Thursday, 19 April 2018

Ikan Patin Dari Tambak Pak Dradjat

Hari ini memang hari Suro, bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1436H. Tetapi bagiku, hari ini dapat jadi hari Ikan. Sedari pagi harus memandangi ikan-ikan hias dan bahkan memangkunya sepanjang perjalanan. Dan, sore harinya harus menggoreng ikan yang gres diangkat dari tambak. 
Hmmm ... Pagi tadi hingga dhuhur saya harus memandangi ikan-ikan hias warna-warni di Pasar Ikan Hias Gunungsari bersama my hubby. My hubby memang lagi gemar-gemarnya sama ikan-ikan hias. Hampir setiap hari selalu harus bersama ikan-ikan yang dipelihara di kolam kecilnya. Koleksinya pun selalu bertambah, alasannya ialah setiap kali melihat orang berjualan ikan hias, baik yang di pinggir jalan maupun di kedai, atau pun di dalam pasar, so niscaya akan menghampiri dan membelinya. Bahkan ketika jalan-jalan ke pantai pun, dan menemukan ikan yang unik, niscaya akan dibawanya pulang. Kerang-kerangan dan rumah keong pun akan dibelinya untuk mengisi kolamnya.

Begitu pula dengan hari ini, begitu masuk pasar ikan hias di Gunungsari 71 ini, maka ikan-ikan kecil di akuarium penjualnya pun berpindah ke plastik-plastik untuk dibawa pulang. Tidak lupa pula dengan batu-batu warna-warni, filter, dan menambah akuarium pula. Pastinya juga dengan segala erlengkapan keakuariumannya. Dan, alasannya ialah hari ini kami hanya jalan berdua dan membawa si Mio, maka saya harus memangku si ikan dan bebatuannya. Sementara akuariumnya diletakkan di bab depan. Usai sudah, bebelian ikan hias, dan berkutatlah my hubby dengan ikan-ikannya. Sesiang-siangnya .... 
Sore harinya, ketika kami tengah santai, weelah, ada telepon dari nomor tidak dikenal. Kami kira telepon dari pelanggan. Weee, ternyata telepon dari Pak Dradjat, HRD di kantor my hubby. Beliau menanyakan apakah kami ada di rumah.

Dan ... Jreng, jreng, jreng ....
Ternyata, pak Dradjat membawa tiga ekor ikan patin besar-besar. Kata beliau, itu ikan dari tambak. Ahemmm ... Setelah dituang di wastafel dapur, masih ada yang hidup satu ekor. Dan, naluri my hubby pun pribadi bercuap-cuap. Itu ikan mau ditaruh di kolamnya. Sambil geleng-geleng kepala saya hanya mengangguk-angguk. Walaupun dalam hati kecilku bilang, la wong ikan sudah diangkat dari tambak kok mau dicemplungin ke kolam. Bisa-bisa dia jadi raja nanti di kolam. Tetapi, alasannya ialah hari sudah sore, maka si Patin pun kami biarkan saja berenang di wastafel. Kasihan jikalau dimasukkan ke kulkas, bukankah dia masih hidup? Kalau yang satu, biarlah dia menemani di wastafel, sementara yang satunya lagi siap dipotong dan digoreng. Ditambah sambel terasi, dan .... dia pun menjadi teman santap malam kami .... 
Dua dari Tiga Ekor Ikan yang Masih Di Dalam Wastafel
Nah, Yang Satu Sudah Masuk di Penggorengan .....
Nah, Yang Ini Sudah Masuk Piring. Siap untuk DIsantap Malam ......
Terimakasih Pak Dradjat .... Segar dan gurihnya ikan Patin dari tambak Bapak menemani segarnya bandrek blewah yang kubuat sore tadi ....

Dan,
Untuk ikan patin yang masih hidup, sementara tinggal di bejana dulu ya. Kasihan jikalau harus berkecimpungan di wastafel sendirian ....
Tinggal Sendirian di Ember, Karena Yang Satunya harus Masuk Frezer .....
Tidak lupa .... Selamat Tahun Baru HIjriah, 1 Muharam 1436 H ....

All Pics taken by @mom_of_five, October 25, 2014.


EmoticonEmoticon