Mahalnya seekor burung kicau di pasaran terkadang tidak masuk akal. Bayangkan saja, untuk satu jenis murray watu harganya mencapai Rp 350 juta atau setara sebuah kendaraan beroda empat SUV. Bagaimana hal itu dapat terjadi?
Hari (42), pedagang di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, menjelaskan biasanya harga burung dapat melambung tinggi sebab pernah menang perlombaan. Selain itu, tentunya perawatan sang pemilik untuk mempertahankan kualitas burung.
"Kalau sudah pernah juara kontes ya dapat tinggi harganya. Bagaimana yang punya aja ngerawatnya," ungkapnya di pasar tersebut, Jakarta, Rabu (4/12).
Hal senada juga disampaikan oleh seorang kicau mania, Budi, yang membenarkan perihal tingginya harga burung sebab kontes. Bahkan kalau lombanya kelas nasional, harga burung dapat melambung.
"Kaya kontes piala raja 2013 kemarin, warta yang berkembang pas lomba malah dapat Rp 500 jutaan," ujar kepada merdeka.com
Ia menyarankan, biar berhati-hati jikalau membeli burung yang sudah sering menang kontes. Resiko burung itu sakit atau mati dapat saja terjadi.
"Kalau beli burung jadi atau yang udah menang, hati-hati saja. Karena kalau itu kan ngerawatnya sudah beda tangan, takutnya beliau sakit. Kalau nggak bener malah dapat mati," jelasnya.
Sebenarnya, lanjut Budi, tidak hanya burung saja yang dapat ibarat itu. Pelihara hewan apapun kalau perawatannya kurang ditangani dengan baik juga bernasib sama.
Hari (42), pedagang di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, menjelaskan biasanya harga burung dapat melambung tinggi sebab pernah menang perlombaan. Selain itu, tentunya perawatan sang pemilik untuk mempertahankan kualitas burung.
"Kalau sudah pernah juara kontes ya dapat tinggi harganya. Bagaimana yang punya aja ngerawatnya," ungkapnya di pasar tersebut, Jakarta, Rabu (4/12).
Hal senada juga disampaikan oleh seorang kicau mania, Budi, yang membenarkan perihal tingginya harga burung sebab kontes. Bahkan kalau lombanya kelas nasional, harga burung dapat melambung.
"Kaya kontes piala raja 2013 kemarin, warta yang berkembang pas lomba malah dapat Rp 500 jutaan," ujar kepada merdeka.com
Ia menyarankan, biar berhati-hati jikalau membeli burung yang sudah sering menang kontes. Resiko burung itu sakit atau mati dapat saja terjadi.
"Kalau beli burung jadi atau yang udah menang, hati-hati saja. Karena kalau itu kan ngerawatnya sudah beda tangan, takutnya beliau sakit. Kalau nggak bener malah dapat mati," jelasnya.
Sebenarnya, lanjut Budi, tidak hanya burung saja yang dapat ibarat itu. Pelihara hewan apapun kalau perawatannya kurang ditangani dengan baik juga bernasib sama.

EmoticonEmoticon