Friday, 1 June 2018

Bolehkah Pijat Dikala Hamil? Bagaimana Melakukannya?

Ibu-ibu zaman dahulu sering melaksanakan pemijatan pada ibu hamil, baik di potongan perut atau potongan tubuh yang lainnya. Dengan alasan biar ibu hamil dan janin menjadi sehat, maka ibu-ibu zaman dahulu sering melaksanakan pemijatan itu. Hal ini kemudian diwariskan kepada belum dewasa perempuannya kalau sedang hamil. Maka tidak jarang kalau ibu-ibu kita menyuruh kita untuk memijatkan kandungan atau tubuh kita ketika sedang hamil. Sebenarnya, bolehkah pijat ketika hamil itu? Jika memang diperbolehkan, bagaimana melakukannya?

ibu zaman dahulu sering melaksanakan pemijatan pada ibu hamil Bolehkah Pijat Saat Hamil? Bagaimana Melakukannya?

Pijat atau massage merupakan media pengobatan yang sudah dipakai selama berabad-abad untuk memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh, mengurangi rasa stress, dan membebaskan kekakuan dan ketegangan otot. Penyelidikan dan riset modern membuktikan ilmu pengobatan dengan pijatan sebelum melahirkan sanggup menjadi treatment atau cara yang sangat baik terhadap perawatan sebelum ibu melahirkan dan diberikan dengan cara yang benar.

Sebuah studi penelitian mengatakan bahwa massage therapy yang dilaksanakan selama kehamilan sanggup mengurangi kegelisahan, mengurangi gejala-gejala depresi, membebaskan nyeri otot dan nyeri sendi, dan meningkatkan kesehatan bayi gres lahir. Massage therapy mengambarkan kebutuhan yang berbeda melalui majemuk teknik, satu diantaranya ialah Pijat Tradisional, yang juga tersedia di House of Relax, yang bermanfaat untuk rileksasi ketegangan otot dan memperbaiki sirkulasi getah bening dan peredaran darah melalui tekanan yang lembut untuk group otot di tubuh.

Pijatan direkomendasikan selama prenatal massage lantaran ibu hamil banyak mengatakan kegelisahan yang umum berafiliasi dengan sistem skeletal dan perubahan sistem sirkulasi lantaran adanya perubahan hormon selama kehamilan.

Studi penelitian yang dilakukan 10 tahun yang kemudian mengatakan bahwa kadar hormon berafiliasi dengan relaksasi dan stress, yang mendorong perbaikan kesehatan cardiovasculer, ketika massage therapy diperkenalkan untuk perawatan prenatal. Hormon-hormon ibarat norepinefrin dan kortisol (“hormon stress”) dikurangi dan level dopamine dan serotonin ditingkatkan pada wanita-wanita yang dilakukan pijatan setiap dua ahad selama hanya lima minggu. Perubahan level hormon mengurangi kesulitan-kesulitan selama kelahiran dan memperkecil kesulitan-kesulitan bayi yang gres lahir, ibarat berat/beban kelahiran yang rendah.

Bagaimana melaksanakan Pijat Ibu Hamil?
Ada beberapa persyaratan mengenai pijat ibu hamil yaitu;
1). Kehamilan tidak bermasalah. Jika mengalami kehamilan bermasalah, ibarat janin terlilit tali sentra atau posisi janin tidak sempurna maka tidak boleh dilakukan.

2). Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan lebih baik dilakukan di usia kandungan 5 bulan ke atas, di mana memang tubuh mulai terasa lebih capek lantaran beban yang mulai berat.

3). Sebaiknya dilakukan oleh terapis yang terlatih untuk pijat ibu hamil lantaran ada bagian-bagian tubuh tertentu yang bila dipijat akan menjadikan kontraksi rahim lebih awal. Pijat untuk perempuan hamil hanya boleh dilakukan pada bagian-bagian tertentu ibarat tangan dan kaki, serta punggung, dan leher. Pinggul, perut dan pinggang tidak boleh dipijat.
 
Dengan melihat manfaat pijat tersebut maka ibu hamil memang sebaiknya dilakukan pemijatan. Namun pemijatan dilakukan sebaiknya dengan ketentuan di atas, lantaran kalau salah memijat malah justru akan membayakan kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Dengan demikian, maka pemijat harus profesional dan hebat dalam bidang tersebut. Pemijatan klasik atau kuno oleh dukun-dukun bayi sebaiknya dihindari lantaran biasanya mereka melaksanakan pemijatan dengan tidak melihat ketentuan tersebut di atas. Biasanya area yang dipijat sembarangan, mulai dari perut, pinggul atau punggung. Padahal ketiga area tersebut dihentikan ketika memijat ibu hamil lantaran dikhawatirkan terjadi kontraksi awal atau pergeseran janin yang tidak tepat.

Pernah terjadi insiden yang membahayakan di desa saya. Ada seorang ibu hamil yang memijatkan perutnya kepada seorang dukun pijat (nenek-nekek). Pemijatan dilakukan juga di potongan perutnya sehingga terjadi kesalahan. Akibatnya bayi yang semula sehat menjadi kecil ketika melahirkan lantaran ketika terjadi pemijatan pada potongan perut, tali pusar bayi terpelintir sehingga mengakibatkan asupan nutrisi kepada janin tidak lancar. Jika insiden ini hingga terjadi, maka sebenarnya sangat berbahaya lantaran menganggu kesehatan janin di dalam rahim.

Oleh lantaran itu, pemijatan ibu hamil dianjurkan sepanjang memenuhi syarat pemijatan yang baik dan sehat ibarat di atas. Bagi bunda yang ingin memijatkan badan, lakukanlah dengan baik dan benar. [lenan]


EmoticonEmoticon