Selandia Baru, WELLINGTON, Salah satu spesies burung penyanyi yang paling khas diduga telah kembali dari ambang kepunahan berkat proyek relokasi yang tetapkan habitat gres di satu pulau yang nyaris bebas dari pemangsa, kata Departemen Pelestarian Alam Selandia Baru (DOC), Senin (23/9).
Satu tim DOC telah merelokasi 41 burung kecil Alpine Rock Wren, yang juga dikenal sebagai tuke di Maori, dari sekitar Fiordland di barat-daya jauh negeri tersebut di South Island ke Secretary Island selama 2008 hingga 2011. Jumlah binatang itu jadi 66 pada April, demikian isi satu pernyataan DOC.
"Keamanan yang meningkat di pulau tersebut, daerah predator tidak terlalu menjadi ancaman, memberi jaminan bagi burung itu dari kepunahan di daratan utama," kata penjaga hutan DOC Megan Willans di dalam pernyataan tersebut, menyerupai dilaporkan Xinhua.
Dari ke-66 burung di pulau itu, daerah populasi predator, cerpelai, dikendalikan secara ketat, 63 telah menetas dan besar di sana. Itu mengatakan burung tersebut telah cukup mapan untuk berkembang-biak.
Rock wren ialah satu-satunya burung alpine bekerjsama di Selandia Baru dan salah satu spesies burung paling kuno di dunia. Burung tersebut berpangkal dari spesies yang ada lebih dari 80 juta tahun kemudian dan mempunyai kesamaan struktur sangat bersahabat dengan setiap kelompok lain burung di dunia.
Di antara ketujuh spesies wren yang hidup di Selandia Baru ketika insan tiba, rock wren dan rifleman ialah dua speseis yang bisa bertahan hidup hingga ketika ini. Penyebaran burung itu di seluruh habitat aslinya di bab barat South Island sekarang terpenggal-penggal, dan kemunculannya baru-baru ini mengatakan sebanyak 20 persen binatang lokal yang dikenal tak pernah menampakkan diri dalam 20 tahun belakangan.
Rock wren rentan terhadap pemangsa cerpelai dan tikus. Kedua spesies itu memangsa telur dan anak rock wren di sarang, dan cerpelai juga memangsa rock wren sampaumur di sarang mereka. Alpine rock wren ialah salah satu dari banyak spesies orisinil Selandia Baru yang dipercaya para mahir sanggup punah dalam waktu 50 tahun jikalau tak ada langkah untuk menyelamatkan mereka.
Satu tim DOC telah merelokasi 41 burung kecil Alpine Rock Wren, yang juga dikenal sebagai tuke di Maori, dari sekitar Fiordland di barat-daya jauh negeri tersebut di South Island ke Secretary Island selama 2008 hingga 2011. Jumlah binatang itu jadi 66 pada April, demikian isi satu pernyataan DOC.
"Keamanan yang meningkat di pulau tersebut, daerah predator tidak terlalu menjadi ancaman, memberi jaminan bagi burung itu dari kepunahan di daratan utama," kata penjaga hutan DOC Megan Willans di dalam pernyataan tersebut, menyerupai dilaporkan Xinhua.
Dari ke-66 burung di pulau itu, daerah populasi predator, cerpelai, dikendalikan secara ketat, 63 telah menetas dan besar di sana. Itu mengatakan burung tersebut telah cukup mapan untuk berkembang-biak.
Rock wren ialah satu-satunya burung alpine bekerjsama di Selandia Baru dan salah satu spesies burung paling kuno di dunia. Burung tersebut berpangkal dari spesies yang ada lebih dari 80 juta tahun kemudian dan mempunyai kesamaan struktur sangat bersahabat dengan setiap kelompok lain burung di dunia.
Di antara ketujuh spesies wren yang hidup di Selandia Baru ketika insan tiba, rock wren dan rifleman ialah dua speseis yang bisa bertahan hidup hingga ketika ini. Penyebaran burung itu di seluruh habitat aslinya di bab barat South Island sekarang terpenggal-penggal, dan kemunculannya baru-baru ini mengatakan sebanyak 20 persen binatang lokal yang dikenal tak pernah menampakkan diri dalam 20 tahun belakangan.
Rock wren rentan terhadap pemangsa cerpelai dan tikus. Kedua spesies itu memangsa telur dan anak rock wren di sarang, dan cerpelai juga memangsa rock wren sampaumur di sarang mereka. Alpine rock wren ialah salah satu dari banyak spesies orisinil Selandia Baru yang dipercaya para mahir sanggup punah dalam waktu 50 tahun jikalau tak ada langkah untuk menyelamatkan mereka.
Sumber : republika
Kalau mau dengar bunyi ocehannya, mungkin bisa jadi menyerupai mirip ini :

EmoticonEmoticon