Banyak hal yang telah dikorbankan suami demi mencari rezeki, salah satunya hidup jauh dari sang istri. Karena satu serta lain hal, suami terpaksa merantau demi menawarkan nafkah bagi istri serta keluarga kecilnya. Rindu sudah menjadi makananmu sehari-hari ketika suami tengah mencari rezeki.
Demi melepas rindu, kau rela telfonan tiap hari, video call setiap malam, hingga sekedar bertukar kabar via aplikasi chatting. Kamu dan suami harus legowo menjalani LDR meski sudah berstatus suami istri. Jangan bersedih, kau layak berbangga diri alasannya yakni kau mempunyai 5 kelebihan berikut.
Kamu memang sosok yang mandiri, kau bisa melalukan seluruh kiprah rumah seorang diri. Termasuk acara yang seharusnya dilakukan lelaki pun kau tangani. Hidup jauh dari suami membuatmu harus berdikari melaksanakan semua seorang diri.
Kamu tak bisa meminta tolong kepada suami. Kamu pun terbiasa menangani rumah sendiri, mulai dari membenarkan lampu yang rusak, mengurus taman beserta isinya, dan masih banyak lagi.
Jauh dari suami membuatmu harus rela mengurus buah hati seorang diri. Kamu harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu di ketika yang bersamaan. Kamu harus menjaga anak-anakmu, memimpin mereka, melindungi mereka layaknya seorang ayah.
Kamu pun tetap harus memegang kiprah sebagai ibu yang mengurus keperluan mereka mulai dari menyiapkan sarapan, mengurus baju yang akan mereka kenakan, hingga mengurus urusan yang berkaitan dengan sekolah mereka. Kamu sosok yang hebat, mengemban dua kiprah di ketika yang bersamaan.
Godaan sering kali menerpa rumah tanggamu. Rasa rindu akan kehadiran sosok lelaki di sisimu terkadang membuatmu melihat laki-laki lain. Sesekali terbesit rasa untuk sekedar berdekatan dengan laki-laki lain, sekedar untuk mengusir sepi.
Tapi, kau pun sadar, berbincang mungkin bisa menjadi bibit perselingkuhan. Kamu pun hasilnya mengurungkan niat, kembali memikirkan usaha suami mencari nafkah. Kesetianmu sudah tak sanggup diragukan lagi, kau benar-benar sosok istri yang layak dipertahankan.
Sebagai seorang istri, kehadiran suami di sisimu memang selalu kau rindukan. Ada kalanya di tengah malam kau hanya diam, mengharap kehadiran suami di sampingmu. Hasrat untuk bertemu pun kian menggebu.
Sampai hasilnya kau hanya bisa kembali mendapatkan kenyataan bahwa ini bukan ketika yang sempurna untuk bertemu. Kamu hanya bisa kembali mengatur emosi, menahan rasa rindu tuk bertemu. Mengelola rindu tak mudah, tapi kau sudah cukup terbiasa menata hati.
Kamu dan suami harus rela tak bertemu berbulan-bulan, bahkan hitungan tahun. Kamu pun harus rela bersabar menunggu hari demi kehadiran sang suami. Hari demi hari pun kau lewati dengan kesabaran ekstra. Menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Kamu hanya bisa menunggu serta menanti suami tiba di rumah.
Kamu pun terbiasa bersabar, rasanya kata sabar sudah menjadi makan sehari-harimu. Kamu pun menjadi sosok yang sangat sabar, terutama dalam urusan menanti. Selain sabar, kau juga sosok yang sangat mempercayai suamimu.
Kamu terus berusaha menyampaikan pada diri sendiri, bahwa suamimu ketika ini sedang berjuang untukmu, tidak melaksanakan hal-hal yang selama ini menghantui pikiranmu.
Sebagai sosok istri kau patut berbangga diri mempunyai sosok suami pekerja keras. Kamu pun juga layak membanggakan diri, alasannya yakni kau sosok perempuan yang kuat, penyabar, juga penuh kemandirian. Kamu hebat, ladies!
Demi melepas rindu, kau rela telfonan tiap hari, video call setiap malam, hingga sekedar bertukar kabar via aplikasi chatting. Kamu dan suami harus legowo menjalani LDR meski sudah berstatus suami istri. Jangan bersedih, kau layak berbangga diri alasannya yakni kau mempunyai 5 kelebihan berikut.
1. Kamu istri mandiri, bisa merawat rumah seorang diri
Kamu tak bisa meminta tolong kepada suami. Kamu pun terbiasa menangani rumah sendiri, mulai dari membenarkan lampu yang rusak, mengurus taman beserta isinya, dan masih banyak lagi.
2. Berhasil mendidik buah hati tanpa suami, kau patut membanggakan diri
Kamu pun tetap harus memegang kiprah sebagai ibu yang mengurus keperluan mereka mulai dari menyiapkan sarapan, mengurus baju yang akan mereka kenakan, hingga mengurus urusan yang berkaitan dengan sekolah mereka. Kamu sosok yang hebat, mengemban dua kiprah di ketika yang bersamaan.
3. Kesetianmu terhadap suami tak sanggup diragukan lagi
Tapi, kau pun sadar, berbincang mungkin bisa menjadi bibit perselingkuhan. Kamu pun hasilnya mengurungkan niat, kembali memikirkan usaha suami mencari nafkah. Kesetianmu sudah tak sanggup diragukan lagi, kau benar-benar sosok istri yang layak dipertahankan.
4. Terbiasa menahan rindu serta hasrat ingin bertemu, kau pun berakal menata hati serta mengelola emosi
Sampai hasilnya kau hanya bisa kembali mendapatkan kenyataan bahwa ini bukan ketika yang sempurna untuk bertemu. Kamu hanya bisa kembali mengatur emosi, menahan rasa rindu tuk bertemu. Mengelola rindu tak mudah, tapi kau sudah cukup terbiasa menata hati.
5. Kamu sosok yang sabar, terbukti dari kesabaran menanti kedatangan suami
Kamu pun terbiasa bersabar, rasanya kata sabar sudah menjadi makan sehari-harimu. Kamu pun menjadi sosok yang sangat sabar, terutama dalam urusan menanti. Selain sabar, kau juga sosok yang sangat mempercayai suamimu.
Kamu terus berusaha menyampaikan pada diri sendiri, bahwa suamimu ketika ini sedang berjuang untukmu, tidak melaksanakan hal-hal yang selama ini menghantui pikiranmu.
Sebagai sosok istri kau patut berbangga diri mempunyai sosok suami pekerja keras. Kamu pun juga layak membanggakan diri, alasannya yakni kau sosok perempuan yang kuat, penyabar, juga penuh kemandirian. Kamu hebat, ladies!






EmoticonEmoticon