Showing posts with label Burung Murai. Show all posts
Showing posts with label Burung Murai. Show all posts

Friday, 27 April 2018

Harga Burung Murai Terbaru Bulan Desember 2018

Harga Burung Murai Terbaru Bulan Desember  Harga Burung Murai Terbaru Bulan Desember 2018
Bulan Desember menjadi bulannya bagi peternak atau penjual burung Murai. Karena untuk bulan ini harga burung sepertinya akan lebih manis lagi dari bulan sebelumnya. Ini dikarekan oleh burung petarung yang satu ini mempunyai warna dan bentuk badan yang indah dan dapat diajak bermain jika dipelihara semenjak piyik. Burung murai pun mempunyai bunyi yang sangat indah yang akan menciptakan kicaumania semakin jatuh hati padanya.

Untuk kisaran harga burung murai dari segala jenis, pada beberapa kawasan kemungkinan akan naik sedikit harganya. Dan berikut yaitu daftar harga burung murai terbaru bulan desember 2018:
  • Harga burung murai medan usia 1 bulan: Rp 3.000.000 (sepasang)
  • Harga burung murai medan usia 5 jam: Rp 400.000
  • Harga burung murai lampung MH: Rp 850 .000 – Rp 100.000
  • Harga burung murai lampung Betina usia 1 bulan: Rp 1.200.000
  • Harga burung murai lampung jantan usia 1 bulan: Rp 1.650 .000 – Rp 1.800.000
  • Harga burung murai borneo MH: Rp 450 .000 – Rp 500.000
  • Harga burung murai borneo betina usia 1 bulan: Rp 400.000
  • Harga burung murai borneo jantan usia 1 bulan: Rp 700. 000 – Rp 1.100.000
  • Harga burung murai nias MH: Rp 700.000
  • Harga burung murai nias betina usia 1 bulan: Rp 800.000
  • Harga burung murai nias jantan usia 1 bulan: Rp 1.100 – Rp 1.400.000
  • Harga burung murai medan MH: Rp 1.000 – Rp 1.500.000
  • Harga burung murai medan betina usia 1 bulan: Rp 1.600.000
  • Harga burung murai medan jantan usia 1 bulan: Rp 2.500.000
Harga burung murai diatas di ambil dari beberapa pasar burung di wilayah pulau Jakarta, untuk kawasan lainnya harga burung murai tinggal menyesuaikan saja.

Friday, 25 November 2016

Cara Perawatan Murai Batu Untuk Lomba Juara Nasional Yang Benar

Cara Perawatan Murai Batu Untuk Lomba Juara Nasional Yang Benar - Halo sobat semua, Apakah anda termasuk Kicau Mania? Nah, kalau anda merupakan pecinta burung khususnya burung murai batu, maka pada kali ini saya akan membagikan tips dan cara perawatan murai batu untuk lomba juara nasional. Tentunya lomba yang diharapakan adalah tingkat yang bergenggsi seperti tingkat Nasional. Tapi sebelumnya saya akan menjelaskan tentang asal muasal burung murai nih. Murai Batu atau White Rumped (Copsychus Malabaricus) adalah burung endemic dari Indonesia yang masuk kedalam family Turdidae, tubuh burung murai batu hanya sebesar burung kicau pada biasanya. Namun, memiliki keunikan dibanding burung lainnya yaitu memiliki ekor yang panjang. Selain itu, kicauannya pun beraneka ragam, keras dan sangat merdu untuk di dengar para kicau mania pastinya. Oleh sebab itu, keindahan yang di miliki murai batu seperti suara dan fisiknya menjadikan burung ini memiliki nilai jual yang tinggi.

Cara Perawatan Murai Batu Untuk Lomba Juara Nasional Yang Patut Anda Coba

Dalam cara perawatan murai batu untuk lomba juara nasional harus dengan kesabaran, kerajianan, keulatan yang tinggi. Stamina murai harus dijaga agar stabil dan pada saat perlombaan burung mau gacor secara maksimal. Sebelum membahas murai batu untuk perlombaan, anda juga harus tahu bagaimana merawat murai batu pada kesehariannya. Karena burung Murai Batu yang sudah siap lomba haruslah melalui proses panjang perawatannya.

Perawatan Harian

1. Pagi sekitar jam 7.00 krondong burung di buka pada tempat yang teduh

2. Berikan 5 ekor jangkring

3. Berikan 2 sendok makan kroto yang sudah dibersihkan

4. Jemur 1 – 2 jam (tergantung burung) karena tidak semua murai mau dijemur lama

5. Setelah dijemur, gantungkan (dianginkan) selama 20 menit lalu ditutup dan simpan di tempat yang teduh

6. Sore sekitar jam 15.00 buka krondong kemudian mandikan

7. Setelah dimandikan, beri 5 ekor jangkrik dan tutup kembali

8. Gantung yang tidak terlalu terang supaya burung dapat beristirahat dengan tenang

Catatan: “Dalam cara untuk perawatan murai batu untuk lomba juara nasional pemberian vitamin sebaiknya jangan terlalu sering dan cukup 2x seminggu, karena murai termasuk burung yang sensitive terhadap bau yang berlebihan. Jika berlebihan akan membuat murai tidak mau minum sehingga suara menjadi serak-serak.

Perawatan 1 Minggu sebelum perlombaan

1. Dari Senin s.d Rabu burung dirawat seperti harian biasa

2. Kamis porsi jangkrik dinaikkan yang tadinya 5 menjadi 8 dan sorenya 7 jangkrik

3. Jumat porsi jangkrik dinaikkan menjadi 10 pagi dan 10 sore, ditambah 5 ekor ulat hongkong

4. Sabtu porsi jangkrik dinaikkan menjadi 15 pagi, 10 sore, dan di juga tambahi 5 ekor ulat hongkong dan kroto 2 sendok makan (pagi hari). Dan seharian itu burung jangan di mandikan/jemur, namun cukup di krondong di tempat yang teduh dan diberi makan

5. Minggu pagi burung kita dapat memberikanya jangkrik 10 ekor, 5 ekor ulat hongkong dan kroto 2 sendok makan. Serta burung jangan di mandikan dan jauhkan dari tempat perlombaan. Sehingga diharapkan saat krodong dibuka energi burung masih full

Perawatan setelah lomba

1. Pakan yang sebelumnya kita tambah, bias di kemanlikan seperti perawatan harian

2. Pemberian vitamin H+1 setelah lomba

3. 2 hari setelah lomba, lakukan penjemuran murai batu selama 40 menit

Nah, bagaimana sobat semua? Cukup mudah bukan cara perawatan murai batu untuk lomba juara nasional setelah dan sesudah lomba? Tentunya, untuk mendapatkan suatu hasil yang maksimal maka persiapan yang baik haruslah diperhatikan. Selamat mencoba. Baca: Cara Mengatasi Dan Menstabilkan Lovebird Birahi Tinggi 

Thursday, 24 November 2016

Cara Menjinakan Murai Batu Kalimantan Dengan Cepat

Cara Menjinakan Murai Batu Kalimantan Dengan Cepat - Murai Batu binatang yang berasal dari Kalimantan ini terkenal dengan bunyinya yang begitu khas. Jenis burung ini mulai banyak digemari oleh para pecinta binatang kicauan. Perawatan dalam murai batu ini sebenarnya tidak terlalu sulit hanya butuh ketelitian dan ketelatenan. Berikut ini akan dibahas mengenai cara menjinakan murai batu kalimantan. Sahabat kicau mungkin akan mengalami kesulitan apabila memiliki murai batu yang tergolong liar atau baru didapatkan. Murai Batu seperti ini oleh para kicau mania semua biasanya disebut dengan bakalan. Jenis murai batu bakalan ini biasanya giras (terbang terbang di sangkar). Bahkan karena baru ditangkap dan belum bisa menyesuaikan diri dengan sangkar membuat burung tidak mau makan dan mudah sekali mengalami stress.

Cara Menjinakkan Murai Batu Kalimantan Yang Mudah Dilakukan

Kalau pecinta burung murai batu semuanya ingin mengetahui cara untuk menjinakan murai batu kalimantan. Maka kicau mania semua bisa melihatnya dengan membaca pembahasan berikut ini. Jangan sampai salah dalam penangan sehingga mengakibatkan murai batu stress dalam waktu yang lama dan akhirnya mati. Sayang bukan? Murai Batu adalah jenis burung langka dan mahal, sangat sulit didapatkan. Jikalau ada itupun dipatok dengan harga yang relatif tinggi. Kicau mania pasti tidak menginginkan hal demikian terjadi oleh karena itu simak langkah berikut ini :

1. Pemberian Voer

Tahapan pemberian voer ini yang pertama kali dilakukan dalam mempercepat cara menjinakan murai batu kalimantan. Di alam bebas sebagai salah satu rantai makanan burung murai batu biasanya hanya makan serangga seperti kroto, jangkrik dan lain sejenisnya. Oleh karenanya dalam memelihara murai batu agar mau memakan Voer adalah dengan mencampurkan bersama serangga seperti kroto dalam 1 wadah. Disarankan untuk tidak mencampurkan terlebih dahulu. Campurkan setelah satu mingguan berjalan. Lakukan sampai murai batu kenal dan memakan voer.

2. Permandian secara rutin

Proses memandikan murai batu sebenarnya harus dilakukan secara rutin. Akan tetapi harus melihat keadaan burung terlebih dahulu sebelum melakukannya. Cari waktu di mana murai batu dalam kondisi yang tenang. Step yang harus dilakukan secara pelan-pelan, jangan langsung menyemprotkannya sampai basah. Masukkan terlebih dulu wadah mandi burung (karamba). Kemudian lakukan semprotan perlahan pada burung, cukup bagian luar burung saja yang disemprot. Lantas biarkan burung mandi dengan sendirinya di dalam keramba yang telah disediakan tadi.

3. Ekstra Food

Ekstra Food atau EF merupakan asupan makanan tambahan ketika murai batu masih berada di alam liar. Agar jinak, lakukan dengan perlahan menggunakan tangan atau kalau masih liar gunakan lidi.

4. Kenalkan pada keramaian

Saat murai batu sudah terbiasa dengan kondisi baru, taruh pada tempat yang ramai. Hal ini bermaksud agar burung terbiasa di keramaian dan membuat murai batu lebih berani.

5. Ngriwik

Saat sudah merasa baik dan tenang, pancing burung murai batu dengan suara kicauan. Meskipun tidak bisa dilakukan dengan cepat setidaknya burung akan terbiasa dan lama kelamaan akan menyahut suara tersebut. Naluri untuk berbunyi atau ngriwik ini akan muncul apabila asupan makan dan minum selalu tersedia sehingga murai batu menjadi tenang.

Begitulah sobat kicau mania tentang cara menjinakan murai batu kalimantan. Cara ini bisa dengan cepat membuat murai batu sobat jinak bila mana dilakukan dengan konsisten. Jangan sesekali Anda mencoba membuat murai batu tidak keurus. Sebab akan mengakibatkan murai batu mengalami stres dan berdampak buruk terhadap kelangsungan hidupnya. Semoga bermanfaat kicau mania! Baca: Cara Perawatan Murai Batu Untuk Lomba Juara Nasional Yang Benar

Wednesday, 23 November 2016

Cara Merawat Murai Batu Bakalan Hutan Biar Cepat Bunyi Dan Tidak Mudah Stress

Cara Merawat Murai Batu Bakalan Hutan Biar Cepat Bunyi Dan Tidak Mudah Stress - Hello sobat pecinta Murai Batu, apakah anda suka memelihara burung Murai Batu bakalan hutan? Pada artikel kali ini saya akan membahas bagaimana Cara Merawat Murai Batu bakalan hutan biar cepat bunyi, karena memang tidak mudah. Sebab burung ini terkenal rentan dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang kurang. Apalagi jika anda membeli burung Murai Batu bakalan ini dari pengepul atau pemburu dari hutan. Maka anda harus berusaha ekstra untuk melatih burung ini agar bisa gacor. Pasalnya, anakan Murai Batu yang berasal dari hutan umumnya masih memiliki sikap liar dan tidak biasa dengan perlakuan manusia. Sehingga untuk proses perawatannya pun harus dibedakan dengan perawatan Murai Batu pada umumnya.

Apa Saja Cara Merawat Murai Batu Bakalan Hutan Biar Cepat Bunyi ?


Semakin banyaknya permintaan akan Murai Batu bakalan (Copsychus Malabaricus), maka membuat perburuan burung Murai Batu di alam liar pun semakin meningkat. Sehingga menyebabkan keberadaan burung tersebut semakin terancam. Banyaknya pecinta burung yang berburu Murai Batu karena suaranya yang tergolong khas, selain itu juga memiliki keindahan bulu dengan ekor panjang yang terlihat gemulai. Nah, bagaimana cara merawat Murai Batu bakalan hutan agar cepat bunyi? Tentunya dengan teknik yang benar untuk menghasilkan suara yang indah.

Berikut 5 cara merawat Murai Batu bakalan hutan agar cepat bunyi:

1. Pengadaptasian Burung

Pada tahap pertama yang harus kita lakukan adalah membiarkan burung beradaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan yang baru. Tentunya dengan cara memberikan makanan kesukaannya yang sesuai di alam liar seperti belalang hijau, ulat jerman, kroto atau jangkrik. Sedangkan untuk minumnya, anda bisa memberikan minuman dengan kandungan asam amino dan vitamin B-kompleks supaya nafsu makanya menjadi lahap. Kemudian jangan memandikan/menjemur terlebih dahulu ketika Murai Batu bakalan hutan baru tiba ke rumah. Jika sudah 3 hari anda bisa mejemur/memandikannya kemudian tempatkan burung pada tempat yang sepi supaya tenang

2. Pakan Tambahan

Tahap kedua agar Murai Batu cepat gacor adalah dengan menambah Extra Fooding untuk mengembalikan stamina si Murai yang sedang kelelahan. Tujuan lainnya digunakan untuk merangsang Murai Batu bakalan hutan supaya belajar mengeluarkan bunyi. Berikan secukupnya karena porsi burung berbeda – beda

3. Penjinakan Burung

Cara yang ketiga adalah menjinakkan burung sesuai dengan lingkungan barunya. Cara ini dapat anda lakukan dengan memandikan Murai Batu bakalan hutan setiap pagi dan sore kemudian diangin – anginkan setelah mandi selama 15 menit kemudian di jemur. Hal ini bertujuan untuk mengenali lingkungan yang baru.

4. Merawatnya seperti di alam liar

Cara ini dapat dilakukan dengan menempatkan sangkar di pepohonan. Hal ini bertujuan agar Murai Batu bakalan cepat bunyi secara alami dan hal ini cukup efektif

5. Pemasteran Burung

Pemasteran dengan burung lain bisa juga bisa dilakukan. Tak hanya dengan cara merekam suara burung masternya saja, melainkan juga dapat merangsang Murai Batu bakalan agar mengeluarkan bunyi. Adapun jenis burung master yang bagus seperti Serindit, Parkit, Prenjak, Kolibri, Gereja, dan Trucukan. Dengan master yang bagus diharapkan mampu menjadikan Murai Batu bakalan hutan cepat gacor

Cukup mudah bukan cara merawat Murai Batu bakalan hutan? Namun, selain kita mengkoleksi Murai Batu sudah semestinya, kita menjaga ekosistem Murai Batu yang ada di alam liar dengan tidak melakukan perburuan secara besar – besaran. Namun juga ikut melestarikan binatang endemic asli Indonesia ini ya. Nah, itulah Cara Merawat Murai Batu Bakalan Hutan Biar Cepat Bunyi. Baca: Cara Perawatan Murai Batu Untuk Lomba Juara Nasional Yang Benar

Tuesday, 22 November 2016

4 Cara Merawat Murai Batu Bakalan Agar Tidak Mati

4 Cara Merawat Murai Batu Bakalan Agar Tidak Mati - Halo pecinta burung? Khususnya burung Murai Batu khas bakalan. Burung Murai Khas Bakalan memang salah satu burung yang sangat banyak peminatnya dan juga banyak di gemari oleh para kolektor burung. Burung Murai Batu khas Bakalan memang burung yang memiliki bunyi kicau yang sangat khas dan merdu serta memiliki bulu ekor yang panjang , maka tidak heran kalau burung ini menjadi incaran banyak kolektor burung di Indonesia. Oleh sebab itu burung Murai Batu ini tergolong burung yang memiliki harga yang cukup lumayan fantastis, namun tidak sedikit pula para pecinta burung yang jauh-jauh dating ke hutan hanya untuk memburu burung ini dan menjadikannya sebagai burung koleksi di rumah atau bahkan di ikutkan dalam ajang kontes bergengsi. Akan tetapi burung Murai Batu Khas Bakalan bukanlah burung yang mudah dalam perawatan/gampang mati, terkadang burung yang baru di beli pun bisa mati dengan factor yang tidak jelas. Nah oleh sebab itu kami akan memberikan informasi serta tips cara merawat murai batu bakalan agar tidak mati.

Beberapa Cara Merawat Murai Batu Bakalan Agar Tidak Mati


1. Di Karantina Dahulu

Inilah awal yang sangat baik untuk mulai memelihara burung Murai Batu Khas Bakalan apabila burung Murai Batu yang di dapat dari hutan, jangan pernah burung murai batu jika langsung di pertemukan dengan burung-burung lain saat masih baru di tangkap dari hutan, apalagi sejenis dengan Burung Murai Batu. Karena burung ini masih dlam keadaan stress dan belum dapat beradaptadi dengan lingkungan barunya, jadi untuk mengurangi kestressan-nya kita harus mengakalinya dengan mengkarantinanya di sebuah ruang atau di tempat yang sepi agar stress burung sedikit mereda.

2. Berikan Pakan yang cukup

Umumnya burung Murai Batu Bakalan yang berasal dari hutan akan merasa stress dan kaget dengan jenis-jenis makanan yang baru. Untuk itu kita bisa menyiasatinya dengan melakukan penyesuaian jenis-jenis makanan yang akan kita berikan pada Burung Murai Batu yang baru di tangkap dari hutan. Caranya ialah dengan mengkombinasikan pakan alami Murai batu Bakalan dengan Voer dan di campur dengan makanan alaminya yaitu : Anakan semut (Kroto), Jangkrik, Ulat bamboo/ulat Hongkong.

3. Pola Merawat Murai

Salah satu cara untuk merawat murai batu bakalan agar tidak mati, yaitu tergantung dari cara kita untuk merawat murai batu bakalan, sebaiknya di lakukan dengan sabar dan telaten. Pasalnya burung Murai Batu jenis ini sangat mudah stress dan sangat rentan mati apabila pola perawatan yang ngawur. Misal, proses mandi baik kiranya untuk memandikan murai batu bakalan di lakukan denga sabar dan jangan memaksa burung tersebut untuk melakukan mandi. Kita bisa memulainya dengan meyemprotkan sedikti air ke bulu murai dengan perlahan, tapi jangan sampai basah kuyup, lakukan setiap hari agar burung bisa jinak.

4. Berikan Vitamin B-Kompleks

Syarat yang paling penting cara merawat murai batu bakalan agar tidak mati ialah dengan memberikan Vitamin B-kompleks yang memang sangat di butuhkan oleh burung murai batu bakalan. Vitamin B-kompleks adalah kumpulan berbagai jenis vitamin B yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan burung-burung sejenis murai batu bakalan.

Namun apabila murai batu masih gampang mati dan terlihat lemah mungkin sebaknya anda bisa bergabung dengan komunitas burung Murai Batu bakalan agar pengetahuan tentang burung Murai Batu bakalan semakin menambah. Itulah sedikit tentang cara merawat murai batu bakalan agar tidak mati. Baca: Cara Merawat Murai Batu Bakalan Hutan Biar Cepat Bunyi Dan Tidak Mudah Stress

Sunday, 20 November 2016

Cara Merawat Anakan Murai Batu Yang Baru Menetas Agar Tumbuh Sehat

Cara Merawat Anakan Murai Batu Yang Baru Menetas Agar Tumbuh Sehat - Seperti yang kita tau, merawat anakan murai batu yang baru saja menetas dari telurnya bisa dikatakan tidaklah mudah, karena anakan murai batu yang baru saja menetas membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dalam merawatnya sehingga tidaklah mudah dalam merawatnya, dibutuhkan kesabaran dan keuletan juga dalam merawat anakan murai batu yang baru saja menetas, karena kita harus menunggunya sampai cukup dewasa dan sudah mulai bisa hidup mandiri, maka dari itu, disini kita akan bersama – sama membahas tentang cara merawat anakan murai batu yang baru menetas dengan benar agar nantinya dapat menghasilkan anakan murai batu yang sehat dan berkualitas sehingga dapat mengeluarkan suara atau kicauan yang bagus.

Sekilas Tentang Cara Merawat Anakan Murai Batu Yang Baru Menetas


Cara untuk merawat anakan murai batu yang baru menetas yang pertama sebenarnya bisa dibilang susah – susah gampang. Untuk anakan murai baru yang baru saja menetas, jangan langsung kita ambil, tapi biarkan saja dulu induknya menjaga anaknya hingga dapat membuka matanya, kurang lebih 6 - 10 hari setelah menetas, barulah anakan murai batu tersebut kita ambil alih dari induknya untuk dimasukkan di sarangnya sendiri, sebelum itu perlu kita pastikan kalau anakan tersebut benar – benar belum melek atau matanya belum terbuka dengan sempurna, karena jika matanya sudah terbuka dengan sempurna, anakan murai batu tersebut akan sangat sulit untuk berinteraksi dengan manusia sehingga. Yang perlu diperhatikan pada saat indukan murai batu merawat anaknya adalah suhu dari kandang yang mereka tempati karena jika suhunya tidak standar, akan sangat mempengaruhi anakan murai batu tersebut. Pemberian makanan juga harus diperhatikan, kita harus rajin dan tertib dalam memberikan makanan untuk induk murai batu dan anakan murai batu, biasanya orang – orang akan memberikan kroto ke dalam sangkar murai batu, induk murai batu tersebut akan memilihkan anaknya kroto yang sekiranya sesuai bagi mereka.

Cara merawat anakan murai batu yang baru menetas yang kedua adalah memindahkan anakan murai batu yang telah di asuh oleh induknya selama kurang lebih 6 – 10 hari dari sangkar induknya ke sangkar tersendiri yang dikhususkan untuk anakan murai batu tersebut. Pada saat anakan murai batu tersebut baru dipindahkan, alasi terlebih dahulu sangkarnya dengan tisu, kain, atau berbagai macam bahan – bahan yang dapat menjaga anakan murai batu agar terhindar dari tusukan sangkar yang terbuat dari jerami tersebut. Makanan anakan murai batu tersebut juga harus diperhatikan seperti kandungan nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam makanannya, karena anakan yang masih berumur kurang dari 2 minggu masih terhitung sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit dan berbagai macam bakteri sehingga masih membutuhkan penanganan yang khusus.

Cara untuk merawat anakan murai batu yang baru menetas yang ketiga adalah menyuapi atau meloloh anakan burung murai batu tersebut, setelah dipindahkan ke kandang baru, anakan murai batu tersebut tentu belum bisa makan dengan sendiri, sehingga kita harus menyuapi atau melolohnya hingga anakan murai batu tersebut sudah mandiri dan bisa makan dengan sendirinya tanpa harus dibantu oleh kita lagi.

Dengan mempraktekan beberapa cara merawat anakan murai batu yang baru menetas yang ada diatas, akan dapat menambah persentase nilai burung murai batu yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan suara atau kicauan yang bagus dan dapat mengikuti beberapa kontes murai batu yang ada di beberapa daerah yang sering kita temui. Baca: Inilah Perawatan Murai Batu Setelah Mabung Biar Gacor

Saturday, 19 November 2016

Tips Cara Merawat Murai Batu Bakalan Agar Cepat Jinak dan Gacor Dengan Suara Merdu

Tips Cara Merawat Murai Batu Bakalan Agar Cepat Jinak dan Gacor - Memang tidak mudah mempraktekkan cara merawat murai batu bakalan agar cepat jinak dan gacor. Jangankan membuat cepat jinak dan gacor, dalam mempertahankan hidupnya saja sudah sulit kok. Namun tidak ada kata menyerah untuk yang memang pecinta burung murai karena kita tahu kalau burung murai itu burung yang susah dalam perawatan namun jika kita berhasil dalam membuat burung yang satu ini bisa mengeluarkan suara yang merdu maka semua itu akan terasa indah.

Tips Tentang Cara Merawat Murai Batu Bakalan Agar Cepat Jinak dan Gacor


Cara ini dapat merawat murai batu bakalan supaya cepat jinak itu perlu perjuangan dan jatuh bangun, namun jangan risau jangan cemas lantaran banyak isu tentang burung yang satu ini. Banyak pecinta burung Murai Batu yang telah melakukan cara-cara ini agar burung mereka bisa cepat jinak dan daapat gacor dengan merdu :

1. Extra Fooding

Cara untuk Merawat Murai Batu Bakalan Agar Cepat Jinak dan Gacor pertama adalah dengan menggenjot Fooding pada burung murai batu agar stamina burung tetap tinggi dan tidak kelelahan saat belajar mengeluarkan bunyi, namun dalam pemberian pakan tidak usah trlau berlebihan dan berikan seperlunya saja. Setiap burung murai batu mempunyai selera yang beda-beda dan porsi yang berbeda-beda pula, walau masih dalam satu jenis murai batu tapi belum tentu Fooding yang di sukai sama. Mungkin dengan melakukan beberapa percobaan fooding agar Extra Foofing yang di berikan bisa tepat.

2. Perawatan Seperti di Alam Liar

Nah untuk Cara Merawat Murai Batu Bakalan ialah dengan merawatnya seperti di alam. Merawat Burung Murai Batu seperti di alamnya bisa di lakukan dengan memberikan pijakan mirip ranting pohon dan sering-sering menempatkan burung di tempat yang dekat dengan pepohona atau kalau memng dekat dengan hutan silahkan bisa di taruh di dalam hutan beberapa jam agar burung beranggapan ia sedang berada di hutan sungguhan. Cara ini memang sangat efektif untuk membuat burung cepat gacor.

3. Perawatan Yang benar

Perawatan disini selain untuk membuat burung Murai Batu dapat bertahan hidup juga membuat burung menjadi lebih jinak, berikut Cara merawat murai batu bakalan agar cepat jinak dan gacor bisa dengan memandikan burung sekali sehari atau tiga hari sekali, ini bertujuan agar burung merasa segar dan membuat bulu burung lebih mengkilap dan sehat, serta dengan cara ini membuat ikatan batin antar burung dan si pemilik.

4. Tahap Pe-Masteran

Pemasteran di sini di lakukan dengan Pe-masteran bersama burung lain, ini dapat di lakukan tidak hanya dengan cara merekam suara burung master saja. Dapat kita lakukan juga dengan merangsangsi burung agar megeluarkan suara sendiri. Berikut beberapa jenis suara burung master yang bisa di jadikan contoh untuk melatih suara gacoran burung Murai Batu bakalan yang kita miliki antara lain : burung Serindit, Parkit, Prenjak, Kolibri, Gereja, Trucukan/Trocok, Kacer, dll. Dengan melakukan hal di atas akan membuat burung Murai Batu merasa Emosi dan dengan begitu ia pun akan membalas dengan kicauan yang sama, namun jika sering di latih maka burung Murai batu akan memadukan kicauan yang ia punya dengan kicauan yang ia dengar maka akan timbul kicauan yang baru dan unik.

Mungkin itu dulu seputar cara merawat murai batu bakalan agar cepat jinak dan gacor, dan mempraktekkannya langsung akan menjadihal menarik untuk anda lakukan. Baca: Cara Merawat Anakan Murai Batu Yang Baru Menetas Agar Tumbuh Sehat