarang masyarakat untuk memelihara burung puyuh. Burung puyuh yaitu binatang tenang, kecil, dan bisa menguasai diri dengan baik yang bisa menghasilkan 5-6 telur setiap minggu. Pastikan bahwa Anda menyediakan cahaya, air, makanan, dan kebersihan yang cukup di ketika Anda memeliharanya.

Bagaimana Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh ? Burung puyuh banyak di jadikan binatang ternak diberbagai penjuru dunia bahkan di Indonesia. Burung puyuh mempunyai banyak manfaat yang penting dalam kehidupan manusia, yakni telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi, protein dan lemak yang elok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Cara beternak dan Budidaya Burung Puyuh harus diperhatikan hal-hal berikut ini yakni :
A. Pemilihan Lokasi
Lokasi yang sempurna dalam beternak burung puyuh mempunyai beberapa kriteria, antara lain: 1. Berjauhan dari keramaian dan pemukiman penduduk 2. Sirkulasi udara higienis harus diperhatikan biar sanggup memperkuat daya tahan badan puyuh terhadap penyakit 3. Lokasi dan sangkar atau daerah untuk beternak puyuh sebaiknya mempunyai lokasi yang strategis praktis dijangkau oleh kendaraan biar mempermudah proses distribusi.

B. Penyiapan sarana kandang
Penyiapan sarana sangkar disini maksudnya menyiapakan sangkar untuk daerah tinggal puyuh serta bagaimana memodifikasi sangkar biar burung puyuh tidak praktis stress dan produksi telur menjadi meningkat.

Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan yaitu temperature yang ideal dan normal berkisar 20-25 derajat celcius. Adapun sangkar yang biasanya dipakai untuk budidaya burung puyuh,antara lain : 1. Kandang untuk induk petelur, sangkar ini dipakai untuk pembibitan. Ukuran, luas dan tinggi sangkar ini semua sama dan kepadatannya pun boleh sama. 2. Kandang untuk anak puyuh dikhususkan untuk anak puyuh pada umur stater yakni umur anakan puyuh 1 hari sampai 2-3 mingguan. Kandang ini sangat berkhasiat bagi anakan puyuh untuk menjaga badan puyuh tersebut tetap hangat sehingga tidak rentan terhadap penyakit dan abses banyak sekali virus. 3. Kandang untuk puyuh grower (usia 3-6 mingguan) dan layer (usia lebih dari 6 minggu) dan bentuk ukuran sangkar sama dengan untuk induk petelur,serta ganjal sangkar umumnya terbuat dari kawat ram.

C. Penyiapan hibrida
Dalam penyiapan bibit puyuh yang unggul harus memperhatikan dulu tujuan dalam pemeliharaan puyuh tersebut. Ada tiga tujuan dalam memelihara burung puyuh, pertama untuk produksi telur konsumsi maka diharapkan bubut ketam betina yang sehat, bebas dari penyakit. Kedua untuk produksi daging puyuh maka harus dipilih bibit puyuh jantan dan betina petelur yang unggul. Ketiga untuk tujuan pembibitan. Untuk hal ini pilihlah bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya, dan puyuh jantan yang siap membuahi puyuh betina biar menjamin hasil telur tetas yang baik dan berkualitas tinggi.

D. Pemeliharaan burung puyuh
Dalam pemeliharaan burung puyuh ada beberapa point yang harus diperhatikan, antara lain : 1. Pemberian pakan (makan) dan minum, kontribusi pakan pada burung puyuh sanggup berupa bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Pada puyuh anakan sebaiknya diberi pakan 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Sedangkan untuk puyuh remaja/dewasa sebaiknya diberikan satu kali dalam sehari yaitu pada pagi hari 2. Sanitasi dan pencegahan, untuk mencegah timbulnya penyakit ternak pada burung puyuh, sebaiknya sanitasi lingkungan sangkar harus dijaga dengan baik dan biar tidak menjadikan penyakit yang tidak di inginkan. 3. Penerangan sangkar dan sirkulasi sangkar dalam pemeliharaan burung puyuh maka yang harus diperhatikan yaitu memperhatikan ketersediaan cahaya matahari yang cukup supaya puyuh menerima vitamin D yang cukup dan alami dari sinar matahari tersebut.

E. Pemberian Pakan atau Makanan
1) Pakan puyuh petelur pemula (quail starter) 
Pada ketika puyuh masih anakan, pertumbuhan badan sangat perlu dipacu. Kandungan pakan yang harus dikonsumsi dimasa pertumbuhan ini yaitu protein. Adapun susunan kandungan gizi materi pakan untu puyuh anakan sebagai brikut.
·            Kadar air ( maksimal)                              14,0%
·            Protein agresif (minimal)                           24,0%
·            Lemak agresif (minimal)                            2,8%
·            Serat agresif (maksimal)                            4,5%
·            Abu (maksimal)                                       8,0%
·            kalsium (ca) (minimal)                            0,8-1,0%
·            Fosfor total (P) (minimal)                       0,60%
·            Fosfor tersedia                                         0,40 %
·            Energi termetabolis (ME) (minimal)       2.900 kkal/kg
·            Aflatoxin (maksimal)                               40 ppb
Asam amino:
           - Lisin (minimal)                                     1,15 %
           - Metionin (minimal)                               0,40%
           - Metionin + sistin (minimal)                  0,8%

Pakan ini diberikan pada anakan puyuh brumur 1-30 hari. Pada umur lebih dari 21 hari, kandungan protein dalam pakan dikurangi. Pengurangan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya produktivitas telur yang terlalu awal.

2) Pakan puyuh petelur dara
Puyuh petelur dara merupakan puyuh yang telah siap menghasilkan telur.
Pada kondisi ini, kelenjar yang mempengaruhi pembentukan sel telur telah aktif. Adapun susunan kandungan gizi materi pakam puyuh telur dara sebagai berikut.

·            Kadar air (maksimal)                             14,0%
·            protein agresif (minimal)                          20,0%
·            Lemak agresif (minimal)                           2,8%
·            Serat agresif (maksimal)                            5,0%
·            Abu (maksimal)                                       8,0%
·            kalsium (ca) (minimal)                            3,8-4,1 %
·            Fosfor total (p) (minimal)                        0,60%
·            Fosfor tersedia                                          0,40%
·            Energi termetabolis (ME) (minimal)         2.700 Kkal/kg
·            Aflatoxin (maksimal)                                 40 ppb
·            Asam amino :
           - Lisin (minimal)                                    1,00%
           -Metion (minimal)                                   0,35%
           -Metion + sistin (minimal)                      0,70%

Setelah masa anakan selesai, protein dikurangi dari 24,0% menjadi 20,0%. Pada masa ini protein dipakai untuk memacu produktivitas telur.

E. Panen dan pascapanen
Beternak puyuh petelur hasil utamanya yaitu telur yang kaya akan nutrisi berupa protein yang yang tinggi. Bahkan telurnya bisa dipanen setiap hari sesuai dengan jumpah puyuh yang dibudidaya. Tidak hanya menghasilkan telur, tetapi juga menghasilkan daging afkiran. Sedangkan untuk pasca panen, kita bisa melaksanakan tindakan menyerupai pencucian kandang, pengerukan dan pendistribusian telur ke pasar-pasar tradisional atau rumah-rumah makan.

Demikian share kali ini perihal Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh semoga bermanfaat terutama bagi rekan-rekan yang ingin menambah penghasilan dengan berternak dan kebijaksanaan daya burung puyuh.



Sunday, 18 March 2018

Cara Merawat Burung Yang Gres Beli Dari Pasar Burung



Bagaimana cara Merawat Burung Yang Baru Beli Dari Pasar Burung ? Pernah membeli burung di pasar burung? Ada sebagian dari mitra kicau mania yang mungkin pernah mengalami perasaan kecewa yaitu mengenai pengalaman membeli burung baik dari pasar burung, dari sesama teman penggemar burung ataupun dari penangkaran dan hanya selang berapa hari semenjak membeli burung tersebut, 7 hari, 5 hari bahkan hanya selang 3 hari tiba-tiba burung mati.

Berikut ini Tips Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung:

Tips pertama Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni kalau kita membeli burung dari pasar biasanya dapat dimasukan dalam kardus yang mempunyai sirkulasi udara yang cukup biar selama di perjalanan burung tidak mengalami stress, namun lebih anggun kalau membelinya sekalian dengan sangkar/kandangnya dan dikeredong atau kalau sempat persiapkan sangkar dari rumah. Apabila membawa dengan memakai kandang/sangkar maka sangkar yang berisi burung haruslah dikeredong dengan alasan yang sama biar selama di perjalanan burung tidak mengalami stress. Dan jangan lupa selama di perjalananpun burung diberikan pakanan sesuai dengan masakan dimana membeli burung. 

Tips kedua Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni dikala sudah hingga di rumah, keredong jangan pribadi dibuka, biarkan terlebih dahulu sekitar 1-2 jam, sehabis itu kemudian dibuka dan dianjurkan dipindahkan ke sangkar yang tidak terlalu besar, biarkan selama 1-2 jam sangkar dibuka dan kemudian dikeredong kembali selama semalam dan itu dilakukan selama 4-7 hari (seminggu). 

Tips ketiga Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni selama dalam pengeredongan, masakan tetap diberikan dengan kualitas yang berprotein, menyerupai kroto, ulat hongkong, kalau burung pemakan buah berilah buah yang segar setiap hari dan jangan lupa untuk minumannya campurlah vitamin dan juga dengan obat anti stress (banyak dijual di took burung), namun burung yang gres dibeli biasanya tidak terlalu pribadi mau makan alasannya yakni masih menyesuaikan diri terlebih dahulu. 

Tips keempat Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni Jangan memandikan burung, sekalipun burung yang gres dibeli dari pasar biasanya kondisinya kotor mulai dari kaki, paruh, bulu ekor, bulu sayap kepala dan hampir seluruh tubuhnya, kalau memungkinkan bersihkan terlebih dahulu ala kadarnya (bukan mandi), hanya bab yang kotor-kotor saja dan jangan hingga terlalu berair atau dapat juga dibiarkan saja, yang penting disiapkan air dalam cepuk ukuran proporsional untuk mandi, alasannya yakni dikala si burung merasa ingin mandi maka akan mandi dengan sendirinya. 

Tips kelima Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung yakni buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan hingga burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menarik hati atau alasannya yakni tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo dapat hal menyerupai itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung. Maka letakkan burung di daerah yang sepi, aman dan nyaman.

Demikian tips Tips Cara Merawat Burung yang Baru Beli dari pasar burung semoga bermanfaat.



Cara Merawat Burung Kemade (Cabe-Cabean)


Burung kemade yaitu salah satu jenis burung ocehan yang banyak dipelihara para kicau mania untuk dijadikan burung ocehan atau masteran untuk memaster burung lain. Burung yang satu ini mempunyai bentuk fisik yang kecil menyerupai burung pleci, burung kemade jantan mempunyai warna merah pada bab leher, kepala sampai pungungnya, dada sampai perut bab bawah berwarna abu-abu keputihan, sayap berwarna hitam kebiruan serta ekor hitam. Sedangkan burung kemade betina mempunyai warna abu-abu pada bab leher, kepala sampai punggungnya, dada sampai perut bab bawah berwarna abu-abu keputihan, serta sayap dan ekor berwarna abu-abu dan terdapat sedikit bulu berwarna merah pada bab punggung atas ekor. Burung kemade jantan mempunyai bunyi cecretan dan suitan yang khas. Biasanya burung kemade mencari makan dipepohonan yang terdapat kemadenya dan dipepohonan talokan. Burung ini beristirahat atau tidur malam dipepohonan yang tidak terlalu tinggi, setahu kami burung kemade beristirahat atau tidur malam dipohon mangga tepi jalan dan tidak bergerombol.

Cara Merawat Burung Cabe-cabean / Kamade. Burung ini termasuk jenis burung berukuran kecil yang secara postur hampir menyerupai dengan pleci / beling mata dengan suaranya yang sangat keras dan lengking dengan habitat di pohon-pohon yang tinggi dan banyak terdapat pohon parasit / kemladean/pasilan/kemaduan/dll.

Dengan suaranya yang keras dan unik tersebut, sehingga ada sebagain kicau mania yang menyarankan untuk dijadikan masteran burung-burung kicauan lainnya menyerupai untuk memaster murai batu, cucak ijo dan juga burung lainnya.   

Makanan Burung Kemade (cabe-cabean)

Di habitat aslinya burung ini sering memakan makanan berupa buah-buahan yang berukuran kecil dan juga serangga-serangga kecil, sehingga ketika sudah kita pelihara, pada awal perawatannya hendaklah berikan makanan yang sesuai dengan ketika hidup di alam liar dan secara perlahan berikan voer yang berukuran kecil menyerupai yang juga kita berikan kepada burung pleci / kacamata.


Perawatan harian semoga Burung Kemade rajin bunyi (gacor)

Mengenai perawatan harian Burung Kemade / cabe-cabean bergotong-royong sama dengan perawatan yang kita lakukan pada burung pleci/kacamata; menyerupai kebersihan kandang, dukungan buah (pisang kapok/pepaya), ulat hongkong  dan juga kroto dengan cukup 2 kali dalam seminggu, memandikannya, menjemurnya dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan juga proses dukungan voer yang juga penting untuk dilakukan semoga ketika kita bepergian dan kita tinggalkan burung sedangkan kita tidak sempat menawarkan buah dan ulat, maka si burung akan tetap ada makanan pokonya yaitu berupa voer tersebut.

Bagaimana cara merawat burung kemade hasil pikatan?  Berdaarkan pengalaman para kicau mania yang memelihara burung kemade hasil pikatan, burung kemade yang ditangkap dari alam liarnya atau hasil pikatan, rata-rata belum pribadi mau makan sendiri meskipun sudah berusia dewasa.Berikut ini tips Cara merawat burung kemade hasil pikatan :

1. Pastikan burung kemade sehat, tidak cacat dan bergerak lincah. Setalah itu taruh burung kemade hasil pikatan disangkar yang ukurannya tidak terlalu kecil dan agak besar besar, misalkan dengan ukuran : 30 x 30 x 65 cm semoga burung kemade tersebut leluasa didalam sangkar dan sanggup ngleper (beterbangan) atau sanggup juga menaruhnya disangkar besi yang dipakai untuk sangkar harian lovebird. Pasang juga tenggeran/tangkringan minimal 2, semoga burung kemade tersebut sanggup beterbangan berpindah tenggeran/tangkringan layaknya dialam liar, beterbangan dan pindah-pindah diranting pohon.

2. Berikan air minum dengan cepuk berukuran sedang didalam sangkar, semoga burung kemade tersebut sanggup minum dan biasanya untuk mandi. Untuk pakannya sanggup diberikan dengan pisang kepok utuh 1 buah yang dikupas separuh kulitnya dan digantung didalam sangkar. Namun biasanya burung kemade hasil pikatan tidak pribadi mau makan sendiri, jadi teman harus menyuap/melolohnya dengan pisang kepok sampai terihat kenyang setidaknya 1 jam sekali. Lakukan penyuapan/pelolohan sampai burung kemade tersebut mau makan pisang sendiri.

3. Dekatkanlah burung kemade hasil pikatan tersebut dengan burung kemade lain yang sudah mau makan sendiri. Bisa juga mendekatkannya dengan burung pleci yang sudah jinak, semoga burung kemade hasil pikatan tersebut menirukan burung kemade lain (yang sudah mau makan sendiri) atau burung pleci ketika makan pisang.

4. Tempatkan atau gantang sangkar dipepohonan yang rindang, semoga burung kemade hasil pikatan tersebut masih mencicipi nyaman menyerupai dialam liarnya meskipun didalam sangkar.

Demikian tips cara Merawat Burung Kemade (Cabe-Cabean), semoga bermanfaat.



Saturday, 3 March 2018

Cara Beternak Dan Budidaya Burung Puyuh

CARA BETERNAK DAN BUDIDAYA BURUNG PUYUH

Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh. Puyuh yaitu nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat bersahabat namun nama mereka mempunyai sikap dan karakteristik fisik yang mirip. 

Burung puyuh yaitu unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan bisa terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya.

Bisakah burung puyuh diternak atau dibudidayakan ? Burung puyuh yaitu unggas kecil yang tumbuh secara liar, namun juga bisa dipelihara di sangkar pada halaman belakang rumah. Tidak menyerupai ayam, kebanyakan peraturan kota tidak melarang masyarakat untuk memelihara burung puyuh. Burung puyuh yaitu binatang tenang, kecil, dan bisa menguasai diri dengan baik yang bisa menghasilkan 5-6 telur setiap minggu. Pastikan bahwa Anda menyediakan cahaya, air, makanan, dan kebersihan yang cukup di ketika Anda memeliharanya.

Bagaimana Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh ? Burung puyuh banyak di jadikan binatang ternak diberbagai penjuru dunia bahkan di Indonesia. Burung puyuh mempunyai banyak manfaat yang penting dalam kehidupan manusia, yakni telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi, protein dan lemak yang elok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Cara beternak dan Budidaya Burung Puyuh harus diperhatikan hal-hal berikut ini yakni :
A. Pemilihan Lokasi
Lokasi yang sempurna dalam beternak burung puyuh mempunyai beberapa kriteria, antara lain: 1. Berjauhan dari keramaian dan pemukiman penduduk 2. Sirkulasi udara higienis harus diperhatikan biar sanggup memperkuat daya tahan badan puyuh terhadap penyakit 3. Lokasi dan sangkar atau daerah untuk beternak puyuh sebaiknya mempunyai lokasi yang strategis praktis dijangkau oleh kendaraan biar mempermudah proses distribusi.

B. Penyiapan sarana kandang
Penyiapan sarana sangkar disini maksudnya menyiapakan sangkar untuk daerah tinggal puyuh serta bagaimana memodifikasi sangkar biar burung puyuh tidak praktis stress dan produksi telur menjadi meningkat.

Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan yaitu temperature yang ideal dan normal berkisar 20-25 derajat celcius. Adapun sangkar yang biasanya dipakai untuk budidaya burung puyuh,antara lain : 1. Kandang untuk induk petelur, sangkar ini dipakai untuk pembibitan. Ukuran, luas dan tinggi sangkar ini semua sama dan kepadatannya pun boleh sama. 2. Kandang untuk anak puyuh dikhususkan untuk anak puyuh pada umur stater yakni umur anakan puyuh 1 hari sampai 2-3 mingguan. Kandang ini sangat berkhasiat bagi anakan puyuh untuk menjaga badan puyuh tersebut tetap hangat sehingga tidak rentan terhadap penyakit dan abses banyak sekali virus. 3. Kandang untuk puyuh grower (usia 3-6 mingguan) dan layer (usia lebih dari 6 minggu) dan bentuk ukuran sangkar sama dengan untuk induk petelur,serta ganjal sangkar umumnya terbuat dari kawat ram.

C. Penyiapan hibrida
Dalam penyiapan bibit puyuh yang unggul harus memperhatikan dulu tujuan dalam pemeliharaan puyuh tersebut. Ada tiga tujuan dalam memelihara burung puyuh, pertama untuk produksi telur konsumsi maka diharapkan bubut ketam betina yang sehat, bebas dari penyakit. Kedua untuk produksi daging puyuh maka harus dipilih bibit puyuh jantan dan betina petelur yang unggul. Ketiga untuk tujuan pembibitan. Untuk hal ini pilihlah bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya, dan puyuh jantan yang siap membuahi puyuh betina biar menjamin hasil telur tetas yang baik dan berkualitas tinggi.

D. Pemeliharaan burung puyuh
Dalam pemeliharaan burung puyuh ada beberapa point yang harus diperhatikan, antara lain : 1. Pemberian pakan (makan) dan minum, kontribusi pakan pada burung puyuh sanggup berupa bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Pada puyuh anakan sebaiknya diberi pakan 2 kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Sedangkan untuk puyuh remaja/dewasa sebaiknya diberikan satu kali dalam sehari yaitu pada pagi hari 2. Sanitasi dan pencegahan, untuk mencegah timbulnya penyakit ternak pada burung puyuh, sebaiknya sanitasi lingkungan sangkar harus dijaga dengan baik dan biar tidak menjadikan penyakit yang tidak di inginkan. 3. Penerangan sangkar dan sirkulasi sangkar dalam pemeliharaan burung puyuh maka yang harus diperhatikan yaitu memperhatikan ketersediaan cahaya matahari yang cukup supaya puyuh menerima vitamin D yang cukup dan alami dari sinar matahari tersebut.

E. Pemberian Pakan atau Makanan
1) Pakan puyuh petelur pemula (quail starter) 
Pada ketika puyuh masih anakan, pertumbuhan badan sangat perlu dipacu. Kandungan pakan yang harus dikonsumsi dimasa pertumbuhan ini yaitu protein. Adapun susunan kandungan gizi materi pakan untu puyuh anakan sebagai brikut.
·            Kadar air ( maksimal)                              14,0%
·            Protein agresif (minimal)                           24,0%
·            Lemak agresif (minimal)                            2,8%
·            Serat agresif (maksimal)                            4,5%
·            Abu (maksimal)                                       8,0%
·            kalsium (ca) (minimal)                            0,8-1,0%
·            Fosfor total (P) (minimal)                       0,60%
·            Fosfor tersedia                                         0,40 %
·            Energi termetabolis (ME) (minimal)       2.900 kkal/kg
·            Aflatoxin (maksimal)                               40 ppb
Asam amino:
           - Lisin (minimal)                                     1,15 %
           - Metionin (minimal)                               0,40%
           - Metionin + sistin (minimal)                  0,8%

Pakan ini diberikan pada anakan puyuh brumur 1-30 hari. Pada umur lebih dari 21 hari, kandungan protein dalam pakan dikurangi. Pengurangan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya produktivitas telur yang terlalu awal.

2) Pakan puyuh petelur dara
Puyuh petelur dara merupakan puyuh yang telah siap menghasilkan telur.
Pada kondisi ini, kelenjar yang mempengaruhi pembentukan sel telur telah aktif. Adapun susunan kandungan gizi materi pakam puyuh telur dara sebagai berikut.

·            Kadar air (maksimal)                             14,0%
·            protein agresif (minimal)                          20,0%
·            Lemak agresif (minimal)                           2,8%
·            Serat agresif (maksimal)                            5,0%
·            Abu (maksimal)                                       8,0%
·            kalsium (ca) (minimal)                            3,8-4,1 %
·            Fosfor total (p) (minimal)                        0,60%
·            Fosfor tersedia                                          0,40%
·            Energi termetabolis (ME) (minimal)         2.700 Kkal/kg
·            Aflatoxin (maksimal)                                 40 ppb
·            Asam amino :
           - Lisin (minimal)                                    1,00%
           -Metion (minimal)                                   0,35%
           -Metion + sistin (minimal)                      0,70%

Setelah masa anakan selesai, protein dikurangi dari 24,0% menjadi 20,0%. Pada masa ini protein dipakai untuk memacu produktivitas telur.

E. Panen dan pascapanen
Beternak puyuh petelur hasil utamanya yaitu telur yang kaya akan nutrisi berupa protein yang yang tinggi. Bahkan telurnya bisa dipanen setiap hari sesuai dengan jumpah puyuh yang dibudidaya. Tidak hanya menghasilkan telur, tetapi juga menghasilkan daging afkiran. Sedangkan untuk pasca panen, kita bisa melaksanakan tindakan menyerupai pencucian kandang, pengerukan dan pendistribusian telur ke pasar-pasar tradisional atau rumah-rumah makan.

Demikian share kali ini perihal Cara beternak Dan Budidaya Burung Puyuh semoga bermanfaat terutama bagi rekan-rekan yang ingin menambah penghasilan dengan berternak dan kebijaksanaan daya burung puyuh.