Sore itu salah seorang karyawan my hubby masuk ke ruangan my hubby. Dia menyodorkan ajakan berwarna pink.
"Siapa yang menikah?" tanya my hubby.
"mBak Rima yang dulu itu lo Pak," jawabnya. Setelah dialog kecil terjadi, alasannya my hubby harus mengingat-ingat nama pengundangnya yang ternyata yakni mantan karyawati beliau, si karyawan pun keluar.
Seperti biasa, my hubby tidak terlalu mau tahu dengan hal yang dianggapnya kecil. Undangan itu pun berpindah ke meja di depanku. Awalnya saya tertarik untuk mengetahui waktu dan lokasi, kemudian saya baca detil demi detil isi undangan, mulai terjemahan ayat Al Alquran dan nama kedua mempelai, nama orang bau tanah mereka, dan foto serta gambar kartun sepasang pengantin. Tidak lupa sketsa lokasinya juga. Hingga akhirnya, kebiasaanku pun kambuh. Kulipat lagi ajakan ijab kabul yang anggun itu, dan segera kuraih Oppo Yoyo my hubby.
Nah, pada dikala itulah, ujung mataku melihat sosok lain di gambar sampul undangan. Karena gambarnya siluet, bekerjsama tidak terlalu terperhatikan bila sekilas. Tetapi pada dikala saya akan menembaknya, saya harus meletakkannya di posis yang paling strategis untuk diambil gambarnya, maka si kucing manis pun kelihatan.
Hehehe ... rupanya kucing hitam, alasannya siluet, itu ikut juga dalam ajakan pernikahan. Memang sih, mbak Rima ini sangat penyayang kucing. Waktu masih bekerja di kantor my hubby pun, dia bawa-bawa kucing-kucingnya ke kos-kosan. Padahal. ada teman satu kosnya yang alergi bulu kucing sampai-sampai suaranya hilang .... Tapi, ya begitulah. Saking sayangnya sama si empus, yang sudah dibelinya mahal-mahal, maka kucing-kucing itu pun dipertahankannya.
Dan, kini, dalam ajakan ijab kabul pun, si kucing tidak lepas dari dia dan pasangannya. Ah, jadi mbayangin, jangan-jangan souvenirnya nanti juga ada gambarnya kucing. Atau bahkan kucing-kucingnya ikut duduk manis di pelaminan. hehehehe....


EmoticonEmoticon