Showing posts with label Herbalis. Show all posts
Showing posts with label Herbalis. Show all posts

Saturday, 14 July 2018

Mengenal Bunga Turi, Manfaat Dan Kandungan Nutrisinya

Apa Saja Manfaat Bunga Turi Bagi Kesehatan?

Turi (Sesbania grandiflora) merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae. Tumbuhan dengan banyak kegunaan ini asalnya diduga dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, namun kini telah tersebar ke aneka macam tempat tropis dunia.Bunganya terasa gurih dan manis, sehingga digemari sebagai adonan pecel. Untuk menciptakan pecel ini, bunga turi (bisa juga diganti kacang panjang) ini dicampur dengan "ganteng" taoge, bersama dengan kulit melinjo yang sudah dikukus direbus hingga cukup masak.
Tanaman turi sangat gampang tumbuh, biasanya bibit didapatkan dengan menyemai bijinya atau mengambil benih yang sudah tumbuh disekitar pohon yang sudah tua. Bunga Turi yakni bunga dari tumbuhan turi yang mempunyai nama latin Sesbania Grandiflora. Fungsi bunga turi pada masyarakat jawa dipakai sebagai tumbuhan pagar pembatas ladang atau sawah. Kegunaan bunga turi tidak hanya untuk tumbuhan pembatas saja namun juga dipakai sebagai sayuran. Olahan bunga turi biasanya berupa oseng bunga turi / tumis bunga turi kadang juga di masak sebagai keripik bunga turi yang banyak mempunyai kandungan nutrisi dan kandungan gizi. Jenis bunga turi ada dua dibedakan berdasarkan warna bunganya, ialah turi berbunga warna putih, disebut sebagai turi putih, turi berbunga merah violet disebut turi merah. Budidaya bunga turi yaitu dengan cara menyamai biji dari bunga turi.



Bunga Turi ini sanggup ditemukan di bawah 1.200 m dpl. Pohon bunga turi 'kurus' berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerap kali menggantung. Kulit luar tumbuhan turi berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus gampang terkelupas. Di bab dalam lembap dan sedikit berlendir. Percabangan gres keluar sesudah tinggi tumbuhan sekitar 5 m. Daun bunga turi beragam yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bentuk bunga dan struktur bunga turi, bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, Bagian bunga turi kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong.

Nama Daerah Bunga Turi :
Turi, toroy, (Jawa). turi (Sumatera). tuli, turi, turing, ulingalo,; suri, gongo gua, kaju jawa (Sulawesi). tuwi, palawu, kalala; gala-gala, tanumu, ghunga, ngganggala (Nusa tenggara)

Kandungan Kimia Bunga Turi

Kulit batang tumbuhan turi mengandung: Tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase, zat warna.

Daun tumbuhan turi mengandung: Saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan B.

Bunga turi mengandung : Kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B
Tanaman yang mempunyai nama ilmiah sesbania grandiflora ini mempunyai bunga yang unik. Dimana pada bunga tersebut mempunyai kandungan nutrisi ibarat karbohidrat, protein, lemak, aneka macam jenis mineral (seperti kalium, fosfor, zat besi, serta kalsium), dan juga aneka macam jenis vitamin (seperti vitamin B1, B2, B6, C, serta Beta karoten).
Adapun rincian kandungan nutrisi dari 100 gram bunga turi antara lain yakni :
  • Air : 91.58 gram
  • Protein : 1.28 gr
  • Lemak : 0.04 gr
  • Karbohidrat : 6.73 gr
  • Kalsium : 18 mg
  • Zat besi : 0.84 gr
  • Magnesium : 12 mg
  • Fosfor : 30 mg
  • Potasium : 184 mg
  • Sodium : 15 mg
  • Selenium :  0.8 µg
  • Vitamin C : 73 mg
  • Thiamin : 0.083 mg
  • Riboflavin : 0.081 mg
  • Niacin : 0.430 mg
  • Folate : 102 µg

Manfaat dan Khasiat Bunga Turi Bagi Kesehatan


  • Mengobati Sariawan
  • Sakit Tenggorokan
  • Radang tenggorokan
  • Disentri dan berak darah
  • Kuku Bengkak
  • Mengobati Keputihan
  • Mengobati Batuk biasa dan Batuk Berdahak
  • Demam Nifas
  • Hidung lembap dan Sakit Kepala
  • Cacar air dan demam
  • Badan Pegal Linu
  • Manfaat bunga turi bagi payudara yaitu untuk menambah ASI bagi ibu yang menyusui
  • Manfaat bunga turi untuk kecantikan yaitu untuk melembutkan kulit

Ramuan Herbal Tanaman Turi

Radang tenggorokan : Daun turi merah satu genggam. Cuci bersih. Rebuslah dengan air hingga mendidih. Dinginkan dan saring,. Gunakan airnya untuk berkumur, lakukan 4x dalam sehari.

Sariawan : Ambilah kulit batang turi segar secukupnya, cuci, kemudian remas-remas dalam air. Pakailah untuk kumur, lakukan 3x dalam sehari.

Disentri : Kulit batang turi merah seibu jari, rebuslah dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal segelas. Dinginkan, kemudian saring. Minum 2x dalam sehari sekali minum 1 gelas.

kuku jari yang kesandung atau kepukul : Ambil daun turi secukupnya. Cuci bersih. Lalu tumbuklah hingga halus. Tempelkan diatas kuku yang sakit dan kulit disekitarnya, kemudian balut dengan kain. Ganti ramuan 2-3 kali dalam sehari. bekuan darah dalam kuku akan hilang dan menggurangi rasa sakit.

Keputihan : daun turi satu genggam, kunyit seibu jari, basuh bersih, kemudian tumbuk hingga halus, beri air matang 3/4 cangkir, aduk hingga rata, peras dan saring. Minumlah dua kali dalam sehari.

Cacar air dan demam erupsi : Ambil kulit batang turi seibu jari, basuh kemudian rebus dengan air secukupnya. Dinginkan kemudian saring, kemudian minum sekaligus.

Pilek dan sakit kepala : Ambil daun turi satu genggam, bunganya satu genggam. Tumbuklah kedua materi hingga halus, beri 1/2 cangkir air masak, aduk rata, kemudian saring dan minum sekalidus.

Demam alasannya nifas : Ambil daun turi 1/3 genggam, kemudian tumbuk halus, tambahkan 1/2 cangkir air matang, aduk-aduk, saring, kemudian minum sekaligus.

Batuk : Ambil daun turi merah satu genggam, daun inggu satu genggam, basuh bersih, dan tumbuk hingga halus, tambahkan air perasan jeruk pecel, aduk smpai rata, kemudian saring, kemudian minum.

Batuk berdahak : Ambil akar turi sebesar jari telunjuk, cuci, kemudian tumbuk hingga halus, beri air 1/2 cangkir dan madu 1 sendok, kemudian aduk-aduk hingga rata, saring dengan sehelai kain dan minum sekaligus.

Penambah ASI : Ambil daun turi muda, kukus dan gunakan untuk lalap makan.

Pegal linu : Ambil akar pohon turi merah secukupnya, cuci, kemudian tumbuk hingga halus , tambahkan air secukupnya, aduk-aduk hingga menjadi adonan ibarat bubur, kemudian gosok-gosokkan dibagian badan yang sakit.



Mengencangkan Dan Memperbesar Payudara Dengan Bunga Turi

Ternyata bunga turi juga sangat baik dipakai sebagai ramuan tradisional untuk mengencangkan dan memperbesar payudara. Caranya sanggup Anda simak berikut ini.

Ambil bunga turi secukupnya, kemudian basuh hingga bersih.

Rebus bunga turi yang telah dicuci higienis kemudian pisahkan bunga turi dengan air rebusannya.

Biarkan air rebusan bunga turi hingga hambar kemudian diminum.

Untuk bunga turinya sanggup di konsumsi sebagai sayur atau dimasak.

Lakukan cara tersebut secara teratur hingga Anda mendapat payudara yang ideal sesuai keinginan. Anda juga sanggup menyebabkan bunga turi sebagai hidangan setiap hari.
Ciri-ciri Morfologi dan Anatomi Bunga Turi

Bunga Turi ini sanggup ditemukan di bawah 1.200 m dpl. Pohon bunga turi 'kurus' berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerap kali menggantung. Kulit luar tumbuhan turi  berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus gampang terkelupas. Di bab dalam lembap dan sedikit berlendir. Percabangan gres keluar sesudah tinggi tumbuhan sekitar 5 m. Daun bunga turi beragam yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bentuk bunga dan struktur bunga turi, bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, Bagian bunga turi kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong.

Thursday, 12 July 2018

Mengenal Macam-Macam Jenis Buah Nangka Dan Manfaatnya

Jenis-jenis Tanaman Buah Nangka, Apa Saja Manfaatnya?

Nangka ialah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya ialah Artocarpus heterophyllus. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai jackfruit. Buah nangka atau jack fruit ialah buah yang tidak kenal musim. Artinya buah nangka ini tersedia sepanjang tahun meskipun ada ketika tertentu jarang ditemukan tetapi tetap ada dipasaran. Beda dengan durian yang ada hanya ketika musimnya.
Nangka mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi dan sebagai antioksidan, vitamin sangat baik dalam menjaga imun tubuh. Jika kekebalan badan baik, tidak akan gampang terjangkit penyakit. Buah nangka juga membantu menangkal radikal bebas yang sanggup menumpuk di dalam badan dan memicu timbulnya kanker.
Pemanfaatan nangka lebih banyak untuk sayuran. Anda tentu kenal kuliner gudeg yogya yang materi utamanya ialah buah nangka atau gori. Banyak sekali jenis nangka yang kadang orang tidak tahu. Ada jenis yang hanya nikmat kalau dimakan sebagai buah dan tidak yummy kalau disayur. Di Indonesia lebih dari 30 kultivar di Jawa terdapat lebih dari 20 kultivar.

Berdasarkan fisik pohon dan ukuran buah nangka terbagi dua golongan yaitu pohon nangka buah besar & pohon nangka buah mini.

1) Pohon nangka buah besar: tinggi mencapai 20-30 m; diameter batang mencapai 80 cm & umur mulai berbuah sekitar 5-10 tahun.

2) Pohon nangka buah kecil: tinggi mencapai 6-9 m; diameter batang mencapai 15-25 cm & umur mulai berbuah sekitar 18-24 bulan.

Sedangkan jenis nangka menurut kondisi daging buah nangka sanggup dibedakan menjadi3 jenis nangka, yaitu:

Buah nangka bubur: daging buah tipis, lunak agak berserat, beraroma keras gampang lepas dari buah.

Buah nangka salak: daging buah tebal, agak kering aromanya kurang keras. (nangka celeng dan nangka belulang).

Buah nangka cempedak: daging buah tipis, liat dan beraroma harum spesifik.

Jenis Varietas-varietas unggul nangka yg banyak ditanam di Indonesia yaitu:
  • Buah nangka bilulang/nangka celeng,
  • Buah nangka cempedak,
  • Buah nangka dulang,
  • Buah nangka kandel,
  • Buah nangka kunir,
  • Buah nangka merah,
  • Buah nangka salak,
  • Buah nangka mini,
  • Buah nangka misin. 

Manfaat Buah Nangka Bagi Kesehatan

1. Kalium dalam nangka efektif dalam mengurangi kemungkinan penyakit jantung alasannya ialah sanggup menurunkan tekanan darah.

2. Kandungan zat besi dalam buah yang berserat ini membantu mencegah anemia dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.

3. Akar ialah obat yang baik bagi orang yang menderita asma. Merebus akar dan ekstrak nangka ternyata sanggup membantu untuk mengontrol asma.

4. Salah satu manfaat kesehatan dari nangka ialah melindungi tiroid sehat. Mineral mikro dan tembaga dalam nangka juga efektif untuk metabolisme tiroid. Hal ini sangat baik untuk memproduksi hormon dan penyerapan.

5. Manfaat kesehatan dari nangka untuk tulang. Buah ini baik untuk belum dewasa muda dalammenjaga kesehatan tulang. Nangka kaya akan magnesium yang memperkuat tulang dan mencegah badan dari gangguan tulang menyerupai osteoporosis.

6. Manfaat gizi dari nangka ialah sumber makanana yang kaya akan vitamin C dan A. Nutrisi anti-oksidan dalam nangka memperkuat sistem kekebalan badan dan melindungi dari bisul basil dan virus.

7. Dengan phyto-nutrisi dan vitamin C, nangka mempunyai sifat anti kanker dan anti-penuaan. Nutrisi ini sanggup menjauhkan Anda dari ancaman kanker dan memperlambat degenerasi sel untuk mencegah badan dari penyakit degeneratif.

8. Gula alami menyerupai fruktosa dan sukrosa dalam buah nangka menjadikannya sebuah sumber energi. Nangka sanggup meningkatkan energi dan tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol.

9. Nangka sanggup menyembuhkan borok dan gangguan pencernaan. Buah berserat tinggi ini mencegah sembelit dan memperlancar gerakan usus.

10. Nangka juga bermanfaat untuk kesehatan mata dan kulit. Buah ini mengandung vitamin A yang memelihara kesehatan mata dan kelembutan kulit. Nangka juga mencegah gangguan mata menyerupai degenerasi makula dan rabun senja.

Manfaat Biji Nangka

Ternyata biji nangka kaya akan Protein, Serat, Vitamin, Antioksidan, Kalsium, serta senyawa alami lainnya. Sehingga manfaat biji nangka sanggup diperoleh ketika diolah menjadi beraneka jenis masakan.

Umumnya bagi seseorang yang menggemari biji nangka, mereka sanggup saja mengolahnya menjadi stik gurih biji nangka, biji nangka rebus, kudapan bagus nikmat biji nangka sebagai kuliner khas lagi menyehatkan, serta masih banyak lagi varian kuliner yang disuguhkan.

1. Mencegah Pertumbuhan Sel kanker
Biji nangka merupakan kuliner yummy yang diperkaya Fitonutrien layaknya Isoflavon, Lignin dan Saponin. Semua kandungan itu memang menjadi senjata untuk mempertahankan kesehatan badan dari banyak sekali macam gangguan, termasuk penyakit kanker.

2. Mengurangi Risiko Sembelit
Khasiat beton nangka memang diperkaya oleh banyak serat tidak larut. Sehingga kudapan sehat semacam ini cukup baik untuk sistem pencernaan tubuh. Serat biji nangka mempunyai kegunaan memperlancar kinerja usus, sekaligus mendetoksifikasi usus biar terhindar dari banyak sekali gangguan.

3. Meregenerasi Sel Darah Merah
Sumber Zat besi ternyata juga tersedia pada biji nangka. Segi laba ini memang tak boleh disia-siakan. Karena fungsi dari zat besi sangat penting bagi badan dalam mendukung proses Oksigenasi, guna meregenerasi kembali sel-sel darah merah yang bermasalah.

4. Melancarkan Aliran Darah
Kegunaan zat besi biji nangka juga berperan aktif melancarkan sirkulasi darah, sehingga menciptakan peredaran darah di badan semakin lancar. Saat zat besi melancarkan fatwa darah di tubuh, kandungan senyawa tersebut akan terus menjaga kesehatan jantung biar bekerja dengan baik.

Dari banyak sekali sumber

Wednesday, 11 July 2018

Manfaat Pohon Dewandaru, Antara Mitos Dan Fakta

Mengenal Pohon "Sakti" Penuh Mitos, Eugenia uniflora atau Pohon Dewandaru, Ternyata Memiliki Manfaat Bagi Kesehatan.

Dewandaru ialah tumbuhan dari famili Myrtaceae, yang mempunyai nama ilmiah Eugenia uniflora, L., dengan nama sinonim di antaranya Eugenia michelii, Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanica, Willd. Tumbuhan ini berasal dari wilayah pantai timur Amerika Selatan yang beriklim tropis, yang tersebar mulai dari Suriname, Guyana Prancis, hingga wilayah selatan Brasil, juga sebagian dari Paraguay, Argentina, Uruguay, dan negara-negara di wilayah Karibia. Di tempat asal dan penyebarannya itu, dewandaru dikenal dengan nama pitanga, suriname cherry, brazilian cherry, cayenne cherry, atau cerisier carré. Nama lainnya, ibarat dikutip dari hear.org, ialah vine (Samoa), pomikanite ( Tonga), cerezo de Cayena, nagapiry, pitanga (Spanyol), menemene, venevene (Maori, Cook Islands).
Dewandaru Si Pohon Sakti. Penggemar kisah-kisah pewayangan klasik tentu sangat familiar dengan nama pohon ini, karena disana dikisahkan bila pohon ini mempunyai semacam "kesaktian" yang bisa dimanfaatkan oleh para tokoh wayang tersebut. Tumbuhan ini ada dimana-mana, tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga banyak tumbuh. Tumbuhan dewandaru tersebar di tempat Amerika Selatan ibarat Suriname, Brazil, Argentina, Urugay, dan Paraguay. Di Indonesia, tumbuhan ini sanggup ditemukan di beberapa tempat di pulau Jawa, Sumatera, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Salah satu tempat yang dikenal sebagai habitat dewandaru ialah kepulauan Karimunjawa. Di tempat terakhir, kayu dewandaru sangat kental nuansa magisnya. Sejarah persebaran pohon dewandaru (Eugenia uniflora) hingga ke Indonesia belum diketahui secara pasti. Kecuali aneka macam mitos turun temurun yang berkembang di masyarakat.
Dewandaru, mengutip dari  studi yang dilakukan Nur Ismiyati, Endang Sulistyorini, dan Rina Maryani dari Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC), Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, ialah tumbuhan perdu, tahunan, dengan tinggi lebih dari 5 meter. Referensi lain menyebutkan tinggi tumbuhan sanggup mencapai 8 meter. Batangnya tegak berkayu, berbentuk bundar dan berwarna cokelat. Akar tumbuhan berwarna cokelat dan merupakan akar tunggang. Daunnya yang berwarna hijau serta merupakan daun tunggal, tersebar, berbentuk lonjong, dengan ujung dan pangkal meruncing. Tepi daunnya rata. Pertulangan menyirip dengan panjang lebih dari 5 cm dan lebar kurang lebih 4 cm.
Dalam terminologi jawa sanggup diartikan sebagai kayu ‘Pembawa Wahyu Dewa’. Kata dewandaru banyak dijumpai dalam cerita pewayangan maupun dalam khasanah bahasa Jawa Kuno maupun sansakerta. Karenanya tidak mengherankan bila kemudian pohon berjulukan dewandaru ini kemudian sarat dengan mitos. Pohon dewandaru dikenal juga sebagai asem selong, belimbing londo, ceremai londo, atau cereme asam. Dalam bahasa Inggris pohon yang dipercaya mempunyai kekuatan magis ini disebut dengan Surinam Cherry, Brazilian Cherry, atau Cayenne Cherry. Sedangkan nama ilmiah tumbuhan ini ialah Eugenia uniflora L., yang mempunyai beberapa sinonim diantaranya Eugenia michelii Lam., Eugenia oblongifolia, Eugenia zeylanica Willd.

Dewandaru telah dianggap sebagai materi penelitian obat yang penting, mengingat riwayatnya yang panjang sebagai obat tradisional. Minyak esensialnya ialah antihipertensif, antidiabetik, antitumor, dan analgesik. Hasil penelitian bahkan memperlihatkan khasiatnya sebagai antiviral dan kegiatan antijamur. Minyak esensial dewandari bisa menangkal mikroorganisme ibarat Trichomonas gallinae (in vitro), Trypanosoma cruzi, dan Leishmania amazonensis.

Daun tumbuhan dewandaru, mengutip dari buku Hutapea, mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Flavonoid dari ekstrak daun berupa mirisetin, mirisitrin, gallokatekhin, kuersetin, dan kuersitrin, berdasarkan penelitian G Schmeda-Hirschmann dan tim yang dipublikasikan pada 1987. Penelitian tahun 2000 mendapati senyawa tannin yang diisolasi dari fraksi aktif Eugenia uniflora antara lain gallokatekhin, oenothein B, eugeniflorins D(1) and D(2).

Di Paraguuay, hasil rebusan daun dewandaru digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Selain itu juga sanggup menurunkan metabolisme lipid dan sanggup digunakan sebagai efek perlindungan pada trigliserida dan level lipoprotein yang sangat rendah, berdasarkan penelitian E Ferro dan tim yang dipublikasikan di Journal of Ethnopharmacology pada 1988.

Penelitian Bandoni dan tim pada 1972, ibarat dikutip dari studi Cancer Cemoprevention Research Center menyebutkan buah dan daun dewandaru digunakan sebagai peningkat kualitas astringent dan mengurangi tekanan darah tinggi.

Gambaran Sekilas Pohon Dewandaru.
Dewandaru (Eugenia uniflora) merupakan tumbuhan perdu dengan tinggi mencapai 5 meter dan hidup menahun. Batang pohon dewandaru tegak, berkayu, berbentuk bundar dengan kulit kayu berwarna coklat.

Daun dewandaru merupakan daun tunggal, berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal yang meruncing. Daun berukuran sekitar 5 sentimeter dengan tepi daun yang rata dan pertulangan menyirip. Bunga tunggal dengan daun pelindung kecil berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning sedangkan benang sari dan putik berwarna putih. Buahnya buni (bulat) dengan diameter sekitar 1,5 cm, berwarna merah. Bijinya kecil, keras, berwarna coklat.
Sistematika Tanaman
Klasifikasi Eugenia uniflora Lam. dalam sistematika tumbuhan ialah sebagai berikut :

  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Bangsa : Myrtales
  • Suku : Myrtaceae
  • Marga : Eugenia
  • Jenis : Eugenia uniflora L.(Hutapea, 1994)
Nama Daerah
  • Tanaman : Eugenia uniflora L.
  • Sinonim : Eugenia micnelii Lamk.
  • Nama Daerah : Cereme asam (Melayu), Asem selong, belimbing londo, dewandaru (Jawa) (Hutapea, 1994).
Manfaat Dewandaru dari yang Berbau Magic / Takhyul / Mitos hingga Ilmu Pengobatan.

Terutama pada masyarakat jawa, keberadaan pohon dewandaru sarat dengan mitos. Mulai dari mitos soal asal-usulnya hingga aneka macam khasiat magis sebagai kayu sakti dan bertuah. Karenanya, kayu dewandaru kerap kali dimanfaatkan untuk menciptakan aksesoris semisal tasbih, gelang, akik (batu cincin), dan kalung. Beberapa mitos terkait pohon dan kayu dewandaru diantaranya adalah:
Kayu (batang) dewandaru (Eugenia uniflora) yang kerap dipercaya sebagai kayu sakti
  • Pohon dewandaru di tanam oleh Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria, sehabis mendapatkannya dari Cina.
  • Seorang berjulukan dewandaru yang menjadi rebutan antara Kurawa dan Pandawa karena dipercaya menjadi kunci untuk menguasai dunia. Agar tidak sanggup diperebutkan, orang ini bermetamorfosis pohon.
  • Aroma kayu dewandaru sebagai sarana pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kanuragan.
  • Dipercaya mempunyai khasiat sebagai pengasihan, menambah kharisma, dan pengusir gangguan gaib.
Di balik khasiat mistis yang dipercayai oleh sebagian masyarakat, pohon dewandaru ternyata mempunyai aneka macam manfaat yang teruji secara klinis. Buah dewandaru selain mengandung air juga mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin C. Kulit kayunya mengandung tanin. Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid.
Dengan aneka macam kandungan yang dipunyainya, dewandaru (Eugenia uniflora) sanggup dimanfaatkan sebagai peningkat kualitas astringent, mengurangi tekanan darah tinggi, penurun kolestrol, penurun metabolisme lipid, dan antioksidan.

Gambaran Buah Dewandaru

Selintas bentuk buahnya ibarat buah ceremai, hanya ukurannya lebih besar. Buah Dewandaru berbentuk bundar ber diameter lebih kurang 1,5 – 2 cm dan berwarna merah dengan biji kecil berwarna cokelat.

Bagian luar buah terdapat tonjolan-tonjolan yang mempermudah orang untuk membedakan dengan buah tumbuhan lain. Tanaman Dewandaru ini sendiri tingginya bisa mencapai 5 – 7 meter dengan batang tegak.

Daun Dewandaru sendiri berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal yang meruncing. Menurut rujukan yang ada, tumbuhan ini memang hanya tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Tapi, untuk di pulau Jawa, tumbuhan ini masih jarang ditanam

Dewandaru, khususnya buah dan daunnya sudah dimanfaatkan warga Brazil untuk mengobati gangguan kesehatan secara turun temurun. Daun dan buah tumbuhan ini digunakan untuk mengatasi diare, rematik, antidiabetes dan antikolesterol.Khasiatnya yang sudah populer itu telah mencuri perhatian ilmuwan untuk melaksanakan penelitian. Tujuannya untuk memperlihatkan landasan ilmiah pemakaiannya. Bahkan, dikala ini sudah mulai dibicarakan khasiat dewandaru sebagai antikanker.

Khasiat dan Manfaat Pohon dan Buah serta Daun Dewandaru

Dalam riwayat pengobatan tradisional Brasil berdasarkan catatan studi Consolini dan tim yang dilakukan pada tahun 2000, disebutkan buah dewandaru digunakan sebagai antidiare, diuretik, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik. Selain itu, ekstrak daunnya juga sebagai biro hipotensif. Studi yang dilakukan T Matsumura dan tim pada tahun yang sama menyebutkan dewandaru mempunyai khasiat menghambat peningkatan level trigliserida dan glukosa plasma. Hutapea dalam bukunya menyebutkan daun dewandaru sebagai obat tradisional berguna sebagai obat mencret. Sementara itu, Scapoval dan tim pada tahun 1994 mempublikasikan temuan daun dewandaru mempunyai khasiat agresi anti inflamasi yang tinggi.
Sebagai Sumber Antioksidan
Buah maupun daun dewandaru terbukti bisa mencegah munculnya kanker atau tumor. Warna merah buah dewandaru memperlihatkan bahwa di dalamnya terdapat kandungan senyawa tertentu. Dari hasil penelitian diketahui mengandung senyawa golongan karotenoid.

Begitu juga dengan daun dewandaru ditemukan senyawa yang bermanfaat sebagai antioksidan dan disebut fenolik. Karotenoid dan fenolik berguna sebagai antioksidan yang bekerja melawan radikal bebas yang masuk ke dalam badan manusia. Keberadaan radikal bebas menjadikan kerusakan sel dan pangkal terjadinya penyimpangan pada contoh pembelahan sel atau penyebab dari tumor dan kanker.

Belum lagi lingkungan tempat tinggal kita yang dipenuhi polusi, gaya hidup jelek (kebiasaan merokok, mengonsumsi masakan dan minuman yang mengandung materi kimia tambahan) semakin memperkuat posisi radikal bebas menurunkan daya tahan badan manusia.

Salah satu langkah yang harus ditempuh untuk menghindari dan mencegah kerusakan sel ialah dengan mengkonsumsi zat golongan antioksidan dalam jumlah cukup.
Jika Anda memanfaatkan buah dewandaru, sebaiknya di jus terelebih dahulu atau dimakan langsung. Buah dewandaru yang sudah masak mengandung likopen yang tinggi.
Perlu juga Anda ketahui bahwa kandungan likopen bisa menurun apabila diolah menjadi produk tertentu. Diperlukan teknik tertentu dalam pengolahan biar kandungan likopen tidak berkurang terlalu banyak. Begitu juga dengan penanganan daun dewandaru. Ilmuwan menemukan bukti kandungan senyawa fenolik pada ekstrak daun yang dikeringkan dengan panas sinar matahari jauh berkurang dibandingkan dengan yang dikeringkan di udara.

Untuk Obat Diare
Selain sebagai antioksidan dewandaru juga bisa mengatasi diare. Warga Brazil memakai biji dewandaru untuk mengobati diare.
Para ilmuwan menelitu sejauh mana biji dewandaru berguna sebagai anti kuman. Ternyata protein biji dewandaru bisa menghambat pertumbuhan aneka macam macam kuman, di antaranya ialah bakteri penyebab diare.

Mengurangi rasa sakit / anestesi
Informasi yang tidak kalah menarik ialah pemakaian daun dewandaru untuk obat antirematik. Khasiat yang ditemukan melalui pemakaian secara turun temurun itu juga sudah didukung data ilmiah yang menggembirakan. Daun dewandaru mengandung minyak atsiri, yang bekerja sebagai analgesik alias penghilang rasa sakit. Sayangnya dikala ini penelitian perihal khasiat Dewandaru memang belum banyak dilakukan. Termasuk penelitian lanjutan sebagai penunjang, ibarat takaran pemakaian dan hukum pakai.
Buah dan daun Eugenia uniflora digunakan sebagai peningkat kualitas astringent dan mengurangi tekanan darah tinggi (Bandoni et al, 1972). Hasil decocta daun Eugenia uniflora di Paraguai digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah (Ferro et al, 1994). Selain itu juga sanggup menurunkan metabolisme lipid dan sanggup digunakan sebagai efek perlindungan pada trigliserida dan level lipoprotein yang sangat rendah (Ferro et al, 1988).
Daun Eugenia uniflora sebagai obat tradisional berguna sebagai obat mencret (Hutapea, 1994). Aksi anti infamasi yang tinggi juga ditemukan pada daun Eugenia uniflora (Scapoval et al, 1994). Pada Brazilian folk medicine buah Eugenia uniflora digunakan sebagai antidiare, diuretik, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik. Selain itu, ekstrak daun Eugenia uniflora juga sebagai biro hipotensif (Consolini et al, 2000) dan menghambat peningkatan level trigliserida dan glukosa plasma (Matsumura et al, 2000).

Pemanfaatan buah dewandaru sudah digunakan secara luas untuk tujuan komersial. Oleh alasannya ialah itu, tidak ada salahnya apabila kita mengonsumsi buah dewandaru sebagaimana buah-buahan berwarna merah yang gampang diperoleh di pasaran. Yang perlu diingat ialah jangan berlebihan dalam mengkonsumsinya karena semua yang berlebihan karenanya selalu kurang baik. Dengan cara ini kita sanggup menambah jumlah asupan senyawa karotenoid secara sedikit demi sedikit dan mempertahankan kesehatan sel. Osteoporosis, kerusakan pembuluh darah bahkan kanker dan tumor bisa dicegah. Dengan demikian pengembangan budidaya dewandaru perlu dipertimbangkan. Dewandaru bisa tumbuh di aneka macam pecahan Indonesia mengingat tanah di negara kita dikenal subur.

Mengenal Pohon Ketapang, Kandungan Nutrisi Dan Manfaatnya


Manfaat Ketapang Bagi Kesehatan

Ketapang atau katapang (Terminalia catappa) yaitu nama sejenis pohon tepi pantai yang rindang. Lekas tumbuh dan membentuk tajuk indah bertingkat-tingkat, ketapang kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan tepi jalan. Biji dari Buah Ketapang sering dimanfaatkan para ibu rumah tangga sebagai camilan, diolah sedemikian rupa menyerupai dengan kacang almond yang renyah dan gurih.
Nama flora ini dalam bahasa Inggris yaitu tropical almond, India-almond, Umbrella tree, Sea almond, dan Beach almond. Nama tumbuhan ini dalam bahasa latin (ilmiah) yaitu Terminalia catappa L. yang bersinonim dengan Terminalia moluccana Lamk., Terminalia procera Roxb., dan Terminalia latifolia Blanco,.
Daun ketapang lebar berbentuk bundar telur dengan pangkal daun runcing dan ujung daun lebih tumpul. Pertulangan daun sejajar dengan tepi daun berombak. Daunnya meluruh (meranggas) dua kali dalam setahun. Bunga ketapang berukuran kecil dan terkumpul dalam bulir bersahabat ujung ranting berwarna kuning kehijauan dengan panjang sekitar 8–25 cm. Buahnya kerikil berbentuk bundar telur agak gepeng dan bersegi. Saat muda buah ketapang berwarna hijau kekuningan dan menjelma ungu kemerahan ketika matang. Ketapang (Terminalia catappa) merupakan flora orisinil dari Asia Tenggara, dan tersebar hampir di seluruh tempat di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini juga biasa ditanam di Australia, India, Madagaskar sampai Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Daun dari pohon ketapang juga kerap digunakan oleh pengemar ikan hias untuk menetralkan pH dari air sehingga lebih ideal untuk digunakan memelihara ikan, khususnya ikan Cupang. Kayu dari pohon ketapang mempunyai warna merah bata sampai cokelat kepucatan. Meskipun mempunyai abjad cukup keras, kayu dari pohon ketapang tidak mempunyai daya tahan sekuat kayu Meranti. Namun, kayu dari pohon Ketapang cukup sering digunakan sebagai materi bangunan, khususnya untuk material lantai kayu.
Biji buah Ketapang memang bisa dimakan. Beberapa orang bahkan beropini bahwa biji Ketapang lebih yummy daripada biji kenari. Oleh alasannya yaitu itu, banyak pembuat kudapan anggun menggunakan biji Ketapang sebagai pengganti biji kacang kenari dan almond. Jika dijemur, inti biji Ketapang akan menghasilkan minyak kekuningan.Minyak ini kaya akan banyak sekali asam lemak, seperti:
  • asam oleat (sebanyak 23,3%)
  • asam palmitat (55,5%)
  • asam linoleat
  • asam miristat
  • asam stearat.
Selain asam lemak, biji Ketapang kering juga mengandung:
  • 16% gula
  • 25% protein
  • berbagai jenis asam amino
Pohon ketapang (Terminalia catappa) bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat; pohon yang muda sering nampak menyerupai pagoda. Tingginya sanggup mencapai 35 meter. Daun ketapang lebar berbentuk bundar telur dengan pangkal daun runcing dan ujung daun lebih tumpul. Pertulangan daun sejajar dengan tepi daun berombak

Pohon Ketapang. Daunnya meluruh (meranggas) dua kali dalam setahun, bunga ketapang berukuran kecil dan terkumpul dalam bulir bersahabat ujung ranting berwarna kuning kehijauan dengan panjang sekitar 8–25 cm. Buahnya kerikil berbentuk bundar telur agak gepeng dan bersegi. Saat muda buah ketapang berwarna hijau kekuningan dan menjelma ungu kemerahan ketika matang.
Pohon Ketapang juga cukup terkenal digunakan untuk melengkapi pekarangan dan halaman alasannya yaitu tajuknya yang lebar dan rindang. Pohon ketapang digemari alasannya yaitu bisa menciptakan taman jadi lebih teduh. Kemudahan dalam perawatan dan daya tahannya juga menjadi nilai tambah dari pohon satu ini. Sayangnya, sifat Ketapang yang suka menggugurkan daunnya membuatmu membutuhkan perjuangan lebih untuk membersihkan daun-daunnya yang berguguran setiap hari.
Ketapang (Terminalia catappa) berasal dari Asia Tenggara, dan tersebar hampir di seluruh tempat di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini juga biasa ditanam di Australia, India, Madagaskar sampai Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Habitat yang disukai oleh pohon ketapang yaitu tempat dataran rendah sampai ketinggian 500 meter dpl. Pohon ini menggugurkan daunnya sampai dua kali dalam setahun sehingga tumbuhan ini bisa bertahan menghadapi bulan-bulan yang kering.

Nama-nama Daerah Pohon Ketapang
  • hatapang (Batak)
  • katafa (Nias)
  • katapieng (Minangkabau)
  • lahapang (Simeulue)
  • ketapas (Timor)
  • atapang (Bugis)
  • talisei, tarisei, salrise (Sulawesi Utara)
  • tiliso, tiliho, ngusu (Maluku Utara)
  • sarisa, sirisa, sirisal, sarisalo (Maluku)
  • lisa (Rote)
  • kalis, kris (Papua)
Nama flora ini dalam bahasa Inggris yaitu tropical almond, India-almond, Umbrella tree, Sea almond, dan Beach almond. ketapang dalam bahasa latin (ilmiah) yaitu Terminalia catappa L. yang bersinonim dengan Terminalia moluccana Lamk., Terminalia procera Roxb., dan Terminalia latifolia Blanco,.

Manfaat Ketapang
  • Pepagan (kulit luar) dan daunnya berguna untuk menyamak kulit, pewarna alami, dan sebagai tinta. Kayunya mempunyai kualitas cukup baik meskipun rentan rayap.
  • Biji ketapang bisa dimakan dan mengandung minyak (mirip minyak almond) sehingga sering digunakan sebagai pengganti minyak almond yang berguna meredakan radang rongga perut.
  • Jika dimasak bersama daunnya, dalam menyembuhkan lepra, kudis dan penyakit kulit yang lain.
  • Daging buahnya sanggup dimakan, tetapi berserat dan tidak yummy walaupun harum.
  • Daunnya digunakan untuk rematik pada sendi.
  • Tanin dari pepagan dan daunnya digunakan sebagai astringen pada disentri dan sariawan.
  • Bermanfaat sebagai Diuretik, kardiotonik dan digunakan sebagai obat luar pada erupsi kulit.
  • Dari hasil penelitian mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi buah dan biji Ketapang bisa menurunkan kadar kolesterolnya sampai lebih dari 30%. Pasalnya, buah biji Ketapang mengandung vitamin E dalam jumlah yang banyak. Vitamin E tersebut berfungsi sebagai pemicu turunnya jumlah protein C-reaktif. Jumlah protein C-reaktif yang tinggi mengatakan bahwa adanya peradangan arteri dalam badan yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.
Demikian manfaat dari Ketapang, penulis tidak pernah segan-segan selalu mengingatkan bahwa meskipun namanya obat herbal tetap ada hukum menggunakannya baik takaran maupun waktu pemakaian. Kaprikornus jangan berlebihan dalam menggunakan obat herbal, tetap patuhi hukum memakainya dan petunjuk dari ahlinya. Semoga bermanfaat. (Dari banyak sekali sumber).