Showing posts with label Burung Kicauan. Show all posts
Showing posts with label Burung Kicauan. Show all posts

Thursday, 8 November 2018

Tren Burung Kicauan Mengalami Peningkatan Di Tahun 2018

ini mengalami peningkatan yang luar biasa Tren Burung Kicauan Mengalami Peningkatan di Tahun 2018
Tren burung kicauan di tahun 2018 ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Menurut gosip yang kami himpun dari Trubus, peningkatan tren burung kicauan tahun ini diketahui dari meningkatkan iklan penjualan burung kicauan di beberapa situs jual beli online terbesar di Indonesia menyerupai Tokobagus dan Kaskus.

Setidaknya terdapat 18 jenis burung yang menjadi tren di tahun ini yang selalu rutin tampil dalam ajang kontes burung berkicau. Namun, berdasarkan salah seorang kicau mania di Surabaya, Jawa Timur, setiap kawasan mempunyai tren burung berkicau sendiri. Misalnya saja di Surabaya kicau mania menyukai pentet, cucak hijau, dan lovebird. Sedangkan penghobi burung kicauan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) cenderung lebih menyukai burung muraibatu, kacer, dan kenari. Namun khusus di Bandung orang lebih banyak mencari lovebird yang harganya berkisar Rp. 200.000 — Rp. 250.000 per ekor.

Terus, berapa harga burung kicauan ketika ini? Sebagai informasi, kami ambil perbandingan harga burung kicauan ketika ini. Dari salah satu situs jual beli online terbesar di tanah air 'tokobagus.com' disesaki 10.018 akun penjual burung. Nah, untuk perbandingan harganya silahkan daftar harga burung berkicau di tokobagus dan kaskus di bawah ini:
  • Harga murai batu: Rp.500.000-Rp.50.000.000 (tokobagus.com) & Rp.600.000-Rp.40.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga kacer: Rp.120.000-Rp.25.000.000 (tokobagus.com) & Rp.100.000-Rp.4.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga cucak ijo: Rp.300.000-Rp.30.000.000 (tokobagus.com) & Rp.280.000-Rp.8.200.000 (kaskus.co.id)
  • Harga pleci: Rp.300.000-Rp.7.000.000 (tokobagus.com) & Rp.100.000-Rp.2.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga gelatik: Rp.300.000-Rp.7.000.000 (tokobagus.com) & Rp.100.000-Rp.2.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga kenari: Rp.150.000-Rp.10.500.000 (tokobagus.com) & Rp.300.000-Rp.15.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga lovebird: Rp.150.000-Rp.14.000.000 (tokobagus.com) & Rp.160.000-Rp.22.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga anis merah: Rp.300.000-Rp.50.000.000 (tokobagus.com) & Rp.475.000-Rp.12.000.000 (kaskus.co.id)
  • Harga anis kembang: Rp.450.000-Rp.3.600.000 (tokobagus.com) & Rp.550.000-Rp.8.200.000 (kaskus.co.id)
  • Harga cucakrawa: Rp.105.000-Rp.25.000.000 (tokobagus.com) & Rp.900.000-Rp.20.000.000 (kaskus.co.id)

Monday, 16 April 2018

Tips Membawa Burung Kicauan Dalam Perjalanan

Bagi seorang kicaumania, membawa burung kicauan dalam perjalanan mungkin sudah biasa dilakukan. Namun bagi seorang pemula, apalagi yang gres mempunyai burung kicauan, ketika membeli burung dari pasar Anda harus tahu bagaimana cara membawa burung yang benar. Karena bila salah dalam membawanya, burung yang semula berkicau gacor atau jinak, bisa-bisa mendadak menjadi diam dan gahar. Maka dari itu membawa burung kicauan juga ada caranya sendiri dan berbeda-beda perlakuannya untuk setiap burung kicauan. Ini dikarenakan ukuran fisik serta aksara setiap burung itu berbeda-beda.

 dalam perjalanan mungkin sudah biasa dilakukan Tips Membawa Burung Kicauan dalam Perjalanan
Credit: omkicau.com
Untuk membawa burung kicauan anakan/bakalan contohnya ibarat burung poksai jambul putih dan burung jalak thailand sebaiknya memakai kardus yang kedua sisinya diberi lubang untuk sirkulasi udara. Sebaiknya kardus yang dipakai tidak terlalu besar dan tidak terlalu sempit ibarat kardus bekas kawasan sepatu. Selain itu dikala membawanya dalam perjalanan hindari memakai plastik kresek atau sejenisnya, lantaran hal tersebut dapat sangat berbahaya bagi burung. Sebab, kaki burung dapat tertekuk dan itu dapat berakhir pada kepincangan yang sulit untuk disembuhkan.

Begitu pula untuk burung dari jenis cucak dan kutilang, untuk membawa burung kicauan ini Anda dapat memakai kardus yang sedikit lebih besar. Ini dikarenakan kedua jenis burung tersebut umumnya lebih aktif/lasak sehingga membutuhkan ruang yang lebih besar untuk geraknya ibarat kardus bekas mie instant. Kardus ini dapat dipakai untuk membawa burung lebih dari 8 jam perjalanan dengan syarat burung benar-benar dalam kondisi sehat.

Jangan lupa untuk burung kicauan yang dibawa dengan kardus baiknya diberikan pakan sesuai dengan jenis burung masing-masing dengan porsi yang cukup, semoga burung tidak lemas kelaparan ketika diperjalanan. Namun perlu diperhatikan juga membawa burung kicauan untuk kontes dihentikan memakai kardus, alasannya hal tersebut sangat beresiko terhadap mental burung dan sangat rawan "lepas" ketika akan dipindahkan. Untuk burung yang ingin dibawa menuju kontes burung kicauan, harus dibawa beserta sangkarnya tentunya dengan kondisi kandang yang di kerodong namun tetap ada sedikit celah untuk sirkulasi udara, semoga burung tetap dalam kondisi prima hingga ke kawasan tujuan.

Friday, 13 April 2018

Tips Jitu Mengatasi Penyakit Kutu Pada Burung Kicauan

Kutu merupakan salah satu jenis penyakit yang paling sering menyerang burung kicauan. Burung yang diserang kutu akan mengakibatkan performa burung menjadi kurang maksimal, dan lebih parahnya lagi akan berdampak jelek pada bunyi burung kicauan.

 merupakan salah satu jenis penyakit yang paling sering menyerang burung kicauan Tips Jitu Mengatasi Penyakit Kutu Pada Burung Kicauan
Kutu yang bersarang pada bulu burung kicauan, akan meninggalkan rasa gatal yang luar biasa. Sehingga ketika burung mulai merasa gatal, maka burung pun akan mematuki bulunya secara terus-menerus. Rasa gatal tersebut akan menciptakan burung sulit berkonsentrasi, kesannya burung jadi malas bunyi (berkicau).

Jika penyakit kutu burung dibiarkan terlalu lama, maka sanggup dipastikan burung akan mengalami kebotakan serius. Untuk mengatasi penyakit kutu burung ini, sebetulnya sanggup dilakukan dengan aneka macam cara salah satunya yakni dengan obat kutu khusus burung. Namun disini kami tidak menyarankan kepada Anda untuk memakai obat kimia, alasannya yakni intinya kutu burung sanggup dihilangkan dengan bahan-bahan alami. Berikut ramuan asing yang bisa Anda gunakan ketika burung kicauan Anda diserang penyakit kutuan.

Menghilangkan kutu dengan ramuan air bekas cucian beras (tajin)

Air tajin (dalam bahasa Jawa) memang sangat ampuh untuk mengatasi penyakit kutu. Air tajin bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung dimana daerah kutu dan telurnya bersarang. Saat burung dimandikan dengan air tajin ini maka otomatis air akan membasahi bulu burung dan menembus lapisan lilinnya, sehingga melepaskan kutu beserta telur yang bersarang.

Cara memakai ramuan air tajin ini sangat mudah, Anda hanya perlu memasukkan air tajin tadi kedalam semprotan (sprayer) kemudian burung disemprot dengan air tajin. Anda bisa menyemprotnya dengan cara memegang burung atau menyemprotnya dari luar sangkar. Nanti akan terlihat kutu alasannya yakni keluar dari sarangnya. Praktis sekali bukan.

Cara untuk lain tips perawatan burung kacer yang terjangkit kutu, jadi silahkan dibaca-baca kembali.