Monday, 26 February 2018

Rawatan Murai Kerikil Muda Dan Remaja Dari Hutan

Tags

Cara Merawat Burung Murai Batu Yang Masih Liar atau Muda Hutan Rawatan Murai Batu Muda Dan Dewasa Dari Hutan
Burung Murai Batu ( Copychus malabaricus ), termasuk salah satu burung yang mempunyai Kharisma di mata penggemar burung dari dahulu sampai sekarang.

Memang pada akhirnya ketika ini telah banyak yang mencoba menjadi penangkar Murai Batu ini, dan banyak juga yang telah berhasil sampai yang tidak atau belum berhasil, mengingat bahwa murai kerikil ini tidak pernah surut penggemar, tak terkecuali para pendatang atau pemula yang gres suka burungpun ingin memelihara burung ekor panjang ini.

Para penghobi burung ocehan khususnya murai kerikil ini kian banyak, terutama para pemula yang ingin tau untuk mempunyai burung murai batu, baik itu mencari atau ingin membeli murai kerikil anakkan atau yang masih trotol ( hasil penangkaran ), sampai burung murai kerikil muda hutan atau sudah cukup umur hasil dari tangkapan hutan di carinya sampai ke pelosok di banyak sekali tempat maupun pasar-pasar burung.

Dalam ukuran harga memang ketika ini sangat signifikan antara burung hasil penangkaran dan hasil tangkapan hutan yang yang masih liar, baik muda hutan ataupun sudah beranjak dewasa, akan tetapi, justru yang paling banyak digemari oleh para pendatang gres yaitu jenis murai kerikil muda hutan, mungkin selain dalam urusan harga yang agak lebih murah dan terjangkau juga dipercaya konon katanya murai kerikil muda hutan mempunyai isian variatif dan lebih handal di gantangan.

Membahas bagaimana cara memelihara atau merawat Burung Murai Batu khususnya yang dari muda hutan atau liar banyak yang tidak sabaran, alasannya mereka maunya murai kerikil bakalan dapat cepat suara gacor, padahal ada beberapa langkah utama dalam merawat murai kerikil bakalan.

Yang penting dalam atau akan memelihara murai kerikil muda hutan pastikan bukan hasil dari pancingan, alasannya kalau anda mendapat murai kerikil hasil pancingan sudah dipastikan burung anda tidak akan berumur panjang, bahkan mungkin hanya dalam hitungan hari atau jam akan mati, dan harus pula dipahami bahwa murai kerikil rentan stress dan metabolisme akan terganggu akhir proses penangkapan dari habitat orisinil dipindahkan ke dalam sangkar.

  • Cara merawat burung murai kerikil yang muda dari hutan, pertolongan pertama agar tidak stres dini yaitu dengan memberikannya kroto atau telor semut, dapat juga ulat hongkong, dan jangan terburu-buru dengan memberikannya voer alasannya burung yang masih liar dari alam belum mengenal voer. Perlu di perhatikan untuk sementara tidak perlu diberi jangkrik untuk murai kerikil muda hutan alasannya metabolisme dan sistem pencernaan murai kerikil muda hutan belum stabil atau lancar, alasannya pertolongan jangkrik beresiko menciptakan murai kerikil muda hutan kesulitan dalam mencerna dan karenanya murai kerikil akan kesulitan membuang feses/kotorannya karenanya murai kerikil akan sakit.
  • Langkah berikutnya yaitu dengan melaksanakan upaya full kerodong dan digantangkan di tempat yang hening serta jauh dari keramain maupun kegaduhan, lebih baik kalau didekatkan sumber air yang mengalir. Full kerodong ini berfungsi untuk menenangkan murai kerikil di dalam kandang dan tidak menabrak ruji sangkar. Perawatan full kerodong ini dilakukan selama 1-2 bulan, tergantung mental murai batu. Apabila murai kerikil muda hutan sudah mulai mencar ilmu suara atau rajin ngeriwik, kerodong dibuka secara bertahap, sambil pantau kondisi murai batu.
  • Kemudian burung jangan terburu-buru dimandikan atau disemprot lalu di jemur, mengingat kondisi murai kerikil muda hutan rentan sakit dan stress, alasannya itu berikan cepuk di dalam kandang tanpa memaksa murai mau mandi atau tidak biarkan burung yang memilih, dan kalau kondisi murai kerikil fit, secara naluri akan mandi sendiri, untuk penjemuran cukup burung murai muda hutan di angin-anginkan saja.
  • Dan sesudah kondisi murai kerikil ini mulai pulih dan sehat, biasanya ditandai rajin ngeriwik selama dikerodong, dalam tahap ini murai kerikil muda hutan mulai dapat dilatih untuk makan voor, namun jatah eksfood kroto dan ulat hongkong tetap disediakan, sesudah tahap pengevooran beres, murai kerikil dapat mulai dilatih makan eksfood jangkrik, dan berikan saja 1ekor jangkrik ukuran tanggung dan bersihkan kaki-kakinya, porsi jumlah jangkrik dapat ditambahkan sesudah dua ahad sambil melihat perkembangan kondisi murai batu.
  • Berikutnya proses menggantangkan murai kerikil di tempat yang kondusif dan nyaman, dan jangan tergesa-gesa bahkan iseng untuk menggantangkan murai kerikil muda hutan kalau kondisinya belum benar-benar sehat serta mentalnya mapan untuk di trek dengan murai lainnya.
Untuk menjinakkan burung liar dan giras dari hutan anda dapat baca juga tips nya di SINI


EmoticonEmoticon