Friday, 1 June 2018

Apa Saja Yang Harus Diperiksakan Ketika Hamil? Periksakan Ini Pada Bidan Anda



Pemeriksaan kehamilan yakni tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Pemeriksaan kehamilan sanggup dilakukan melalui dokter kandungan atau bidan dengan minimal investigasi 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan pada kehamilan trimester ke tiga. Itupun jikalau kehamilan normal. Namun ada baiknya investigasi kehamilan dilakukan sebulan sekali sampai usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.
 yakni tahapan penting menuju kehamilan yang sehat Apa Saja Yang Harus Diperiksakan Saat Hamil? Periksakan ini Pada Bidan Anda

Mengapa investigasi kehamilan begitu penting dilakukan oleh para ibu hamil?
Sebab dengan investigasi akan diketahui kondisi menyeluruh ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Dengan investigasi kehamilan bunda sanggup mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan penyakit atau kelainan pada kandungan yang dibutuhkan sanggup dilakukan penanganan secara dini.

Apa saja yang harus diperiksakan ketika hamil? Berikut hal-hal yang dilakukan dalam investigasi kehamilan, Periksakan ini pada bidan Anda.

Pemeriksaan Berat Badan
Pemeriksaan berat tubuh dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat tubuh yang dialami termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat tubuh yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun janin.

Sebaliknya, jikalau pertambahan berat yang dialami tidak normal, akan menjadikan resiko pada ibu dan janin. Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat tubuh yang tidak normal, dokter atau bidan akan memperlihatkan saran yang sebaiknya dilakukan biar ibu hamil memperoleh pertambahan berat tubuh yang normal.

Pemeriksaan Tinggi Badan
Pemeriksaan tinggi tubuh juga dilakukan ketika pertama kali ibu melaksanakan pemeriksaan. Mengetahui tinggi tubuh sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakah persalinan sanggup dilakukan secara normal atau tidak. Karena jikalau diketahui bahwa tinggi tubuh ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan mempunyai panggul yang sempit dan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak sanggup dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.

Pemeriksaan Urin
Pemeriksaan urin dilakukan untuk memastikan kehamilan. Selain itu, investigasi juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal ibu hamil, ada tidaknya protein dalam urin, dan juga mengetahui kadar gula dalam darah. Adanya protein dalam urin mengarah pada pre-ekslamasia. Sedangkan kadar gula darah sanggup memperlihatkan apakah ibu hamil mengalami diabetes melitus atau tidak.

Pemeriksaa Detak Jantung
Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung ini biasanya memakai Teknik Doopler sehingga ibu hamil sanggup mendengarkan detak janin yang dikandungnya.

Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan. Pemeriksaan ini meliputi: mengusut apakah terdapat tumor, mengusut kondisi absurd di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau pengikisan pada ekspresi rahim, melaksanakan pengambilan lendir ekspresi rahim (papsmear), mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, mengetahui letak janin, dan untuk mengetahui ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya investigasi ini dilakukan di awal kehamilan.

Pemeriksaan Perut
Pemeriksaan perut dilakukan untuk melihat posisi atas rahim. Pemeriksaan ini meliputi: mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan investigasi dengan dokter kandungan atau bidan.

Pemeriksaan Kaki
Pemeriksaan kaki dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan (oedema) dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu selesai kehamilan yakni normal, namun pembengkakan yang berlebihan pertanda pre-ekslamsia,

Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan umum ibu hamil. Pemeriksaan darah juga sanggup dilakukan dengan investigasi AFP (alpha fetoprotein). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan jalan masuk saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin. Kadar AFP yang rendah memperlihatkan adanya kemungkinan down sindorm pada janin. Biasanya investigasi AFP dilakukan pada usia kehamilan sekitar 15-20 minggu.

Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi benalu menyerupai TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH biasanya mengakibatkan bayi terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil. Kedua zat ini termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada zat asing atau bakteri yang menginfeksi tubuh, maka tubuh akan memproduksi IgG dan IgM untuk melindungi tubuh.

Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa kemudian dan sekarang sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan biar janin dalam kandungan yang terinfeksi sanggup segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.

Itulah hal-hal yang harus Anda periksakan ke bidan atau dokter kandungan ketika hamil. Pastikan bunda memeriksakan itu ketika sedang melaksanakan investigasi kehamilan. [lenan]


EmoticonEmoticon