Showing posts with label Sapi. Show all posts
Showing posts with label Sapi. Show all posts

Thursday, 26 July 2018

Informasi Harga Sapi Potong Lokal Dan Impor Jelang Tahun 2019

Sapi Limousin

Kisaran Harga Sapi Potong Lokal dan Impor Jenis Limousin, Simental, PO, Bali, Madura dan Sapi Brahman Cross Asal Australia Jelang Tahun 2019
Sapi limousin yaitu sapi yang pertama kali dikembangkan di Perancis. Sapi limousin merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari sapi simmental. Sapi limousin mempunyai bulu berwarna coklat bau tanah kecuali di sekitar ambing berwarna putih serta lutut kebawah dan sekitar mata berwarna lebih muda. Sedangkan Sapi Simmental yaitu bangsa Bos taurus (Talib dan Siregar, 1999), Sapi ini merupakan hasil persilangan antara sapi Jerman yang besar dan berkembang biak lebih kecil pribumi ke Swiss. Sapi Simmental namanya berasal dari nama kawasan di mana ternak pertama kali dibiakkan yaitu Lembah Simme yang terletak di Oberland Berner di Swiss.  Sementara itu di Jerman dan Austria sapi simental dikenal dengan nama Fleckvieh, dan di Perancis sebagai Pie Rouge.
Memasuki selesai tahun 2018 dan menjelang awal tahun 2019, kondisi harga sapi lokal dipasar binatang masih stabil meskipun cenderung ada sedikit kenaikkan meski tidak signifikan. Berikut ini kondisi harga estimasi untuk banyak sekali jenis sapi di pasar binatang banyak sekali ukuran dan umur, mulai pedet sapi bakalan, sapi potong hingga sapi afkiran.
Sapi Peranakan Ongole (PO) yaitu sapi hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina lokal di Jawa yang berwarna putih. Sapi bali (Bos sondaicus) yaitu salah satu bangsa sapi orisinil dan murni Indonesia, yang merupakan keturunan orisinil banteng (Bibos banteng) dan telah mengalami proses domestikasi yang terjadi sebelum 3.500 SM, sapi bali orisinil mempunyai bentuk dan karakteristik sama dengan banteng. Sapi Madura yaitu sapi potong lokal orisinil Indonesia hasil persilangan antara banteng dengan bos indicus atau sapi Zebu yang secara genetik mempunyai sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan penyakit.
Sapi Simental (Metal)
Info Harga Terbaru Sapi Lokal Jenis Limousin dan Simental, PO dan Sapi Afkir
  • Harga pedet kedua jenis sapi ini masih sangat bervariatif tergantung dari kualitas pedet dan juga selera pembeli. Secara umum pedet sapi limo dan metal dijual pada kisaran 7 jutaan  hingga 12 jutaan, jikalau dikonversi harga per kg berkisar antara Rp 65.000 - Rp 70.000 per kg untuk pedet berjenis kelamin jantan.
  • Untuk harga sapi bakalan metal berkisar antara 15 jutaan hingga 18 jutaan tergantung bobot sapi dan kualitasnya. Konversi harga per kg berkisar antara Rp 43.000 - Rp 46.000 per kg.
  • Untuk sapi metal siap potong harga tergantung besar kecilnya sapi dan juga kualitas. Harga sapi siap potong berkisar antara 17 jutaan hingga 25 jutaan tergantung bobot sapi dan kualitasnya. Harga jikalau dikonversi harga timbangan berkisar antara Rp 42.000 - Rp 45.000 per kg.
  • Untuk sapi jenis PO biasanya agak sedikit lebih murah, tetapi semua juga tergantung dari bobot sapi dan kualitasnya.
  • Sapi betina afkiran jenis metal, limousin dan PO dijual pada kisaran harga 14 jutaan hingga 17 jutaan, jikalau dikonversi ke harga berat hiduo berkisar antara Rp 35.000 - Rp 37.000 per kg.
  • Untuk harga sapi afkiran betina FH berkisar antara Rp 30.000 - Rp 33.000 per kg.
Sapi holstein atau frisia merupakan salah satu trah sapi perah yang kini dikenal sebagai sapi yang terbanyak memproduksi susu di peternakan susu. Berasal dari Eropa, sapi holstein dikembangbiakkan di kawasan yang kini menjadi Provinsi Holland Utara dan Friesland, Belanda (jadi bukan dari Holstein, Jerman).
Sapi Brahman Cross
Harga Sapi Impor Jenis Brahman Cross
Sapi brahman yaitu keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India kemudia masuk ke Amerika pada tahun 1849 berkembang pesat di Amerika, Di AS, sapi Brahman dikembangkan untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. ... Dari AS, sapi Brahman menyebar ke Australia.
  • Harga sapi impor bakalan dari Australia masih berkisar antara Rp 45.000 - Rp 46.000 per kg hingga di Indonesia. Sementara harga jualnya masih berkisar antara Rp 39.000 - Rp 42.000 per kg di rumah potong hewan.
  • Harga bakalan sapi impor sangat tergantung dari kurs, semakin lemah nilai rupiah terhadap dolar maka akan semakin mahal harga sapi bakalan jikalau dinilai dalam rupiah.
  • Harga pedet sapi jenis brahman cross masih berkisar antara Rp 60.000 - Rp 70.000 per kg.
Pedet Sapi Limousin
Harga Sapi Jenis Bali dan Madura
  • Harga sapi Bali masih berkisar antara Rp 38.000 - Rp 41.000 di pulau Bali, sedangkan hingga di pulau Jawa biasanya dijual pada harga Rp 41,000- Rp 43.000 per kg tergantung kualitas sapinya.
  • Harga sapi Madura berkisar antara Rp 48.000 - Rp 50.000 per kg dipasar binatang Jawa Timur.
Sapi Bali

Sapi Madura

Demikian isu wacana harga sapi lokal dan sapi impor jelang tahun 2019, supaya dapat menjadi pola para peternak, pedagang sapi dan daging serta bermanfaat.

Saturday, 14 July 2018

Berapa Liter Air Yang Diminum Sapi Setiap Hari Dan Mengapa Sapi Perlu Mineral Dalam Jumlah Cukup?


Manfaat Air Minum Bagi Ternak Sapi dan Jumlah Minimal Yang Dibutuhkan Sapi Untuk Pertumbuhan Yang Optimal

Sapi dan kerbau memerlukan 25 hingga 40 liter air per ekor per hari. Kambing dan domba memerlukan 1 hingga 3 liter. Air minum ini harus bersih. Air yaitu senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui hingga ketika ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Rumus kimia air yaitu H2O sehingga air tersusun dari 1 unsur H (hidrogen) dan 2 unsur O (oksigen). Air sangat dibutuhkan ternak untuk sanggup tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak terkecuali sapi.
Pada badan ternak sapi, air mempunyai peranan yang sangat penting. Air digunakana sebagai media untuk mengatur suhu tubuh, membantu proses pencernaan, mengangkat zat-zat pakan, dan yang paling penting yaitu mengeluarkan bahan-bahan yang sudah tidak mempunyai kegunaan dari dalam badan sapi.


Namun, tidak semua sapi mempunyai kebutuhan air yang sama. Kebutuhan akan air tersebut tergantung kepada beberapa faktor menyerupai dari jenis apa sapi tersebut, kondisi iklim, tempat bermukim sapi tersebut, umur sapi dan jenis pakan yang di berikan. Sapi yang berumur lebih muda cenderung lebih banyak membutuhkan air dibandingkan dengan yang lebih tua.
Air higienis dan segar yaitu penting bagi kelangsungan kehidupan ternak, dan dibutuhkan dalam jumlah besar serta harus tersedia sepanjang waktu . Air berfungsi sebagai buffer (penyeimbang), dan sebagai pengangkut nutrien ke seluruh tubuh, serta sebagai salah satu materi dasar darah dan susu . Seekor sapi membutuhkan air dalam jumlah lebih banyak pada pemeliharaan di kawasan beriklim tropis . Umumnya, kebutuhan dasar seekor sapi perah terhadap air lebih kurang 40 liter per hari (akan bertambah apabila ukuran badan sapi lebih besar) . Jumlah ini akan menjamin semua fungsi badan biar bekerja pada tingkat optimum . Tambahan air dibutuhkan • bagi sapi yang sedang laktasi ; untuk setiap liter susu yang dihasilkan, sapi membutuhkan pelengkap empat liter air . Oleh lantaran itu, seekor sapi yang menghasilkan 10 liter susu per hari akan membutuhkan total 80 liter air per hari . Apabila seekor sapi menghasilkan 20 liter susu, maka harus disediakan 120 liter air per hari.
Kebutuhan sapi akan air sanggup diberikan dari banyak sekali cara. Pemenuhan kebutuhan air sanggup dilakukan melalui air minum. air yang terkandung didalam pakan atau melalui air yang berasal dari metabolisme zat yang terkandung didalam pakan. Pada dasarnya semua materi pakan mengandung air. Untuk materi pakan bernafsu menyerupai hijauan segar atau rerumputan kandungan airnya cukup tinggi, hingga 85 %. Oleh alasannya yaitu itu, binatang tropis, menyerupai sapi sanggup bertahan hidup tanpa air minum. Sapi-sapi didaerah tropis sanggup bertahan hidup dengan mengandalkan air dari pakan hijauan yang dikonsumsi. Namun, untuk materi pakan berupa biji-bijian, kandungan airnya lebih sedikit sekitar 10-25 % saja.

Seekor sapi setiap hari rata-rata membutuhkan air antara 3-6 liter/1Kg pakan kering. Oleh alasannya yaitu itu, air harus cukup tersedia di sangkar apabila menginginkan pertumbuhan sapi yang baik.

Air memang tidak sanggup terlepas dari mahluk hidup. Pada umumnya, kandungan air dalam badan binatang mencapai 70 % dari berat tubuhnya. Oleh alasannya yaitu itu, tidak sanggup disangkal bila air termasuk salah satu komponen yang sangat penting dalam badan ternak

Bagaimana bila prosentase air dikurangi sedikit saja? Jika prosentase tersebut berkurang, contohnya 20 % saja, akan berakibat cukup fatal pada badan ternak. Lebih parahnya lagi, kekurangan air sebanyak itu menimbulkan kematian. Sapi dan kerbau memerlukan 25 hingga 40 liter air per ekor per hari. Kambing dan domba memerlukan 1 hingga 3 liter. Air minum ini harus bersih. Hewan harus diberikan minum setiap saat, baik secara diangkut ke kandang, pada tempat binatang diikat ataupun di padang rumput. Kekurangan air minum menjadikan binatang tidak makan sehingga produksi maksimum tidak tercapai. Pemberian pelepah pisang memang sanggup mencukupi kebutuhan air bagi hewan, tetapi binatang tidak makan atau merumput secukupnya lantaran telah penuh dengan serat pelepah pisang. Berikanlah air minum higienis dalam bejana setiap hari untuk binatang dalam kandang. Kerbau harus diberikan kesempatan untuk berkubang selama 2 atau 3 hari setiap hari biar sehat dan segar.

Disamping Membutuhkan Air, Sapi Juga Sangat Membutuhkan Mineral terutama Garam


Garam (NaCl) sangat dibutuhkan oleh hewan. Petani harus menyediakan garam dikandang setiap ketika sehingga binatang sanggup menjilatnya. Suatu adonan yang terdiri dari 50 % garam dan 50 % dicalcium phosphat harus disediakan setiap saat. Sapi dan kerbau akan menghabiskan 2 kg adonan ini selama satu bulan. Kambing dan domba memerlukan sekitar 200 gr/ekor setiap bulan. Juga beberapa mineral harus disediakan di kandang. Mineral tidak sanggup diproduksi sendiri oleh badan ternak, akan tetapi didapat dari pakan menyerupai hijauan yang dimakan ternak. Jika pakan yang dimakan ternak sedikit mengandung atau bahkan tidak mengandung mineral sehingga ternak kekurangan mineral padahal menyerupai kita ketahui setiap hari ternak memerlukan mineral. Bila ternak kekurangan mineral maka pertumbuhan ternak akan terhambat sehingga berefek kepada terganggunya proses reproduksi dan produksi. Alasan itulah yang mendasari betapa pentingnya mineral bagi ternak.

Adapun faktor penyebab ternak kekurangan mineral yaitu akhir dari kurangnya kandungan mineral pada tumbuhan pakan ternak. Hal ini diakibatkan oleh tanah tempat tumbuh hijauan ternak tersebut hanya mengandung sedikit unsure mineral sehingga cuma sedikit yang sanggup diserap oleh tumbuhan yang kita berikan untuk ternak.

Fungsi dan Manfaat Mineral  Bagi Ternak Sapi
  • Tanpa adanya mineral vitamin tidak akan berfungsi dengan tepat lantaran salah satu fungsi mineral yaitu membantu pembentukan vitamin dalam badan ternak. Makara percuma saja kita memperlihatkan vitamin untuk ternak bila kebutuhan mineral ternak tidak cukup.
  • Membantu pembentukan enzim dalam badan ternak. Seperti halnya vitamin, enzim pun membutuhkan mineral untuk sanggup terbentuk.
  • Ternak sanggup mengatasi atau mentolerir kekurangan vitamin dalam waktu yang relative lama, tetapi tidak untuk kekurangan mineral.
Fungsi mineral yang sangat penting ini terkadang tidak dipahami atau malah dianggap remeh oleh petani maupun orang-orang yang terlibat dalam dunia peternakan. Hal ini mungkin dikarenakan kebutuhan mineral yang memang tidak sebanyak kebutuhan nutrisi. Untuk mengatasi permasalan diatas kita sanggup berikan ternak berupa MINERAL BLOK yang beredar dipasaran. Gantungkan mineral blok di sangkar ternak sehingga ternak sanggup menjilatnya kapan saja dibutuhkan.

Toleransi terhadap mineral (jumlah garam) dalam pasokan air juga bervariasi tergantung jenis hewan. Unggas sensitif, dan ruminansia binatang paling sensitif. Secara umum, total kandungan garam terlarut:
  • Kurang dari 1.000 mg / L dianggap rendahnya tingkat salinitas cocok untuk semua jenis ternak.
  • Kandungan garam 1.000 mg / L dan 3.000 mg / L sanggup memuaskan untuk semua jenis ternak tetapi sanggup menimbulkan kotoran basah pada unggas atau diare pada ternak tidak yang tidak terbiasa diberi garam.
  • Kadar garam di atas 3.000 mg / L tidak dianjurkan untuk unggas dan ternak ruminasia.
  • Kadar garam 5.000 mg / L tidak dianjurkan untuk binatang menyusui.
  • Hindari tingkat di atas 7.000 mg / L untuk semua ternak.
Jaga Kesehatan ternak Anda dengan memperlihatkan Cukup Air dan Mineral (Garam). Semoga Bermanfaat.

Jenis Sapi Susu, Ciri-Ciri, Produktifitas Dan Keunggulannya


Mengenal Berbagai Macam dan Jenis Sapi Perah dan Ciri-ciri Bibit Sapi Yang Bagus

Banyak sekali jenis sapi perah di dunia dan beberapa diantaranya tergolong jenis sapi susu unggul yang mempunyai produksi susu sangat tinggi selama masa laktasinya. Sapi perah memang sudah usang menjadi ternak andalan penghasil susu yang menguntungkan, baik dipelihara secara perjuangan tani perorangan maupun dalam skala besar berupa perusahaan komersial.

Saat ini di Malang sudah ada sebuah peternakan sapi perah yang sangat besar dengan ribuan ekor sapi perah yang siap berproduksi ribuan liter susu setiap hari. Dan konon hingga ketika ini kita masih kekurangan susu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga sebagian masih harus diimpor.

Kebutuhan susu sapi yang sangat tinggi ialah peluang yang harus dimanfaatkan oleh peternak sapi. Mereka bisa melaksanakan diversivikasi perjuangan dengan dua jenis sapi yaitu sapi potong dan sapi perah. Usaha sapi potong untuk pemenuhan hasil dalam jangka panjang bisa 3 - 6 bulan sebelum sapi gemuk dan siap dijual. Sementara perjuangan sapi perah bisa menjadi penghasilan harian dari hasil menjual susunya.
Susu ialah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia, salah satunya manusia. Susu secara alami mengandung nutrisi penting, menyerupai majemuk vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa susu mengandung mineral dan lemak. Kandungan air di dalam susu sangat tinggi, yaitu sekitar 87,5%, dengan kandungan gula susu (laktosa) sekitar 5%, protein sekitar 3,5%, dan lemak sekitar 3-4%. Susu juga merupakan sumber kalsium, fosfor, dan vitamin A yang sangat baik.
Untuk memulai perjuangan peternakan sapi perah, lebih baik bila kita mengenal dan mengetahui ihwal jenis-jenis sapi perah, keunggulan masing-masing dan ciri-cirinya semoga kita bisa menentukan jenis sapi apa yang cocok untuk dipelihara sesuai dengan kondisi lingkungan dan iklimnya.

Berikut ini beberapa jenis sapi perah yang sudah usang dipelihara dan dibudidayakan oleh peternak sapi susu di aneka macam belahan dunia.
Sapi susu atau sapi perah adalah sapi yang di kembangkan secara khusus sebab kemampuannya menghasilkan susu dalam jumlah besar. Sapi susu atau sapi perah ialah varietas dari spesies Bos Taurus.
Dalam sejarahnya , sapi penghasil susu dan sapi pedaging tidak mempunyai perbedaan mencolok, dengan induk yang sama sanggup dipakai untuk menghasilkan sapi yang menghasilkan susu (sapi betina) maupun daging (umumnya sapi jantan). Saat ini, pengembang biakan sapi lebih terspesialisasi dengan seleksi buatan untuk mendapat sapi varietas  khusus yang bisa menghasilkan susu dalam jumlah besar.

Jenis-jenis Sapi Perah dari Daerah Beriklim Panas / Tropis


Add caption
Sahiwal. Bangsa sapi Sahiwal berasal dari tempat Punyab, distrik montgo mery, Pakistan, tempat antara 29°5’ -30°2’ LU. Sapi perah Sahiwal mempunyai warna kelabu kemerah-merahan atau kebanyakan merah warna sawo atau coklat. Sapi betina bobot badannya mencapai 450 kg sedangkan yang jantan 500-600 kg. sapi ini tahan hidup di tempat asalnya dan sanggup berkembang di daerah-daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi. Produksi susu paling tinggi yaitu antara 2500-3000 kg/tahun dengan kadar lemaknya 4,5%. Menurut Ware (1941) berdasarkan catatan sapi perah Sahiwal yang terbaik dari 289 ekor sanggup memproduksi antara 6000-13000 pound (2722-5897 liter) dengan kadar lemak 3,7% (Blakely,1991).


Add caption
Sapi sanggup hidup hingga usia 20 tahun, namun sapi yang dibesarkan untuk diperah jarang sekali dipertahankan hingga usia tersebut, sebab ketika sapi perah tidak produktif, akan disembelih. Pada tahun 2009, setidaknya 19% stok daging yang disuplai oleh Amerika Serikat berasal dari sapi susu yang tidak produktif. Selain sebab tidak lagi produktif, sapi susu yang sudah renta rentan terhadap penyakit seperti mastitis yang sanggup mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan.
Red Sindhi. Bangsa sapi Red Sindhi berasal dari tempat distrik Karachi, Hyderabad dan Kohistan. Sapi Red Sindhi berwarna merah renta dan tubuhnya lebih kecil bila dibandingkan dengan sapi Sahiwal, sapi betina cukup umur rata-rata bobot badannya 300-350 kg, sedangkan jantannya 450-500 kg. produksi susu Red Sindhi rata-rata 2000 kg/tahun, tetapi ada yang mencapai produksi susu 3000 kg/tahu dengan kadar lemaknya sekitar 4,9% (Blakely,1991).


Add caption

Gir. Bangsa sapi Gir berasal dari tempat semenanjung Kathiawar akrab Bombay di India Barat dengan curah hujan 20-25 inchi atau 50,8-63,5 cm. Daerah ini terletak antara 20°5’ - 22°6’ LU. Pada ekspresi dominan panas temperature udara mencapai 98°F (36,7°C) dan ekspresi dominan hirau taacuh temperatu udara hingga 60°F (15,5°C) (Prihadi,1997).

Warna sapi Gir pada umumnya putih dengan sedikit bercak-bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang kuning kemerahan. Sapi ini tahan untuk bekerja baik di sawah maupun di tegal. Ukuran bobot sapi betina cukup umur sekitar 400 kg, sedangkan sapi jantan cukup umur sekitar 600 kg. produksi susu rata-rata 2000 liter/tahun dengan kadar lemak 4,5-5% (Blakely,1991).

Jenis-jenis sapi perah tempat Beriklim Dingin / Subtropis


Ayrshire. Bangsa sapi Ayrshire dikembangkan di tempat Ayr, yaitu di tempat serpihan barat Skotlandia. Wilayah tersebut hirau taacuh dan lembab, padang rumput relative tidak banyak tersedia. Dengan demikian maka ternak terseleksi secara alamiah akan ketahanan dan kesanggupannya untuk merumput (Blakely,1991).

Add caption
Pola warna bangsa sapi Ayrshire bervariasi dari merah dan putih hingga warna mahagoni dan putih. Bangsa sapi ini lebih bersifat gugup atau terkejut bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lain. Para peternak dahulu nampak masih berhati-hati dalam perjuangan mereka dalam melaksanakan seleksi kearah tipe yang bagus. Hasil itu masih nampak dalam gaya penampilan, simetri, perlekatan ambing yang nampak, disamping kehalusan dan kebersihannya sebagai tipe perah. Sapi Ayrshire hanya termasuk dalam peringkat sedang dari sudut daging serta pedet yang dilahirkan. Rata-rata bobot tubuh sapi betina cukup umur 1250 pound dan sapi jantan mencapai 1600-2300 pound. Produksi susu berdasarkan DHIA (1965/1966) rata-rata 10312 pound dengan kadar lemak 4% (Prihadi,1997).

Brown Swiss. Bangsa sapi Brown Swiss banyak dikembangkan dilereng-lereng pegunungan di Swiss. Sapi ini merumput di kaki-kaki gunung pada ketika ekspresi dominan semi hingga lereng yang paling tinggi ketika ekspresi dominan panas. Keadaan alam menyerupai itu melahirkan hewan-hewan yang tangguh akan kemampuan merumput yang bagus. Ukuran badannya yang besar serta lemak badannya yang berwarna putih menjadikannya sapi yang disukai untuk produksi daging (Blakely,1991).

Add caption
Warna sapi Brown Swiss bervariasi mulai dari coklat muda hingga coklat gelap, serta tercatat sebagai sapi yang gampang dikendalikan dengan kecenderungan bersifat acuh. Sapi Brown Swiss dikembangkan untuk tujuan produksi keju dan daging, serta produksi susunya dalam jumlah besar dengan kandungan materi padat dan lemak yang relative tinggi. Bobot tubuh sapi betina cukup umur 1200-1400 pound, sedang sapi jantan Brown Swiss 1600-2400 pound. Produksi susu rata-rata mencapai 10860 pound dengan kadar lemak 4,1% dan warna lemak susunya agak putih (Blakely,1991).

Add caption
Guernsey. Bangsa sapi Guernsey dikembangkan di pulau Guernsey di Inggris. Pulau tersebut populer dengan padang rumputnya yang bagus, sehingga pada awal-awal seleksinya, sifat-sifat kemampuan merumput bukan hal penting yang terlalu diperhatikan. Sapi perah Guernsey berwarna coklat muda dengan totol-totol putih yang nampak jelas. Sapi tersebut sangat jinak, tetapi sebab lemak badannya yang berwarna kekuningan serta ukuran tubuh yang kecil menimbulkan tidak disukai untuk produksi susu dengan warna kuning yang mencerminkan kadar karoten yang cukup tinggi (karoten ialah pembentuk atau prekusor vitamin A). disamping itu, kadar lemak susu serta kadar materi padat susu yang tinggi. Bobot tubuh rata-rata sapi betina cukup umur 1100 pound dengan kisaran antar 800-1300 pound. Sedangkan bobot sapi jantan cukup umur sanggup mencapai 1700 pound. Produksi susu sapi Guernsey berdasarkan DHIA (1965/1966) rata-rata 9179 pound dengan kadar lemaknya 4,7% (Prihadi,1997).

Jersey. Sapi Jersey dikembangkan di pulau Jersey di Inggris yang terletak hanya sekitar 22 mil dari pulau Guernsey. Seperti halnya pulau Guernsey, pulau Jersey juga mempunyai padang rumput yang manis sehingga seleksi ke arah kemampuan merumput tidak menjadi perhatian pokok. Pulau itu hasil utamanya ialah mentega, dengan demikian sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan produksi lemak susu yang banyak, sifat yang hingga kini pun masih menjadi perhatian. Dalam masa perkembangan bangsa ini, hanya sapi-sapi yang manis sajalah yang tetap dipelihara sehingga sapi Jersey ini masih populer sebab keseragamannya (Blakely,1991).

Add caption
Susu yang berasal dari sapi yang berwarna coklat ini, warnanya kuning sebab kandungankarotennya tinggi serta persentase lemak dan materi padatnya juag tinggi. Seperti halnya sapi Guernsey, sapi Jersey tidak disukai untuk tujuan produksi daging serta pedet yang akan dipotong. Bobot sapi betina cukup umur antara 800-1100 pound. Produksi susu sapi Jersey tidak begitu tinggi, berdasarkan standar DHIA (1965/1966) rata-rata produksi sapi Jersey 8319 pound/tahun, tetapi kadar lemaknya sangat tinggi rata-rata 5,2% (Prihadi,1997).

Add caption
Holstein – Friesien. Bangsa sapi Holstein-Friesien ialah bangsa sapi perah yang paling menonjol di Amerika Serikat, jumlahnya cukup banyak, mencakup antara 80 hingga 90% dari seluruh sapi perah yang ada. Asalnya ialah Negeri Belanda yaitu di propinsi Nort Holand dan West Friesland, kedua tempat yang mempunyai padang rumput yang bagus. Bangsa sapi ini pada awalnya juga tidak diseleksi kearah kemampuan atau ketangguhannya merumput. Produksi susunya banyak dan dimanfaatkan untuk pembuatan keju sehingga seleksi kearah jumlah produksi susu sangat dipentingkan (Blakely,1991).

Sapi yang berwarna hitam dan putih (ada juga Holstein yang berwarna merah dan putih) sangat menonjol sebab banyaknya jumlah produksi susu namun kadar lemaknya rendah. Sifat menyerupai ini nampaknya lebih cocok dengan kondisi pemasaran pada ketika sekarang. Ukuran badan, kecepatan pertumbuhan serta karkasnya yang manis menimbulkan sapi ini sangat disukai pula untuk tujuan produksi daging serta pedet untuk dipotong. Standar bobot tubuh sapi betina cukup umur 1250 pound, pada umumnya sapi tersebut mencapai bobot 1300-1600 pound. Standar bobot tubuh pejantan 1800 pound dan pada umumnya sapi pejantan tersebut mencapai diatas 1 ton. Produksi susu bias mencapai 126874 pound dalam satu masa laktasi, tetapi kadar lemak susunya relative rendah, yaitu antara 3,5%-3,7%. Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globuli) lemaknya kecil, sehingga baik untuk dikonsumsi susu segar (Blakely,1991).
Sapi susu sanggup digembalakan oleh petani maupun dipelihara di dalam sangkar secara komersial, dalam usaha peternak susu. Ukuran peternakan dan jumlah sapi susu sanggup bervariasi tergantung luas kepemilikan lahan dan struktur sosial. Di Selandia Baru, jumlah kepemilikan sapi susu rata-rata 375 ekor per peternak. Di Australia, jumlah kepemilikan sapi susu rata-rata ialah 220 ekor per peternak. Di Inggris,  terdapat dua juta ekor sapi susu dengan rata-rata kepemilikan 100 ekor. Di Amerika Serikat, jumlah kepemilikan sapi bervariasi antara selusin hingga 15000 ekor. Sedangkan di Indonesia kepemilikan sapi susu rata-rata hanya 4 ekor per peternak.

Jenis sapi perah yang berkembang di Indonesia


Bangsa sapi perah di Indonesia sanggup dikatakan tidak ada. Sapi perah di Indonesia berasal dari sapi impor dan hasil dari persilangan sapi impor dengan sapi local. Pada tahun 1955 di Indonesia terdapat sekitar 200000 ekor sapi perah dan hamper seluruhnya merupakan sapi FH dan keturunannya (Prihadi,1997).

Produksi susu sapi FH di Indonesia tidak setinggi di tempat asalnya. Hal ini banyak dipengaruhi oleh factor antara lain iklim, kualitas pakan, seleksi yang kurang ketat, administrasi dan mungkin juga sapi yang dikirim ke Indonesia kualitas genetiknya tidak sebaik yang diternakkan dinegeri asalnya. Sapi FH murni yang ada di Indonesia rata-rata produksi susunya sekitar 10 liter per hari dengan calving interval 12-15 bulan dan usang laktasi kurang lebih 10 bulan atau produksi susu rata-rata 2500-3000 liter per laktasi (Prihadi,1997).

Hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi FH sering disebut sapi PFH (Peranakan Friesian Holstein). Sapi ini banyak dipelihara rakyat terutama di tempat Boyolali, Solo, Ungaran, Semarang, dan Jogjakarta. Juga sanggup dijumpai didaerah Pujon, Batu, Malang,dan sekitarnya. Warna sapi PFH menyerupai sapi FH tetapi sering dijumpai warna yang menyimpang contohnya warna bulu kipas ekor hitam, kuku berwarna hitam dan bentuk tubuhnya masih menunjukkan bentuk sapi local, kadang kala masih terlihat adanya gumba yang meninggi (Prihadi,1997).


Sapi perah di Indonesia berasal dari Ras Sapi ( Fries Holland/Fresian Holstein). Sapi ini berasal dari negeri belanda yang dimasukan ke Indonesia pada zaman penjajahan belanda dulu. Warna sapi ini pada umumnya belang hitam putih. Setelah Indonesia merdeka, keturunan sapi ini menyebar ke seluruh pulau jawa. Pada pembangunan jangka panjang tahap pertama yang lalu, sapi-sapi FH tersebut dimasukan kembali ke Indonesia dari sapi-sapi yang telah dikembang biakan di Australia, selandia gres dan Amerika.

Untuk memulai beternak sapi perlu menentukan bibit sapi FH yang baik, adapun ciri-ciri bibit sapi perah yang baik ialah :
  • Umur : Sebaiknya mencari sapi betina yang sudah bunting berumur antara 2 - 2,5 tahun semoga masa pemeliharaan sebelum berproduksi tidak lama. Untuk menentukan umur sanggup dilihat dar keadaan gigi geligi
  • Gigi seri berganti : Umur 1,5 tahun 2 buah; Umur 2,5 tahun 4 buah; Umur 3 tahun 6 buah; Umur 4 tahun 8 buah.
  • Kepala : Agak panjang, moncong lebar, lubang hidung lebar, dahi lebar.
  • Mata : Bersinar terang.
  • Leher : Panjang ramping dan tipis.
  • Pundak : Ramping, menempel baik pada badan.
  • Tulang rusuk : Tipis, lebar, panjang mengembang, jarak antara dua rusuk lebar.
  • Paha : Ramping, antaranya lebar dilihat dari belakang.
  • Kulit : Tipis, Longgar, gampang dilipat, rambutnya halus dan mengkilat.
  • Tubuh : Panjang, serpihan belakang besar.
  • Dada : Dalam berbentuk tong.
  • Perut : Besar, lebar dalam.
  • Abing : Besar ,Luas memanjang kearah perut berbentuk simetris, alastis, dalam keadaan kosong, kulitnya kendor dan belipat lipat.
  • Cermin susu : Panjang dan Lebar.
  • Kaki : Kering meruncing
  • Ekor : Bulu ujung berwarna putih.
  • Keadaan Umum : Kondisi tubuh tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus vena perut dibawah kulit ( vena subcutanous addominalis) : panjang,besar,bercabang cabang dan berkelok kelok. 
Sapi susu menghasilkan sejumlah besar susu sepanjang hidupnya, yaitu berkisar 6800 hingga 17000 kg per masa laktasi. Sapi ras tertentu menghasilkan susu lebih dari yang lain. Rata-rata susu yang dihasilkan di Amerika Serikat ialah 9164.4 kg per ekor per tahun, tidak termasuk susu yang dikonsumsi anaknya. Sedangkan di Israel mencapai 12240 kg berdasarkan data tahun 2009. Usaha peternakan sapi perah di tempat tropis mempunyai kendala lebih, terutama pada tingginya temperatur dan kelembaban yang tidak disukai oleh sapi perah. Di Cirebon, Jawa Barat, satu ekor sapi hanya menghasilkan maksimal sekitar 4500 liter susu per ekor per masa laktasi. Turunan dari sapi yang dikembangbiakan di tempat tropis, meski dari ras yang sama, menghasilkan susu yang lebih rendah dari induknya. Temperatur udara yang tinggi diketahui mengurangi absorpsi nutrisi pakan oleh sapi sehingga berpotensi mengurangi produksi susu.

Usia impian hidup sapi susu sangat terkait dengan tingkat produksi susu. Sapi dengan tingkat produksi susu yang rendah sanggup hidup lebih usang dibandingkan sapi dengan tingkat produksi susu yang tinggi, namun hal ini tidak menunjukkan seberapa menguntungkan sapi jenis tertentu. Sapi yang tidak lagi memproduksi susu dengan jumlah yang menguntungkan akan disembelih. Daging dari sapi susu tersebut biasanya berkualitas rendah sehingga hanya dijadikan daging terproses (sosis, dan sebagainya).
Pemenuhan kadar lemak pada tumbuh sapi penting dalam menjaga produktivitas susu. Sapi yang terlalu gemuk atau terlalu kurus sanggup menjadikan persoalan pada kesehatannya maupun sistem reproduksinya. Pemberian komplemen lemak diketahui sanggup menguntungkan masa laktasi sapi. Suplemen lemak yang dimaksud terutama asam oleat yang ditemukan pada minyak kanola, asam palmitat yang ditemukan pada minyak sawit, dan asam linoleat yang ditemukan pada biji kapas, bunga matahari, dan kedelai. Pemberian komplemen lemak yang sempurna juga sanggup meningkatkan usia impian hidup sapi.
Pemanfaatan produk samping suatu perjuangan kebijaksanaan daya tumbuhan merupakan salah satu cara dalam mengurangi biaya pinjaman pakan. Namun jenis pakan yang diberikan tidak bisa sembarangan sebab sanggup menimbulkan penyakit. Daun jagung, daun kedelai, dan daun singkong sanggup dijadikan pakan tambahan bagi sapi, di mana kesemuanya merupakan produk samping pembudidayaan tumbuhan pertanian. Daun singkong mempunyai kandungan protein bergairah sebanyak 28.66 persen, lebih tinggi dibandingkan kadar protein rumput gajah yang hanya 13.13 persen.

Tingkat produksi susu umumnya dipengaruhi oleh tingkat stress dari sapi. Pakar psikologi dari Universitas Leicester, Inggris, menemukan bahwa musik tertentu disukai oleh sapi susu dan mempengaruhi masa laktasi dan produksi susu.

Diolah dari aneka macam sumber

Tuesday, 10 July 2018

Benarkah Jumlah Sapi Potong Di Jawa Timur Masih Surplus?

Populasi Sapi di Jawa Timur Naik Atau Turun Sebenarnya?

Jumlah Populasi Sapi Potong di Jawa Timur Per Kabupaten/Kota Dari Tahun Ke Tahun
Jawa Timur sudah usang dikenal sebagai lumbung sapi lokal atau penghasil dan produsen sapi lokal terbanyak dibandingkan dengan propinsi lain. Bagaimana bekerjsama angka pertumbuhan atau penurunan populasi sapi potong di Jawa Timur dari tahun ke tahun?
Berdasarkan Statistik Peternakan dan Kesehatan binatang 2017, angka sementara populasi sapi potong mencapai 16,6 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,5 juta ekor atau 27,4% berada di Jawa Timur dan mengakibatkan provinsi paling timur di Pulau Jawa tersebut merupakan kawasan dengan dengan populasi sapi potong terbesar dibanding kawasan lainnya. Provinsi dengan populasi sapi potong terbesar Jawa Tengah sebesar 10,35% dari total populasi dan Sulawesi Selatan 8,64%. Dari 10 provinsi dengan populasi sapi potong terbesar menguasai 77,4%  atau sekitar 12,84 juta dari total populasi  tanah air.

Data Populasi Sapi di 10 Propinsi (sumber katadata.co.id)




























Tabel Populasi Sapi Potong berdasarkan Kabupaten/Kota
 di Jawa Timur Tahun 2009-2017
(ekor)





















Kabupaten/Kota 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Kabupaten 
01 Pacitan     57 783     61 612     86 138     94 735     76 546     81 954     83 659     84 393   86 611 
02 Ponorogo     61 101     63 995     89 148     84 315     84 751     84 514     81 807     82 102   81 823 
03 Trenggalek     29 806     30 980     42 560     43 411     29 906     31 431     32 668     33 887   34 515 
04 Tulungagung     95 218     99 836     129 678     129 549     91 789     98 987     104 824     111 016   114 556 
05 Blitar     139 542     144 790     189 378     200 008     132 934     135 592     139 372     141 347   148 414 
06 Kediri     114 751     123 954     268 139     287 943     181 727     192 631     202 263     212 376   223 216 
07 Malang     142 344     147 865     225 895     240 746     189 145     199 453     212 821     223 717   234 481 
08 Lumajang     145 947     157 527     200 577     210 039     164 892     172 920     182 993     194 049   203 044 
09 Jember     225 417     237 675     324 230     350 170     217 763     236 198     243 390     250 112   253 113 
10 Banyuwangi     133 045     142 417     143 852     163 850     91 384     108 139     111 304     115 386   116 274 
11 Bondowoso     164 316     172 877     203 735     212 621     188 740     205 321     210 650     215 184   219 013 
12 Situbondo     166 998     179 788     204 925     214 900     159 308     169 978     172 528     176 398   171 865 
13 Probolinggo     158 929     177 170     287 480     296 867     239 564     244 718     256 249     262 408   266 884 
14 Pasuruan     102 527     107 869     110 700     114 579     92 174     100 841     105 469     106 252   112 328 
15 Sidoarjo     11 338     11 572     8 768     10 078     9 458     9 356     9 507     9 802   11 693 
16 Mojokerto     65 969     69 511     90 996     99 965     65 843     50 801     52 891     54 575   55 141 
17 Jombang     86 260     91 493     103 014     115 852     68 926     69 821     72 887     70 448   66 926 
18 Nganjuk     225 417     195 997     176 612     166 215     134 255     134 566     138 522     138 601   138 929 
19 Madiun     42 256     44 568     62 375     68 831     46 500     56 838     58 174     59 518   60 881 
20 Magetan     76 722     81 036     107 263     114 630     96 185     106 913     107 683     110 228   117 599 
21 Ngawi     61 757     66 278     101 047     110 850     90 692     81 373     84 149     82 197   79 437 
22 Bojonegoro     167 624     182 937     190 879     201 992     160 037     172 673     186 861     201 954   218 131 
23 Tuban     191 122     202 835     312 013     314 810     311 359     314 937     324 295     329 272   334 143 
24 Lamongan     69 968     75 575     109 972     116 963     96 714     99 013     101 790     104 779   107 629 
25 Gresik     57 181     60 747     53 020     58 268     44 270     47 254     50 064     52 858   54 446 
26 Bangkalan     155 454     164 201     193 576     205 157     186 027     191 245     197 675     200 279   206 946 
27 Sampang     123 597     176 076     196 414     196 807     180 849     203 863     211 176     212 776   215 020 
28 Pamekasan     123 597     130 576     127 674     142 445     149 855     152 045     155 086     190 635   192 455 
29 Sumenep     296 978     316 571     357 038     360 862     345 095     349 081     353 124     357 422   361 127 
Kota
71 Kediri     4 404     4 487     6 236     6 251     3 510     3 600     3 764     3 686   4 377 
72 Blitar     3 439     3 850     3 409     3 549     2 689     2 797     2 920     3 076   3 180 
73 Malang     2 745     2 786     4 430     4 433     4 241     4 039     3 858     3 708   3 756 
74 Probolinggo     8 869     9 798     10 071     10 473     8 519     8 863     9 217     9 592   9 983 
75 Pasuruan      898      894      820      596      334      305      332      379      428
76 Mojokerto      299      310      384      355      162      154      127      145      138
77 Madiun      848      948      379      385      299      303      306      306      297
78 Surabaya      411      365     1 126      740      218      116      265      223      129
79 Batu     3 565     3 687     3 347     3 237     2 437     2 700     2 655     2 721   2 685 
Jawa Timur    3 558 948    3 745 453    4 727 298    4 957 477    3 949 097    4 125 333    4 267 325    4 407 807  4 511 613 
Sumber: Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur